Tampilkan postingan dengan label Bidadari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bidadari. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Mei 2014

Jodoh Itu Misteri Bukan Teka-Teki Bagian #1 (bangorigagah)

Anak Gunung Karakatau
Diatas perairan selat sunda, tiga hari sudah kami mengitari anak gunung karakatau yang sesekali tampak anggun diantara siluet senja sore itu, ratusan peserta BTPI (Bina Taqwa Pelajar Indonesia) ke- 10 tenggelam dalam kesibukan masing-masing, masih disini, diatas Kapal Tempur Indonesia Terbesar yaitu KRI Tanjung Dalpele 972, aku tenggelam dalam takjub atas ciptaan Allah Swt nan memukau,Begitu Indahnya Ciptaan Allah Rabb Sekalian Alam. SubhanaLLaaaah...


***
Dering nokia membuyarkan lamunanku diatas kapal perang terbesar dinegeri ini, “Wa`alaikumussalam, ya Dino, alhamdulilah Bang sehat, bagaimana kabar Dino dengan kawan2 disana ?”… ‘haa, adik-adik santri baru telah hadir, (daurah Santri baru telah dimulai, pikirku), “yop, ma`annajah sukses, InsyaAllah besok sore Bang ori Bang Rizqi dan Ust, Zakiar akan berangkat menuju Padang, acara disini selesai siang besok Ba`da Zuhur”… “ Ya, kemungkinan sampai malam ba`da Magrib”… “ Ya Dino, terima kasih Informasinya”…” wa`alaikumussalam”. Suara serine membuat seluruh peserta gaduh sebagai tanda bahwa waktu rehat telah habis dan bagi pelajar Muslim untuk bersiap-siap menunaikan kewajiban sholat secara berjama`ah dan kebetulan saat ini aku terpilih untuk mengumandangkan Adzan, subhanallah… inilah seumur hidupku Adzan ditengah laut selat sunda diatas kapal perang terbesar dinegeri ini.
Opening BTPI Ke-10
***
Sekitar pukul 16:00 burung besi itu mulai meninggalkan bandara Soekarno – Hatta, dan sekitar pukul 17:30 kami baru bisa mendarat di bandara Tabing disebabkan Pesawat mesti berputar-putar sekitar 30 menit datas kota padang disebabkan gangguan cuaca yang tidak memungkinkan pendaratan. Alhamdulillah adalah kalimat toyibah selalu mengucur deras dari mulut kami, seirama dengan rintik hujan diatas atap Bandara Tabing Kota padang, Mobil Pondok Pesantren telah menunggu kami di bandara.

Hmmm… hari yang melelahkan pikirku, kulihat didepan Ust. Zakiar telah terlelap, begitu juga dengan sahabatku Rizqi yang duduk disamping kanan. Sedangkan aku masih belum mampu memejamkan mata karena terbayang adik-adik santri baru yang pasti lucu-lucu pikirku, dan yang paling mengusik pikiranku adalah menyiapkan “oleh-oleh” buat mereka. Jadi teringat pesan Ust. Zakiar Siang itu “Jangan lupa berbagi ilmu dengan adik-adik yang baru”. "InysaAllah Ustaz" jawab kami seraya merebahkan punggung diatas mobil sore itu, lelah memang namun mata tak mau terpejam :)

Tanpa terasa mobil telah memasuki gerbang pondok, keributan dan kehebohan mulai terdengar ba`da maghrib itu, aku dan sahabatku Rizqi langsung bergegas ke asrama untuk menunaikan sholat Mahgrib, sementara Ust. Zakiar menuju ke kantor akademik, beliau adalah Waka Kesiswaan saat itu, sementara kami adalah salah satu pengurus IPST (OSIS) pada periode itu. Kedatangan kami di Asrama disambut dengan gembira oleh teman-teman dan adik-adik santri yang lain, bergegas aku dan rizqi menuju ruangan kelas yang telah disulap menjadi ruang makan untuk santri baru yang sedang menjalani acara daurah (acara orientasi santri baru) di Pondok kami.

Ponpes Thawalib Parabek
Diruangan makan tersebut suasana begitu gaduh, semua santri baru sudah melebur dan tampak saling kenal, tentu saja karena daurah sudah berjalan dua hari pikirku. Suasana makan malam saat itu kami sulap menjadi suasana makan malam di Kapal Perang tempat kamai menjalani pelatihan BTPI, dan saat itu ruangan makan peserta santriwati menjadi tanggunganku sedangkan yang ruangan makan santriwan menjadi sudah dihandle oleh rizqi lebih dulu. Memang suasana malam itu begitu berbeda, mengingatkanku suasana empat tahun yang lalu. Kuperhatikan satu persatu santri baru itu, semua terlihat lucu dan lugu, sesekali ada beberapa santriwati yang melirikku sembari berbisik-bisik, entahlah… entah apa yang mereka biacarakan, sepertinya ada yang sudah mengenaliku jauh sebelum ini.

hei… itu yang bisik-bisik, lagi ngomongin apa?”, tegurku dengan nada agak datar. Sontak mereka agak takut juga, lalu seulas senyumanku kembali membuat mereka tenang dan menjawab “ndak ada Bang, kami kira Abang itu Ustaz disini, padahal kan bang masih kelas V kan, sekelas sama ka Ulya Azizah, Bang yang Ketua IPST Putra kan ?” jawabnya dengan panjang lebar, (Maklum, gayanya memang agak tomboy). Seulas senyuman tetap mejadi jawaban bagi pertanyaannya yang panjang lebar.

dari Kiri (Alex - Fadhli - Ust. Shohib - Rizqi - Budi) saya yang dibawah :)
“PERHATIAN !!!” teriakku, semua terdiam dari kegaduhan saat akan malam itu dmulai. “acara makan malam kali ini berbeda, setiap akan makan malam, makan pagi dan makan siang besok dan selanjutnya, adik-adik semua harus mengikuti aturan ini, pertama, akan ditunjuk salah satu diantara peserta daurah untuk menjadi ketua kelompok untuk kegiatan makan malam tersebut. Setiap acara akan dimulai diharuskan bagi ketua kelompok melihat kesiapan pelaksanaan kegiatan makan tersebut, dan Kedua, setelah semua peserta terlihat siap (baik itu tempat, alat, dan kesediaan makanan) maka Ketua kelompok harus melapor kepada Ketua Panitia Konsumsi Pelaksanaan Daurah di ruangan tersebut (ruang makan)”. Finnaly acara makan malam daurah santri baru saat itu disulap ala Militer ketika pelatihan yang telah kami jalani di kapal perang tersebut.
Namun ada yang menjadi perhatian bagiku malam itu, … (to be continued….)

Rabu, 27 November 2013

10 KISAH CINTA MENGGUGAH JIWA


1. Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az-Zahra
Cinta Ali dan Fatimah luar biasa indah, terjaga kerahasiaanya dalam sikap, ekspresi, dan kata, hingga akhirnya Allah menyatukan mereka dalam suatu pernikahan. Konon saking rahasianya, setan saja tidak tahu menahu soal cinta di antara mereka. Subhanallah.

Ali terpesona pada Fatimah sejak lama, disebabkan oleh kesantunan, ibadah, kecekatan kerja, dan paras putri kesayangan Rasulullah Saw. itu. Ia pernah tertohok dua kali saat Abu Bakar dan Umar ibn Khattab melamar Fatimah sementara dirinya belum siap untuk melakukannya. Namun kesabarannya berbuah manis,lamaran kedua orang sahabat yang tak diragukan lagi kesholehannya tersebut ternyata ditolak Rasulullah Saw. Akhirnya Ali memberanikan diri. Dan ternyata lamarannya kepada Fatimah yang hanya bermodal baju besi diterima.

Di sisi lain, Fatimah ternyata telah memendam cintanya kepada Ali sejak lama. Dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa suatu hari setelah kedua menikah, Fatimah berkata kepada Ali: “Maafkan aku, karena sebelum menikah denganmu. Aku pernah satu kali merasakan jatuh cinta pada seorang pemuda dan aku ingin menikah dengannya”. Ali pun bertanya mengapa ia tetap mau menikah dengannya, dan apakah Fatimah menyesal menikah dengannya. Sambil tersenyum Fathimah menjawab, “Pemuda itu adalah dirimu”

2. Umar bin Abdul Aziz
Umar bin Abdul Aziz, khalifah termasyhur dalam Bani Umayyah, suatu kali jatuh cinta pada seorang gadis, namun istrinya, Fatimah binti Abdul Malik tak pernah mengizinkannya menikah lagi. Suatu saat dikisahkan bahwa Umar mengalami sakit akibat kelelahan dalam mengatur urusan pemerintahan. Fatimah pun datang membawa kejutan untuk menghibur suaminya. Ia menghadiahkan gadis yang telah lama dicintai Umar, begitu pun si gadis mencintai Umar. Namun Umar malah berkata: "Tidak! Ini tidak boleh terjadi. Saya benar-benar tidak merubah diri saya kalau saya kembali kepada dunia perasaan semacam itu,"

Umar memenangkan cinta yang lain, karena memang ada cinta di atas cinta. Akhirnya ia menikahkan gadis itu dengan pemuda lain. Tidak ada cinta yang mati di sini. Karena sebelum meninggalkan rumah Umar, gadis itu bertanya, "Umar, dulu kamu pernah mencintaiku. Tapi kemanakah cinta itu sekarang?" Umar bergetar haru, tapi ia kemudian menjawab, "Cinta itu masih tetap ada, bahkan kini rasanya lebih dalam!"

3. Abdurrahman ibn Abu Bakar
Abdurrahman bin Abu Bakar Ash Shiddiq dan istrinya, Atika, amat saling mencintai satu sama lain sehingga Abu Bakar merasa khawatir dan pada akhirnya meminta Abdurrahman menceraikan istrinya karena takut cinta mereka berdua melalaikan dari jihad dan ibadah. Abdurrahman pun menuruti perintah ayahnya, meski cintanya pada sang istri begitu besar.

Namun tentu saja Abdurrahman tak pernah bisa melupakan istrinya. Berhari-hari ia larut dalam duka meski ia telah berusaha sebaik mungkin untuk tegar. Perasaan Abdurrahman itu pun melahirkan syair cinta indah sepanjang masa:

Demi Allah, tidaklah aku melupakanmu
Walau mentari tak terbit meninggi
Dan tidaklah terurai air mata merpati itu
Kecuali berbagi hati
Tak pernah kudapati orang sepertiku
Menceraikan orang seperti dia
Dan tidaklah orang seperti dia dithalaq karena dosanya
Dia berakhlaq mulia, beragama, dan bernabikan Muhammad
Berbudi pekerti tinggi, bersifat pemalu dan halus tutur katanya

Akhirnya hati sang ayah pun luluh. Mereka diizinkan untuk rujuk kembali. Abdurrahman pun membuktikan bahwa cintanya suci dan takkan mengorbankan ibadah dan jihadnya di jalan Allah. Terbukti ia syahid tak berapa lama kemudian.

4. Rasulullah Saw. dan Khadijah binti Khuwailid

Teladan dalam kisah cinta terbaik tentunya datang dari insan terbaik sepanjang masa: Rasulullah Saw. Cintanya kepada Khadijah tetap abadi walaupun Khadijah telah meninggal. Alkisah ternyata Rasulullah telah memendam cintanya pada Khadijah sebelum mereka menikah. Saat sahabat Khadijah, Nafisah binti Muniyah, menanyakan kesedian Nabi Saw. untuk menikahi Khadijah, maka Beliau menjawab: “Bagaimana caranya?” Ya, seolah-olah Beliau memang telah menantikannya sejak lama.

Setahun setelah Khadijah meninggal, ada seorang wanita shahabiyah yang menemui Rasulullah Saw. Wanita ini bertanya, "Ya Rasulullah, mengapa engkau tidak menikah? Engkau memiliki 9 keluarga dan harus menjalankan seruan besar."

Sambil menangis Rasulullah Saw menjawab, "Masih adakah orang lain setelah Khadijah?"

Kalau saja Allah tidak memerintahkan Muhammad Saw untuk menikah, maka pastilah Beliau tidak akan menikah untuk selama-lamanya. Nabi Muhammad Saw menikah dengan Khadijah layaknya para lelaki. Sedangkan pernikahan-pernikahan setelah itu hanya karena tuntutan risalah Nabi Saw, Beliau tidak pernah dapat melupakan istri Beliau ini walaupun setelah 14 tahun Khadijah meninggal.

Masih banyak lagi bukti-bukti cinta dahsyat nan luar biasa islami Rasulullah Saw. kepada Khadijah. Subhanallah.

5. Rasulullah Saw. dan Aisyah
Jika Rasulullah SAW ditanya siapa istri yang paling dicintainya, Rasul menjawab, ”Aisyah”. Tapi ketika ditanya tentang cintanya pada Khadijah, beliau menjawab, “cinta itu Allah karuniakan kepadaku”. Cinta Rasulullah pada keduanya berbeda, tapi keduanya lahir dari satu yang sama: pesona kematangan.

Pesona Khadijah adalah pesona kematangan jiwa. Pesona ini melahirkan cinta sejati yang Allah kirimkan kepada jiwa Nabi Saw. Cinta ini pula yang masih menyertai nama Khadijah tatkala nama tersebut disebut-sebut setelah Khadijah tiada, sehingga Aisyah cemburu padanya.

Sedangkan Aisyah adalah gabungan dari pesona kecantikan, kecerdasan, dan kematangan dini. Ummu Salamah berkata, “Rasul tidak dapat menahan diri jika bertemu dengan Aisyah.”

Banyak kisah-kisah romantis yang menghiasi kehidupan Nabi Muhammad dan istrinya, Aisyah. Rasul pernah berlomba lari dengan Aisyah. Rasul pernah bermanja diri kepada Aisyah. Rasul memanggil Aisyah dengan panggilan kesayangan ‘Humaira’. Rasul pernah disisirkan rambutnya, dan masih banyak lagi kisah serupa tentang romantika suami-istri.

6. Thalhah ibn ‘Ubaidillah
Berikut ini kutipan kisah Thalhah ibn ‘Ubaidillah.

Satu hari ia berbincang dengan ‘Aisyah, isteri sang Nabi, yang masih terhitung sepupunya. Rasulullah datang, dan wajah beliau pias tak suka. Dengan isyarat, beliau Shallallaahu ‘Alaihi wa Sallam meminta ‘Aisyah masuk ke dalam bilik. Wajah Thalhah memerah. Ia undur diri bersama gumam dalam hati, “Beliau melarangku berbincang dengan ‘Aisyah. Tunggu saja, jika beliau telah diwafatkan Allah, takkan kubiarkan orang lain mendahuluiku melamar ‘Aisyah.”

Satu saat dibisikannya maksud itu pada seorang kawan, “Ya, akan kunikahi ‘Aisyah jika Nabi telah wafat.”

Gumam hati dan ucapan Thalhah disambut wahyu. Allah menurunkan firmanNya kepada Sang Nabi dalam ayat kelimapuluhtiga surat Al Ahzab, “Dan apabila kalian meminta suatu hajat kepada isteri Nabi itu, maka mintalah pada mereka dari balik hijab. Demikian itu lebih suci bagi hati kalian dan hati mereka. Kalian tiada boleh menyakiti Rasulullah dan tidak boleh menikahi isteri-isterinya sesudah wafatnya selama-lamanya.”

Ketika ayat itu dibacakan padanya, Thalhah menangis. Ia lalu memerdekakan budaknya, menyumbangkan kesepuluh untanya untuk jalan Allah, dan menunaikan haji dengan berjalan kaki sebagai taubat dari ucapannya. Kelak, tetap dengan penuh cinta dinamainya putri kecil yang disayanginya dengan asma ‘Aisyah. ‘Aisyah binti Thalhah. Wanita jelita yang kelak menjadi permata zamannya dengan kecantikan, kecerdasan, dan kecemerlangannya. Persis seperti ‘Aisyah binti Abi Bakr yang pernah dicintai Thalhah.

Subhanallah. Mantab.

7. Kisah cinta yang membawa surga
Al-Mubarrid menyebutkan dari Abu Kamil dari Ishaq bin Ibrahim dari Raja' bin Amr An-Nakha'i, ia berkata, "Adalah di Kufah, terdapat pemuda tampan, dia sangat rajin dan taat. Suatu waktu dia berkunjung ke kampung dari Bani An-Nakha'.

Dia melihat seorang wanita cantik dari mereka sehingga dia jatuh cinta dan kasmaran. Dan ternyata cintanya pada si wanita cantik tak bertepuk sebelah tangan.

Karena sudah jatuh cinta, akhirnya pemuda itu mengutus seseorang untuk melamar gadis tersebut. Tetapi si ayah mengabarkan bahwa putrinya telah dojodohkan dengan sepupunya. Walau demikian, cinta keduanya tak bisa padam bahkan semakin berkobar. Si wanita akhirnya mengirim pesan lewat seseorang untuk si pemuda, bunyinya, 'Aku telah tahu betapa besar cintamu kepadaku, dan betapa besar pula aku diuji dengan kamu. Bila kamu setuju, aku akan mengunjungimu atau aku akan mempermudah jalan bagimu untuk datang menemuiku di rumahku.'

Dijawab oleh pemuda tadi melalui orang suruhannya, 'Aku tidak setuju dengan dua alternatif itu, sesungguhnya aku merasa takut bila aku berbuat maksiat pada Rabbku akan adzab yang akan menimpaku pada hari yang besar. Aku takut pada api yang tidak pernah mengecil nyalanya dan tidak pernah padam kobaranya.'

Ketika disampaikan pesan tadi kepada si wanita, dia berkata, "Walau demikian, rupanya dia masih takut kepada Allah? Demi Allah, tak ada seseorang yang lebih berhak untuk bertaqwa kepada Allah dari orang lain. Semua hamba sama-sama berhak untuk itu." Kemudian dia meninggalkan urusan dunia dan menyingkirkan perbuatan-perbuatan buruknya serta mulai beribadah mendekatkan diri kepada Allah. Akan tetapi, dia masih menyimpan perasaan cinta dan rindu pada sang pemuda. Tubuhnya mulai kurus karena menahan rindunya, sampai akhirnya dia meninggal dunia karenanya. Dan pemuda itu seringkali berziarah ke kuburnya, Dia menangis dan mendo'akanya. Suatu waktu dia tertidur di atas kuburannya. Dia bermimpi berjumpa dengan kekasihnya dengan penampilan yang sangat baik. Dalam mimpi dia sempat bertanya, "Bagaimana keadaanmu? Dan apa yang kau dapatkan setelah meninggal?"

Dia menjawab, "Sebaik-baik cinta wahai orang yang bertanya, adalah cintamu. Sebuah cinta yang dapat mengiring menuju kebaikan."

Pemuda itu bertanya, "Jika demikian, kemanakah kau menuju?" Dia jawab, "Aku sekarang menuju pada kenikmatan dan kehidupan yang tak berakhir. Di Surga kekekalan yang dapat kumiliki dan tidak akan pernah rusak."

Pemuda itu berkata, "Aku harap kau selalu ingat padaku di sana, sebab aku di sini juga tidak melupakanmu." Dia jawab, "Demi Allah, aku juga tidak melupakanmu. Dan aku meminta kepada Tuhanku dan Tuhanmu (Allah SWT) agar kita nanti bisa dikumpulkan. Maka, bantulah aku dalam hal ini dengan kesungguhanmu dalam ibadah."

Si pemuda bertanya, "Kapan aku bisa melihatmu?" Jawab si wanita: "Tak lama lagi kau akan datang melihat kami." Tujuh hari setelah mimpi itu berlalu, si pemuda dipanggil oleh Allah menuju kehadiratNya, meninggal dunia.

Hmm, sebuah kisah cinta yang agung dengan berdasarkan janji bertemu di surga. Luar biasa. AllahuAkbar.

8. Ummu Sulaim dan Abu Thalhah
Ummu Sulaim merupakan janda dari Malik bin Nadhir. Abu Thalhah yang memendam rasa cinta dan kagum akhirnya memutuskan untuk menikahi Ummu Sulaim tanpa banyak pertimbangan. Namun di luar dugaan, jawaban Ummu Sulaim membuat lidahnya menjadi kelu dan rasa kecewanya begitu menyesakkan dada, meski Ummu Sulaim berkata dengan sopan dan rasa hormat,

"Sesungguhnya saya tidak pantas menolak orang yang seperti engkau, wahai Abu Thalhah. Hanya sayang engkau seorang kafir dan saya seorang muslimah. Maka tak pantas bagiku menikah denganmu. Coba Anda tebak apa keinginan saya?"

"Engkau menginginkan dinar dan kenikmatan," kata Abu Thalhah.

"Sedikitpun saya tidak menginginkan dinar dan kenikmatan. Yang saya inginkan hanya engkau segera memeluk agama Islam," tukas Ummu Sualim tandas.

"Tetapi saya tidak mengerti siapa yang akan menjadi pembimbingku?" tanya Abu Thalhah.

"Tentu saja pembimbingmu adalah Rasululah sendiri," tegas Ummu Sulaim.

Maka Abu Thalhah pun bergegas pergi menjumpai Rasulullah Saw. yang mana saat itu tengah duduk bersama para sahabatnya. Melihat kedatangan Abu Thalhah, Rasulullah Saw. berseru, "Abu Thalhah telah datang kepada kalian, dan cahaya Islam tampak pada kedua bola matanya."

Ketulusan hati Ummu Sulaim benar-benar terasa mengharukan relung-relung hati Abu Thalhah. Ummu Sulaim hanya akan mau dinikahi dengan keislamannya tanpa sedikitpun tegiur oleh kenikmatan yang dia janjikan. Wanita mana lagi yang lebih pantas menjadi istri dan ibu asuh anak-anaknya selain Ummu Sulaim? Hingga tanpa terasa di hadapan Rasulullah Saw. lisan Abu Thalhah basah mengulang-ulang kalimat, "Saya mengikuti ajaran Anda, wahai Rasulullah. Saya bersaksi, bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi kecuali Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusanNya."

Menikahlah Ummu Sulaim dengan Abu Thalhah, sedangkan maharnya adalah keislaman suaminya. Hingga Tsabit –seorang perawi hadits- meriwayatkan dari Anas, "Sama sekali aku belum pernah mendengar seorang wanita yang maharnya lebih mulia dari Ummu Sulaim, yaitu keislaman suaminya." Selanjutnya mereka menjalani kehidupan rumah tangga yang damai dan sejahtera dalam naungan cahaya Islam.

9. Kisah seorang pemuda yang menemukan apel
Alkisah ada seorang pemuda yang ingin pergi menuntut ilmu. Dictengah perjalanan dia haus dan singgah sebentar di sungai yang airnya jernih. dia langsung mengambil air dan meminumnya. tak berapa lama kemudian dia melihat ada sebuah apel yang terbawa arus sungai, dia pun mengambilnya dan segera memakannya. setelah dia memakan segigit apel itu dia segera berkata "Astagfirullah"

Dia merasa bersalah karena telah memakan apel milik orang lain tanpa meminta izin terlebih dahulu. "Apel ini pasti punya pemiliknya, lancang sekali aku sudah memakannya. Aku harus menemui pemiliknya dan menebus apel ini".

Akhirnya dia menunda perjalanannya menuntut ilmu dan pergi menemui sang pemilik apel dengan menyusuri bantaran sungai untuk sampai kerumah pemilik apel. Tak lama kemudian dia sudah sampai ke rumah pemilik apel. Dia melihat kebun apel yang apelnya tumbuh dengan lebat.

"Assalamualaikum...."

"Waalaikumsalam wr.wb.". Jawab seorang lelaki tua dari dalam rumahnya.

Pemuda itu dipersilahkan duduk dan dia pun langsung mengatakan segala sesuatunya tanpa ada yang ditambahi dan dikurangi. Bahwa dia telah lancang memakan apel yang terbawa arus sungai.

"Berapa harus kutebus harga apel ini agar kau ridha apel ini aku makan pak tua". tanya pemuda itu.

Lalu pak tua itu menjawab. "Tak usah kau bayar apel itu, tapi kau harus bekerja di kebunku selama 3 tahun tanpa dibayar, apakah kau mau?"

Pemuda itu tampak berfikir, karena untuk segigit apel dia harus membayar dengan bekerja di rumah bapak itu selama tiga tahun dan itupun tanpa digaji, tapi hanya itu satu-satunya pilihan yang harus diambilnya agar bapak itu ridha apelnya ia makan."Baiklah pak, saya mau."

Alhasil pemuda itu bekerja di kebun sang pemilik apel tanpa dibayar. Hari berganti hari, minggu, bulan dan tahun pun berlalu. Tak terasa sudah tiga tahun dia bekerja dikebun itu. Dan hari terakhir dia ingin pamit kepada pemilik kebun.

"Pak tua, sekarang waktuku bekerja di tempatmu sudah berakhir, apakah sekarang kau ridha kalau apelmu sudah aku makan?"

Pak tua itu diam sejenak. "Belum."

Pemuda itu terhenyak. "Kenapa pak tua, bukankah aku sudah bekerja selama tiga tahun di kebunmu."

"Ya, tapi aku tetap tidak ridha jika kau belum melakukan satu permintaanku lagi."

"Apa itu pak tua?"

"Kau harus menikahi putriku, apakah kau mau?"

"Ya, aku mau." jawab pemuda itu.

Bapak tua itu mengatakan lebih lanjut. "Tapi, putriku buta, tuli, bisu dan lumpuh, apakah kau mau?"

Pemuda itu tampak berfikir, bagaimana tidak...dia akan menikahi gadis yang tidak pernah dikenalnya dan gadis itu cacat, dia buta, tuli, dan lumpuh. Bagaimana dia bisa berkomunikasi nantinya? Tapi diap un ingat kembali dengan segigit apel yang telah dimakannya. Dan dia pun menyetujui untuk menikah dengan anak pemilik kebun apel itu untuk mencari ridha atas apel yang sudah dimakannya.

"Baiklah pak, aku mau."

Segera pernikahan pun dilaksanakan. Setelah ijab kabul sang pemuda itupun masuk kamar pengantin. Dia mengucapkan salam dan betapa kagetnya dia ketika dia mendengar salamnya dibalas dari dalam kamarnya. Seketika itupun dia berlari mencari sang bapak pemilik apel yang sudah menjadi mertuanya.

"Ayahanda...siapakah wanita yang ada didalam kamar pengantinku? Kenapa aku tidak menemukan istriku?"

Pak tua itu tersenyum dan menjawab. "Masuklah nak, itu kamarmu dan yang di dalam sana adalah istimu."

Pemuda itu tampak bingung. "Tapi ayahanda, bukankah istriku buta, tuli tapi kenapa dia bisa mendengar salamku?

Bukankah dia bisu tapi kenapa dia bisa menjawab salamku?"

Pak tua itu tersenyum lagi dan menjelaskan. "Ya, memang dia buta, buta dari segala hal yang dilarang Allah. Dia tuli, tuli dari hal-hal yang tidak pantas didengarnya dan dilarang Allah. Dia memang bisu, bisu dari hal yang sifatnya sia-sia dan dilarang Allah, dan dia lumpuh, karena tidak bisa berjalan ke tempat-tempat yang maksiat."

Pemuda itu hanya terdiam dan mengucap lirih: "Subhanallah....."

Dan merekapun hidup berbahagia dengan cinta dari Allah.

10. Zulaikha dan Yusuf As. 

Cinta Zulaikha kepada Yusuf As. konon begitu dalam hingga Zulaikha takut cintanya kepada Yusuf merusak cintanya kepada Allah Swt. Berikut sedikit ulasan tentang cinta mereka

Zulaikha adalah seorang puteri raja sebuah kerajaan di barat (Maghrib) negeri Mesir. Beliau seorang puteri yang cantik menarik. Beliau bermimpi bertemu seorang pemuda yang menarik rupa parasnya dengan peribadi yang amanah dan mulia. Zulaikha pun jatuh hati padanya. Kemudian beliau bermimpi lagi bertemu dengannya tetapi tidak tahu namanya.

Kali berikutnya beliau bermimpi lagi, lelaki tersebut memperkenalkannya sebagai Wazir kerajaan Mesir. Kecintaan dan kasih sayang Zulaikha kepada pemuda tersebut terus berputik menjadi rindu dan rawan sehingga beliau menolak semua pinangan putera raja yang lain. Setelah bapanya mengetahui isihati puterinya, bapanya pun mengatur risikan ke negeri Mesir sehingga mengasilkan majlis pernikahan dengan Wazir negri Mesir.

Memandang Wazir tersebut atau al Aziz bagi kali pertama, hancur luluh dan kecewalah hati Zulaikha. Hatinya hampa dan amat terkejut, bukan wajah tersebut yang beliau temui di dalam mimpi dahulu. Bagaimanapun ada suara ghaib berbisik padanya: “Benar, ini bukan pujaan hati kamu. Tetapi hasrat kamu kepada kekasih kamu yang sebenarnya akan tercapai melaluinya. Janganlah kamu takut kepadanya. Mutiara kehormatan engkau sebagai perawan selamat bersama-sama dengannya.”

Perlu diingat sejarah Mesir menyebut, Wazir diraja Mesir tersebut adalah seorang kasi, yang dikehendaki berkhidmat sepenuh masa kepada baginda raja. Oleh yang demikian Zulaikha terus bertekat untuk terus taat kepada suaminya kerana ia percaya ia selamat bersamnya.

Demikian masa berlalu, sehingga suatu hari al-Aziz membawa pulang Yusuf a.s. yang dibelinya di pasar. Sekali lagi Zulaikha terkejut besar, itulah Yusuf a.s yang dikenalinya didalam mimpi. Tampan, menarik dan menawan.

Sabda Nabi Saw. yang diriwayatkan oleh Hammad dari Tsabit bin Anas memperjelasnya: "Yusuf dan ibunya telah diberi oleh Allah separuh kecantikan dunia."

Kisah Zulaikha dan Yusuf direkam di dalam Al Quran pada Surah Yusuf ayat 21 sampai 36 dan ayat 51. Selepas ayat tersebut Al Quran tidak menceritakan kelanjutan hubungan Zulaikha dengan Yusuf a.s. Namun Ibn Katsir di dalam Tafsir Surah Yusuf memetik bahwa Muhammad bin Ishak berkata bahawa kedudukan yang diberikan kepada Yusuf a.s oleh raja Mesir adalah kedudukan yang dulunya dimiliki oleh suami Zulaikha yang telah dipecat. Juga disebut-sebut bahwa Yusuf telah beristrikan Zulaikha sesudah suaminya meninggal dunia, dan diceritakan bahwa pada suatu ketika berkatalah Yusuf kepada Zulaikha setelah ia menjadi isterinya, “Tidakkah keadaan dan hubungan kita se¬karang ini lebih baik dari apa yang pernah engkau inginkan?”

Zulaikha menjawab, “Janganlah engkau menyalahkan aku, hai kekasihku, aku sebagai wanita yang cantik, muda belia bersuamikan seorang pemuda yang berketerampilan dingin, menemuimu sebagai pemuda yang tampan, gagah perkasa bertubuh indah, apakah salah bila aku jatuh cinta kepadamu dan lupa akan kedudukanku sebagai wanita yang bersuami?”

Dikisahkan bahwa Yusuf menikahi Zulaikha dalam keadaan gadis (perawan) dan dari perkawinan itu memperoleh dua orang putra: Ifraitsim bin Yusuf dan Misya bin Yusuf.

Demikianlah kisah-kisah cinta yang menggugah hati saya baru-baru ini. Semoga kisah cinta kita sekalian –saya dan anda, wahai para pembaca- seindah cinta mereka. Wallahu wa Rasulullahu bisshowab.
lihat juga: http://nurfarhana930.blogspot.com
Ini sumber-sumber bacaan dan kutipan:
1. Buku-buku Salim A Fillah
2. http://aburedza.wordpress.com/2009/06/25/371/
3. http://canzie.multiply.com/journal/item/17
4. http://planetaqidah.blogspot.com/2010/07/janji-bertemu-di-surga.html
5. http://abuthalhah.wordpress.com/2011/03/02/thalhah-sebuah-kenangan-atas-cinta/

Jumat, 19 Juli 2013

Perbedaan Musim dan Kualitas Taqwa

 "Ibarat pisau tajam bermata ganda, satu mata dapat digunakan untuk kemanusiaan sebaliknya mata yang satu lagi dapat melukai"
by:
Dr. H. Shofwan Karim Elha, MA

tekno(logi)-info(marsi)-kom (unikasi)/TIK, sosmed (sosial media) on-line, kita sudah menjadi khalifah Allah (QS,2:30) yang hidup semakin mudah.

Mudah mendalami dan membahas filsafat, ilmu pengetahuan, teknologi, dan humaniora. Mudah terkonek setiap waktu dan tempat. Mudah bertransaksi on-line dan digital. Mudah bersilaturahim. Tentu saja ini semua memberi  kedikdayaan  super, menyenangkan dan membahagiakan.
Sebaliknya, tentu saja cyber-crime, kejahatan-maya atau penyalahgunaannya, juga tak kalah dahsyatnya. Ibarat pisau tajam bermata  ganda. Satu mata, sempurna dapat digunakan untuk kemanusiaan, diri dan umat, dan atau sebaliknya mata yang satu lagi dapat  melukai, menyayat, mencederai dan bahkan menghancurkan.

Di dalam rentang waktu puasa Ramadhan, terasa sekali  kita dihadapkan kepada kemudahan itu. Terlepas dari gonjing-ganjing musiman pada penentuan awal Ramadhan, setelah itu semua akur.
Tidak ada lagi heboh  mau sahur, imsak dan subuh atau mau azan Magrib dan berbuka. Semua orang Muslim sudah punya kalender imsakiyah Ramadhan tiap rumah. Diksusi hangat tentang hisab dengan wujud al-hilal atau rukyat al-hilal  dengan amkanu al-rukyat, sudah dilupakan.  Paling tidak sampai puasa atau lebaran berikut lagi.

Akan halnya bagi kaum Muslim di belahan dunia lain. Sejak beberapa tahun lalu, komunitas muslim di Amerika dan Eropa mengatakan, kami kesulitan untuk mengambil libur kalau tidak menggunakan kalender tetap tahunan. Hal itu penting bagi mereka karena otoritas negara dan tempat mereka bekerja dan hal lainnya, tidak mungkin menunggu mereka melihat bulan kalau akan cuti awal Ramadhan atau Hari Raya Idul Fitri.

Di negeri mayoritas muslim yang otorisasi di tangan pemerintahan yang mempertimbangkan Islam, warga  muslim dapat toleransi dengan soal libur itu. Bila melihat bulan, besoknya libur, tentu tidak masalah.
Maka itu, kaum muslimin di negeri-negeri minoritas sudah memegang kalender Hijriyah yang berjangka panjang. Bahkan mereka sudah menyakinkan hari-hari pelaksanaan ibadah pokok jangka untuk seratus tahun ke depan.

Merekalah yang dapat secara rasional mempraktikkan Islam yang cocok untuk segala tempat, waktu dan zaman. Tentu tetap masih ada  komunitas muslim di beberapa negara di luar sana yang masih berpegang dengan cara tradisional. Tetapi jumlahnya semakin mengecil.

Kualitas ketaqwaan mereka menjadi terdongkrak ke atas, karena mereka harus berfikir kontinu dan konsisten. Itu tidak berarti semuanya menjadi mudah bagi mereka.
Pada puasa Ramadhan tahun ini, misalnya. Puasa jatuh dalam rangkaian  musim panas awal Juli dan awal Agustus. Mereka yang berpuasa di belahan utara Bumi seperti  Amerika, Canada, Alaska, begitu pula di  Eropa Barat, Utara, Timur, Cina dan Rusia,  termasuk beberapa Negara di Afrika,  bertepatan dengan musim panas. Matahari lebih lama muncul dan bersinar.  Siang lebih panjang. Bervariasi antara 16 sampai 21 jam, bahkan ada yang lebih.

Sebaliknya bila datang musim dingin, malamnya lebih pendek, bervariasi antara 10 ke 2 jam, bahkan ada yang sampai berminggu-minggu tidak ada malam harinya. Itu terjadi di negeri-negeri belahan kutub utara atau kutub selatan sana.

Mereka benar-benar diuji. Bukan hanya fisik tetapi lebih-lebih lagi mental. Secara fisik, menghadapi fluktuasi waktu yang amat ekstrim, sehingga menuntut daya tahan amat prima.

Secara mental, mereka harus menyesuaikan dengan daur kehidupan harian, mekanisme dan waktu bekerja serta keinginan untuk terus menerus menegakkan ibadah Ramadhan lebih lengkap.
Pada umumnya masyakarat negeri 4 musim lebih bahagia dengan musim panas dan agak prustrasi dengan musim dingin. Tetapi itu bagi mereka yang tidak wajib ibadah puasa.

Dengan begitu, secara kasat mata, kasat hati dan kasat logika, mereka yang hidup di negeri-negeri wilayah-wilayah tadi, kaum musliminnya mempunyai derjat tantangan yang sangat tinggi.

Boleh jadi karena itu, mereka akan ditempatkan dan menghasilkan derjat dan kualifikasi yang lebih tinggi pula dari pada  kaum muslimin di negeri tanpa musim, kecuali musim panas dan musim hujan atau musim kering dan basah.

Mereka yang terkahir ini, seperti di negeri sepanjang dan sekitar garis tengah bumi atau garis equator, hidup dalam  rentang waktu  siang-malamnya lebih konstan dan tak jauh berberbeda. Antara matahari terbit dan terbenamnya hanya terpaut antara 12 sampai 13 jam terus menerus.

Keadaan rutin itu terjadi sepanjang hari, minggu, bulan dan tahun. Inikah kemudahan  dan rahmat abadi? Atau kemanjaan? Terasa rahmat Allah dalam hal ini lebih besar kepada mereka yang di negeri tropis ini. Namun kualitas dan kuantitas ibadahnya, bagaimana? Mari berpacu dan berlomba dalam kebaikan. Fastabiqul khairat.

*Copy Posting 
Rabu, 17 Juli 2013 | 11:24 WIB dari http://www.klikpositif.com pada Kolom Shofwan Karim (Motivasi).

Jumat, 12 Juli 2013

INDONESIA KRISIS, (banyak) PENGUSAHA BUTUH ACOSYS !!!

Assalamualaikum... Sahabat 
beberapa waktu lalu saya (Bang Ori Gagah) melakukan perjalanan ke beberapa daerah, itupun dalam berbagai misi yang berbeda, namun yang menjadi inti perbincangan kita kali ini adalah betapa kagetnya saya ketika melihat Usaha Minimarket yang sudah mulai me"wabah" di beberapa tempat bahkan hingga ke daerah yang masih jauh dari pusat kota.

Mungkin sebagian besar orang Usaha seperti Minimarket/ Swalayan atau Mart merupakan Bisnis yang Prospektif, paradigma tersebut masuk akal,
Namun INGAT !!!



Usaha Seperti ini butuh "Pengawal" agar Srikulasi Keuangan dan Bisnis dapat di kontrol dengan aman.

nah... berbicara tentang "pengawal" yg mampu mebantu mengontrol Usaha atau Bisnis kita tersebut maka saya Menawarkan Software Manis bernama ACOSYS, 

Software ACOSYS menjadi Pusat Perhatian para Pebisnis dan Pengusaha di Indonesia bahkan jauh sebelum kemenangannya pada Kompetisisi Wirausaha Muda Mandiri di jakarta Convention Centre pada akhir tahun 2011 lalu.


Beberapa fitur unggul yang kami sediakan diantaranya pembuatan metode diskon, poin, hadiah, komisi salesman dan komisi pelaksana jasa yang sangat fleksibel, karena Anda bisa membuat rumus sendiri.

Acosys menyediakan 24 fitur unggul yang dapat dikombinasikan sesuai dengan kebutuhan Anda. Jika Anda ingin mandapatkan paket yang sesuai dengan kebutuhan Anda, silakan berkonsultasi dengan petugas kami untuk mendapatkan paket yang lebih sesuai di http://acosys.co.id/#!priceatau mengirimkan email ke marketing@acosys.co.id.

Software Acosys telah membantu ribuan perusahaan menjadi perusahaan yang lebih modern, efektif dan memacu pertumbuhan lebih cepat dari sebelumnya.

Acosys Sangat Sesuai Untuk Perdagangan Retail/Eceran & Grosir. Support Barcode Scanner, Printer Barcode, Cash Drawer, Pole Display! Modul Kasir, Stock, Hutang Piutang, Kas Bank, Laba Rugi, Nilai Persediaan Barang, Akunting, dll. Dapat Digunakan Pada Perusahaan Berskala Kecil Sampai Perusahaan Berskala Besar Dengan Banyak Cabang.
Termasuk Didalam Software Ini :
= Sofware TOKO (Distributor/ Dealer dan Maen Dealer)
= Software MINI MARKET
= Software BENGKEL (termasuk untuk Toko Part Mobil & Motor)
= Software SELULER
= Software APOTIK
= Software RUMAH SAKIT
= Software HOTEL
= Software Usaha LAUNDRY
= Software Usaha SPA/ Rumah Cantik
= Software Klinik
= Software RENTAL
= Dan Jenis Usaha lainnya.

Senin, 08 Juli 2013

"Belajar" sikap kepada Perampok Bank ini. (Baca dengan Hati-hati)

Sore itu seorang sahabat saya ALex Medani mengirimkan cerita yang bikin saya minta "ampun", hanya cerita saja tanpa ada judul, jika saya boleh memberikan judul maka saya akan tulis "belajar sikap kepada PERAMPOK".
judul ini sedikit Provokatif, namun ada benarnya kita belajar hal2 yang baik saja dari perampok ini.
menurut hemat saya (Bang Ori Gagah), ini perlu dibaca juga untuk teman-teman di Psikologi.
berikut ceritanya, Cekidotttt Gan ^_^




•• Suatu hari terjadi perampokan di bank. Perampok berteriak kpda semua orang di bank, "Jangan bergerak! Uang ini semua milik Negara. Hidup anda adalah milik anda.". Semua orang di bank kemudian tiarap. Hal ini disebut "Mind changing concept – Merubah cara berfikir". Semua orang berhasil merubah cara berfikir dari cara yang biasa menjadi cara kreatif.


•• Salah satu nasabah yang sexy mencoba merayu perampok. Tetapi malah membuat perampok marah dan berteriak, "Yang sopan mbak ! Ini perampokan bukan perkosaan!" Hal ini disebut "Being professional – Bertindak professional". Fokus hanya pada pekerjaan sesuai prosedur yang diberikan.

•• Setelah selesai merampok bank dan kembali ke rumah, perampok muda yang lulusan MBA dari universitas terkenal berkata kepada perampok tua yang hanya lulusan SD, "Bang, sekarang kita hitung hasil rampokan kita." Perampok tua menjawab, "Dasar bodoh. Uang yang kira rampok banyak, repot menghitungnya. Kita tunggu saja berita TV, pasti ada berita mengenai jumlah uang yang kita rampok." Hal ini disebut "Experience – Pengalaman". Pengalaman lebih penting daripada selembar kertas dari universitas.

•• Sementara di bank yang dirampok, si manajer bank berkata kepada kepala cabangnya untuk segera lapor ke polisi. Tapi kepala cabang berkata, "Tunggu dulu, kita ambil dulu 10 miliar untuk kita bagi dua. Nanti totalnya kita laporkan sebagai uang yang dirampok." Hal ini disebut "Swim with the tide – Ikuti arus". Mengubah situasi yang sulit menjadi keuntungan pribadi.

•• Kemudian kepala cabangnya berkata, "Alangkah indahnya jika terjadi perampokan tiap bulan. "Hal ini disebut "Killing boredom – Menghilangkan kebosanan". Kebahagiaan pribadi jauh lebih penting dari pekerjaan anda.

•• Keesokan harinya, berita di TV melaporkan uang 100 Miliar dirampok dari bank. Perampok menghitung uang rampokan dan perampok sangat murka "Kita susah payah merampok cuma dapat 20 Miliar, orang bank tanpa usaha dapat 80 M.

Sumber COPAS

Cari disini

Translate (Penterjemah)

Followers