Tampilkan postingan dengan label Konspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Konspirasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Juli 2013

"Belajar" sikap kepada Perampok Bank ini. (Baca dengan Hati-hati)

Sore itu seorang sahabat saya ALex Medani mengirimkan cerita yang bikin saya minta "ampun", hanya cerita saja tanpa ada judul, jika saya boleh memberikan judul maka saya akan tulis "belajar sikap kepada PERAMPOK".
judul ini sedikit Provokatif, namun ada benarnya kita belajar hal2 yang baik saja dari perampok ini.
menurut hemat saya (Bang Ori Gagah), ini perlu dibaca juga untuk teman-teman di Psikologi.
berikut ceritanya, Cekidotttt Gan ^_^




•• Suatu hari terjadi perampokan di bank. Perampok berteriak kpda semua orang di bank, "Jangan bergerak! Uang ini semua milik Negara. Hidup anda adalah milik anda.". Semua orang di bank kemudian tiarap. Hal ini disebut "Mind changing concept – Merubah cara berfikir". Semua orang berhasil merubah cara berfikir dari cara yang biasa menjadi cara kreatif.


•• Salah satu nasabah yang sexy mencoba merayu perampok. Tetapi malah membuat perampok marah dan berteriak, "Yang sopan mbak ! Ini perampokan bukan perkosaan!" Hal ini disebut "Being professional – Bertindak professional". Fokus hanya pada pekerjaan sesuai prosedur yang diberikan.

•• Setelah selesai merampok bank dan kembali ke rumah, perampok muda yang lulusan MBA dari universitas terkenal berkata kepada perampok tua yang hanya lulusan SD, "Bang, sekarang kita hitung hasil rampokan kita." Perampok tua menjawab, "Dasar bodoh. Uang yang kira rampok banyak, repot menghitungnya. Kita tunggu saja berita TV, pasti ada berita mengenai jumlah uang yang kita rampok." Hal ini disebut "Experience – Pengalaman". Pengalaman lebih penting daripada selembar kertas dari universitas.

•• Sementara di bank yang dirampok, si manajer bank berkata kepada kepala cabangnya untuk segera lapor ke polisi. Tapi kepala cabang berkata, "Tunggu dulu, kita ambil dulu 10 miliar untuk kita bagi dua. Nanti totalnya kita laporkan sebagai uang yang dirampok." Hal ini disebut "Swim with the tide – Ikuti arus". Mengubah situasi yang sulit menjadi keuntungan pribadi.

•• Kemudian kepala cabangnya berkata, "Alangkah indahnya jika terjadi perampokan tiap bulan. "Hal ini disebut "Killing boredom – Menghilangkan kebosanan". Kebahagiaan pribadi jauh lebih penting dari pekerjaan anda.

•• Keesokan harinya, berita di TV melaporkan uang 100 Miliar dirampok dari bank. Perampok menghitung uang rampokan dan perampok sangat murka "Kita susah payah merampok cuma dapat 20 Miliar, orang bank tanpa usaha dapat 80 M.

Sumber COPAS

Rabu, 29 Mei 2013

Catatan Pengungsian (al Ghuraba`)


Oleh: Bahrun Naim (pada 9 Agustus 2012 pukul 14:01)

Akhir tahun 2011 lalu, penjara tempatku ber uzlah kedatangan sebuah 'tamu' rombongan negara. Yaitu para pegungsi yang mencari suaka dari negara Afghanistan, Pakistan, Uzbekistan, Iraq, dll. Mereka berjumlah sekitar 180orang dan dipisahkan antara pengungsi pria dan wanita. Sebuah ironi ternyata, orang yang masuk ke dalam penjara memang belum tentu orang yang bersalah. Mereka tidak bersalah secara hukum, namun justru ditempatkan di sel penjara. Beberapa diantara mereka berusaha untuk lari melompati tembok penjara setinggi 5 meter.

Kebetulan sel tempatku menginap berada di ujung blok, melewati dua sel tempat para pengungsi tersebut berada. Mereka tinggal selama sebulan di penjara itu. Awalnya mereka ketakutan ketika kusapa, mereka menyangka aku termasuk taliban. Ku ketahui teryata diantara mereka pernah jadi 'korban' ketegasan Taliban. Mungkin barangkali setiap ku berangkat ke masjid mereka memperhatikanku yang berangkat mengenakan gamis, tidak seperti napi lainnya. Apalagi kasus sandiwara yang kuhadapi pada awalnya dituduh hendak menembak Obama presiden AS pada waktu itu yang berkunjung ke Indonesia tahun 2010 silam.

Awalnya pula, pihak petugas merasa kesulitan berkomunikasi dengan para pengungsi tersebut yang kebanyakan berbahasa arab, inggris, pastun, maupun urdu. Sehingga tiap ada komunikasi, petugas memanggilku sebagai translator dadakan. Tentu dengan kemampuan bahasa ala kadarnya, sekedar mengikuti situs berbahasa asing maupun menterjemahkan kitab-kitab asing.

Dari situlah, saya bertukar pemikiran degan para pengungsi tersebut. Diantara mereka ada yang berasal dari Iraq, tepatnya dari wilayah Basrah. Sebut saja namanya Bobby. Bobby tidak bisa berbahasa apapun kecuali arab saja. Ada pula pengungsi bernama ashraf dari Afghanistan. Ataupun Ahmad dari Uzbekistan, maupun Yusuf dari Pakistan.

Awalnya ku mendekati mereka sekedar mereka senantiasa menegakkan sholat dan meninggalkan maksiyat. Bisa dibayangkan pengungsi yang berhari hari tanpa salah dipenjara dalam sebuah sistem bernama badan PBB. Awalnya mereka nampak tidak menerima keadaan dimasukkan di jeruji penjara laksana pesakitan. Hari harinya dihabiskan hanya dengan melamun, dan merokok. Hingga akhirnya sholat mereka kembali tegak meski dibalik jeruji penjara.

Keadaanku jauh lebih baik. Karena setelah vonis, para narapidana bebas berkeliaran di sekeliling penjara. ada yang beraktifitas di bengkel kerja, ataupun di kantor kantor petugas sebagai tenaga pendamping maupun cmn sekedar ngendon di masjid untuk beribadah.

Dengan itulah perlahan mereka mulai terbuka, hingga suatu hari saya dipanggil mereka dengan sebutan Mollah. Mereka suka bercerita tentang keadaan mereka, anak istri mereka, dan cita-cita mereka. Mensenandungkan lagu lagu mereka, yang terkadang saya pun tak bisa memahami dialek mereka yang cepat dan heroik. Saat itulah kumencoba mengajarkan mereka dengan nasyid nasyid jihad. Sehingga seorang pengungsi dari Iraq pun menangis dengan sebuah lirik nasyid 'ya ayyuhas syahid'. Dia bertanya, dari manakah aku belajar lirik tersebut. Dari situlah mereka mulai akrab denganku.

Bobby menceritakan tentang wilayahnya, kerusakan negerinya akibat invasi AS, dll

Saya : saudaraku, musuh kita pada hakikatnya sama. Yaitu orang yang menjadikan negerimu hancur.

Bobby : itulah kenapa aku memilih keluar dari Iraq.

Saya : saudaraku, kotamu adalah kota para ulama. kota para pejuang, mengapa kau tinggalkan wilayah tersebut?

Bobby : karena iraq telah hancur.

Saya : di negeri ini saudaraku, hampir tidak ada kata penduduknya mengungsi. kami negeri pejuang pula yang akan tetap bertahan sampai darah penghabisan

ku lanjutkan. "Kami justru mencari kesyahidan, lupakah engkau lari dari pertempuran sama dengan membawa murka Allah".

Ia termenung lama, hingga meneteskan air mata. Kemudian ia bercerita tentang anak istrinya yang telah tiada. Aku nasehati dia untuk tetap dalam keimanan dalam negeri lain. Dan kembali melanjutkan fisabilillah dimanapun berada. Ia mengangguk keesokan harinya ia menampakkan kecerahan dan ingin senantiasa berbincang denganku.

Di lain waktu ada pengungsi dari Afghanistan, sebut saja namanya Ashraaf. Dia mengaku sebagai korban Taliban. Awalnya ia ketakutan bertemu denganku, namun akhirnya ashraaf mulai membuka diri.

Ashraaf : mollah, knp engkau dipenjara? tanyanya

Saya : fitnah akhi, fitnah akhir zaman, saya dituduh hendak menembak Obama.

Ashraaf : Obama presiden AS

Saya : begitulah fitnah mereka. Alhamdulillah, makar Allah lebih canggih. Saya sekedar mengaminkan apa yang menjadi keinginan mereka. Bisa jadi suatu saat Obama akan terbunuh

Ashraaf : Mengapa kau lakukan itu?

Saya : Obama, 1. pemimpin negeri kafir harb , 2. murtad dari agama nenek moyangnya.

Ashraaf : bukankah Obama 'muslim'

Saya : tidak ada negeri yag bersekutu dengan AS yang mampu sejahtera.

Ashraaf : mengapa engkau tak mengajar mengaji saja?

saya : setiap ilmu ada amalnya akhi. dan amal tertinggi dalam islam adalah fisabilillah

Ashraaf : apakah engkau kecewa dengan keadaan ini?

Saya : tidak, insya Allah, wal hamdulillah. Keadaan ini keadaan para ulama. Bagaimana denganmu ashraaf? saya kira taliban tidak akan menderamu bila engkau tidak berbuat salah?

Ashraaf : sebenarnya iya (benar), namun mereka telah mensakiti saya.

Saya : apakah engkau rela disiksa di akhirat daripada di dunia?

Ashraaf : tentu tidak, namun sikap mereka tidak baik

Saya : Engkau bisa berpikir bagaimana afghanitan kini dan pada saat taliban ada.

Ashraaf : hm....

Di lain waktu, ku berdiskusi dengan pengungsi dari Uzbekistan, mereka fasih berbahasa arab. Ku mengenali mereka dengan postur wajah dan tubuh yang berbeda daripada pengungsi lainnya.

Saya : apakah engkau dari xinjian?

ahmad : tidak, kaum uzbek

Saya : ah... wilayah imam bukhori, atau syaikh samarkandi

Ahmad : kau mengenalinya juga?

Saya : tentu, seluruh wilayah kaum muslimin satu. Hampir tidak ada bedanya ulama dari Makkah dengan dari Uzbekistan. Indonesia maupun Cordobi (qurtubi, cordova).

kuberikan sebuah naskah khutbah jumat berbahasa arab yang mengangkat tema tentang khilafah. Ia nampak mengrenyitkan dahinya.

Ahmad : apakah khilafah ada disini?

Saya : khilafah belum tegak saudaraku...

Ahmad : maksdku dakwah khilafah

Saya : bukankah itu kewajiban setiap muslim?

Ahmad : ada sebuah peristiwa beberapa tahun silam di negeri kami...

Saya : iya, kami sudah mendengarnya... insya Allah tiada lama khilafah akan tegak saudaraku.

Ahmad : ... Ma sya Allah. (insya Allah maksdnya)

Saya : inilah sebab seluruh muslim menderita. Termasuk engkau

Dilain waktu pula, ku berbicara dengan seorang pemuda tampan dari Waziristan, Ma'rokatul mujahid.

Fulan : mollah, lets talk a momment?

Saya : baru kali ini ada yg mengajak bicara bhs inggris.

Fulan : ia nampak tertawa, what your case mollah.

Saya : saya dituduh teroris, hanya karena saya berdakwah

Fulan : koq bisa.. bagaimana ceritanya

Saya : pada hakikatnya sama, hampir di seluruh wilayah kaum muslimin. para penguasa berbuat dzalim. pasti di tempatmu juga

Fulan : ditempatku, penguasa tidak dapat apa-apa?

Saya : maksdnya?

Fulan : asing terlalu berkuasa

Saya : bukankah waziristan, wilayah mujahid...

Fulan : pada faktnya demikian, namun penguasa pakistan selalu menggunakan kekuatan asing untuk menyerbu wilayah kami

Saya : bagai induk ayam yang menyerahkan anaknya sendiri ya?

Fulan : betul..

Saya : itulah penguasa kita, kita hanya menunggu satu penguasa terbaik. Yaitu Imam Mahdi

Fulan : hm.. kau mempercayainya?

Saya : kami akan berperang di belakang al Mahdi

Fulan : bagaimana dengan taliban?

Saya : saya rasa seluruh kaum muslimin yg hanif akan bergabung dan bersatu

Fulan : nampaknya tidak mudah menyatukan umat Islam

Saya : sulit bukan berarti tidak mungkin. Bila Allah berkehendak...

Ia mmberika secarik kertas bertuliskan emailnya, dan sebuah pesan "mollah, jangan lupaka kami". Kuberikan sebuah buku saku tentag amalan dzikir dalam penjara kutuliskan nama dan ia meminta fotoku. Kutuliskan pula sebuah pesan "jangan bermaksiyat"
dua bulan setelah mereka diberangkatkan ke negeri tujuan, kumendengar sebuah berita tentang kapal pengungsi yang tenggelam di selatan wilayah Trenggalek. Beberapa korban yang selamat kukenali, bahwa mereka orang orang yang pernah tinggal satu blok denganku ....

Sabtu, 25 Mei 2013

KENALILAH RAMPOK dan “RAMPOK” X FACTOR INDONESIA

RAMPOK
Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) adalah “orang yg mengambil dng paksa dan kekerasan barang milik orang”. lihat disini

Sementara "RAMPOK" di X FACTOR adalah Gelar yang diberikan kepada anak asuh Juri X Factor Bebi Romeo.

dan tulisan ini pun dimulai pada suatu malam,
biasanya jum`at malam sich, sebuah komplek sudah sepi, jalanan pada tampak lengang, kenapa??? karena hampir semua warga komplek tersebut telah berkumpul pada satu titik didepan benda persegi empat, dalam berbagai ukuran dan jenisnya. Yupzzz orang sekarang bilang TV LCD atau LED, whatever lah apapun namanya gak perlu dibahas lama-lama, karena yang menjadi perhatian besar dan antusiasme warga pada malam itu adalah melihat siapa yang keluar menjadi Pemenang pada Ajang Bakat X-FACTOR di salah satu stasiun televisi ternama.

Penampilan Fatin mendapatkan apresiasi positif dari para juri. Bahkan Bebi Romeo yang tak pernah memberikan pujian dengan titel “Rampok” kepada anak didiknya kali ini ia memberikan pujian tersebut kepada Fatin.

Fatin kamu RAMPOOOKK!! Tetap berjuang karena sainganmu malam ini berat,” teriak Bebi Romeo.


Perbincangan terjadi dari berbagai tempat, mulai dari Warung, Pos Satpam, Rumah, Handphone TV, atau TV online juga menjadi akses tak terbatas untuk bisa mengakses acara spektakuler tersebut, meskipun Pemenang X FAXCTOR malam tadi sudah Jelas, bahkan sudah menjadi perbincangan media entertaint, siapa lagi kalau bukan gadis 16 tahun, Fatin Shidqia Lubis. Tak tanggung-tanggung malam itu juga Fatin berhdapan dengan RAMPOK nya Bebi Romeo, nah…. Disini nih masalahnya timbul, sejak beberapa minggu bahkan bulanan lalu, ketika Bang Bebi Romeo menelurkan istilah “RAMPOK” untuk anak asuhnya di X Factor, terjadilah Krisis Kosata Kata atau bahkan Kerancuan Identitas dalam memaknai kata “RAMPOK” (meski saya bukan RAMPOK), namun Kata RAMPOK yang disematkan oleh Papa Bebi Romeo kepada Anak Asuhnya menjadi kata yang begitu “WOW” oleh sebagian besar masyarakat, salah satunya sekomplek warga yang saya bicarakan tadi.

Taukah Anda, identitas “RAMPOK” saat ini juga agak bergeser, Teriakan RAMPOK tidak begitu “ngeh” lagi untuk menjadi Perhatian Serius yang disertai dengan Aksi Kejar-kejaran dan suasana Tegang, namun Teriakan RAMPOK saat ini menjadi sangat lambat untuk di respon, karena harus terselip oleh Beberapa Musisi yang di asuh oleh Papa Bebi Romeo, seperti Novita Dewi dkk. Lalu apa masalahnyaaaa ???

sebenarnya gak masalah-masalah amat sich, Cuma pernahkah terbayang oleh Anda, ketika aksi RAMPOK benar-benar terjadi disebuah rumah, kemudian ada yang teriak “RAMPOOOOK…. RAMPOOOOK”, dan Beberapa Warga yang tidak melihat, mungkin didalam rumah, nonton TV, balas sms, lagi nelpon, atau si Satpam lagi duduk di pos istirahat sambil nonton TV.
dan IRONIS nya meraka semua bakal berpikir:

yang didalam Rumah tadi bilang:  “Wah… masih juga teriak Rampok, padahal Fatin udah jelas-jelas jadi Pemenang, huh

yang nonton TV dirumah sebelah juga bilang: “Masih ada juga yg dukung “RAMPOK” yaach, mantap

yang balas SMS, justru nyelipin tulisan di smsnya: “Yank… keknya yg dukung “RAMPOK” masih eksis nich, pake teriak-terika juga, hahaha

yang lagi nelpon tadi malah Justru bilang: “Hoooiiii Berisik ah, bilang RAMPOK jangan keras-keras dong gue lagi curhat nich, bikin kaget aja loe

terkahir Sang Satpam yang denger di Posnya bilang: “Gilaaa bener, Pendukungnya “RAMPOK” solid banget”.

Naaaaahhh…. Kalau udah begini tuh RAMPOK beneran juga bakal Bilang “HIDUP RAMPOOOOOK”, sambil berlari dengan kain sarung yang berisi berbagai barang hasil RAMPOKannya , Oalaaaaaaah -_-

#Jangan ditanggapi serius yaaa, ini hanya Opini Usil gue (Bang Ori Gagah) aje. Mumpung sore masih panjang dan adik FATIN keluar sebagai Pemenang, hehehe

Padang, 25 Mei 2013. 15:50 WIB di saat nyantai bikin skripsi.



Catatan: Bagaimana pun Juga yang namanya RAMPOK adalah aktivitas Kriminal & Kekerasan yang harus di TANGKAP !!!
Tingkatkan Kewaspadaan ANDA dan Tingkatkan Antusias Anda, Waspadalah !!! Waspadalah !!!

Senin, 11 Maret 2013

Mengungkap Doktrin Yahudi Dalam Ilmu Psikologi

Oleh: Pizaro (Aktif di Kajian Zionisme Internasional)

Mengapa kita harus terkejut ketika diberi fakta bahwa inti pelajaran-pelajaran di sekolah kita 95% adalah ajaran setanisme? Toh kita telah membuang Tuhan Yang Maha Esa dari sekolah-sekolah umum kita sudah sejak awal tahun 1960-an. Jadi, sekarang sekolah milik kita telah dibersihkan dari Tuhan selama tiga dekade, sekarang saatnya untuk memperkenalkan agama Anti-Kristus, murni Setanisme. Namun, pengenalan ini, setidaknya pada tahap awal, harus disamarkan, sehingga sebagian besar guru dan pengelola sekolah akan tertipu untuk sifat sejati ajaran ini. Jadi, Setanisme ajaran ini telah diperkenalkan ke sekolah-sekolah kita dengan kedok psikologi. (David Bay, Praktisi Pendidikan di Amerika).

Psyche Sebuah Warisan Kaballah: Membongkar Teologi Yahudi dalam Pencetusan Ilmu Psikologi

Yahudi & Psikologi

Anda tahu bagaimanakah sebenarnya istilah Psikologi muncul? Tolong jangan ambil buku psikologi anda dulu. Karena disitu anda tidak akan pernah menemukan jawaban yang sebenarnya saya inginkan. Atau karena jabatan anda mahasiswa, psikolog dan konselor mungkin dengan itu bisa sekedar meredakan ketidakoptimisan saya? Ya sekalipun anda mahasiswa strata satu, bergelar master, atau mungkin saudara anda bertitel Profesor Psikologi sekalipun. Ini bukan saya mengecilkan arti pribadi anda, atau saya pesimis tentang wawasan keilmuan anda. Saya yakin anda orang hebat, tapi saya tidak yakin kurikulum keilmuan kita selama ini menampilkan fakta apa adanya tanpa aurat. Karena sekarang kita sedang berbicara tentang bagaimana sebuah rahasia disusun rapih. Tentang sebuah makna konspirasi yang tidak bisa dibaca dengan mata telanjang. Tentang bagaimana sebuah perkumpulan bawah tanah yang sedang bergerak membangun dunia. Dan tentang bangunan sistem nilai yang tengah dirancang untuk membuat tatanan dunia baru dengan menyingkirkan sistem yang kita yakini.

Suatu ketika Almarhum Sukanto MM, salah seorang akademisi yang begitu konsen terhadap Psikologi, sekaligus pencetus Nafsiologi, merasa keheranan yang luar biasa. Ia begitu bingung kenapa nama Psikologi harus dicomot dari istilah Psyche, gubahan Plato, filosof Yunani Kuno klasik dari 25 abad yang lalu itu. Padahal Plato hanya memberikan sinyal Psyche dari hasil lamunan semata, bersifat insitingtif dan pastinya spekulatif. Jika ditelusuri lebih jauh Plato dalam hipotesanya membagi manusia menjadi tiga bagian, yakni, akal, afeksi, dan nafsu. Akal menjuntai dikepala, afeksi terletak di dada, dan nafsu berada di perut.

Almarhum Sukanto menangkap jelas bahwa struktur Psyche Plato mengalami invaliditas kebenaran ilmiah. Alhasil Psikologi Plato telah kadung dicap gagal untuk menyerap aspirasi publik modern yang haus atas nafas keshahihan sebuah ilmu.

Selanjutnya, pengajar di Universitas Islam Batik Solo tersebut mengatakan gagasan Aristoteles dengan Entelechi-nya sedikit lebih baik, ketimbang mengacu kepada trilogy Plato itu. Sebab spekulasi yang sifatnya elementer seperti yang Plato cetuskan amat sukar dibuktikan. Ini bisa dipahami karena konsep Niskala Plato menjadi rumit untuk diendus dengan kemampuan Inderawi. Dan mosi ketidakpercayaan atas Psikologi menjadi tidak terelakkan.

Fakta menarik ditemukan bahwa sedari dulu Aristoteles sebagai murid Plato sendiri memang meyangkal adanya psyche yang diurai gurunya tersebut. Menurut Aristoteles, entelechi dengan badan membentuk kesatuan total sebagai susunan monodualis, bukan susunan dikotomi seperti dugaan Plato. Nah lho… Mungkin Pak Kanto, ingin berujar, “Terus buat apa kita gembar-gembor kan kata Psikologi? Konyol bukan?”
Andai Pak Kanto masih hidup saya ingin sekali mengajaknya minum teh hangat ditemani roti di pinggiran kedai kopi dalam romansa Kota Solo yang militan. Sebagai alumnus jurusan Konseling dan beberapa kali terpaksa terjebak dalam Pengkajian Psikologi, sampai botak pun saya belum menemukan dalam buku studi ilmu jiwa tercanggih sekalipun bahwa sisi gelap mengungkapkan ternyata Plato adalah seorang penganut Kaballah Sejati. Jika anda belum mengenal Studi tentang Yahudi, singkatnya Kaballah adalah “satanic ideology” yang dari zaman Mesir Kuno dan hingga saat ini telah mewarnai pemikiran keilmuan dunia demi kelanggengan Hegemoni ajaran Yahudi. Mengacu pada mos tersebut, tak berlebihan bahwa nama Kaballah adalah sisi terpenting dalam entitas Sistem Nilai Yahudi yang akan menguasai dunia kelak. Kesemuanya itu popular dalam sebutan New World Order: Sistem Dajjal, kata Ahmad Thompson.

Seperti kepercayaan Mesir purba, Kabbalah menolak keras bahwa hakikat material terjadi dari yang sebelumnya tidak ada menjadi ada. Kabbalah juga memvonis penciptaan manusia ala Islam menjadi sebuah isu semata. Bagi Kaballah, manusia adalah reinkarnasi, persis seperti teori evolusi Darwin. Individu juga tidak boleh diatur dalam sekat-sekat agama, karena manusia haruslah bebas membuat apa saja yang mereka kehendaki. Bagaimana mungkin manusia menjadi ampuh untuk diatur sedangkan individu adalah pusat materi. Dari titik tolah inilah timbul gagasan humanisme yang dalam psikologi bernama psikologi humanistik.

Jama’ah Psikologi yang sejatinya atheis ini mencapai ribuan. Sayangnya didalamnya ada dosen, anggota Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI), pengurus Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN), anggota Ikatan Mahasiswa Muslim Psikologi (IMAMUPSI) sekalipun, sampai mahasiswa Ushuluddin, Bimbingan Konseling (BK) dan Psikologi semester tingkat akhir. Kata mereka, Psikologi Humanis lebih dekat dengan manusia. Ya betul, dekat dengan manusia, sekaligus jauh dari Tuhan. Mengutip apa kata Harun Yahya, Humanis yang sejatinya paham atheis ini telah berhasil menipu ilmuwan, apalagi mahasiswa. Pada edisi berikutnya insya Allah akan penulis bahas.

Untuk lebih jeli memperhatikan pergerakan mereka, David Livingstone harus sampai menulis sebuah artikel monumental berjudul, Plato The Kabbalist. Disitu ia menulis bahwa harus menjadi keprihatinan kita bahwa gurita Filsuf Kabbalis seperti Plato ini telah menjadi pilar banyak doktrin yang telah melanda abad kedua puluh. Dan konyolnya, satu-satunya alasan dia telah mencapai reputasi besar adalah bahwa dalam rimba sejarah Barat dan Timur, tradisi okultisme Plato telah dianggap sebagai “godfather” dari berbagai doktrin, dan sebagai wakil besar dari orang-orang yang berhubungan dengan tradisi kuno Kabbalah.

Pada sisi lain, ajaran Kaballah tanpa terendus mata kemudian berkembang biak dengan baik dalam alam konspirasi keilmuan yang dilakukan Freemasonry (perkumpulan rahasia Yahudi). Padahal tradisi tersebut bertentangan dengan semangat ilmu, sebab tradisi Kabballah berasal dari peradaban jahiliah Mesir Purba, Yunani Purba, dan Rom yang telah membangun pra konsepsi akan sebuah atheisme sains. Di mana mereka yang seperti Fir’aun ini tidak mengakui wujud dari Allah S.W.T. Cara mereka untuk melanggengkan jaran ini adalah dengan membina Heliopolis dan Memphis di mana tempat ini adalah sumber ilmu pengetahuan dan sains. Nama-nama seperti Pythagoras, Plato dan Cicero adalah sederetan filsuf yang menyertai Freemason ketika itu.

Majalah Mimar Sinan menyatakan tanggungjawab Fir’aun adalah mencari cahaya yakni ilmu. Ketika itu anggota Freemason berusaha membina kuil Sulaiman untuk memuluskan misi-misinya. Kisah ini ternyata tertangkap basah dan diberi garis bawah dengan jelas oleh Al- Qur’an pada surah Az-Zukhruf, ayat 54-55

“Maka Fir’aun mempengaruhi kaumnya (dengan perkataan itu) lalu mereka patuh kepadanya. Karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik. Maka tatkala mereka membuat Kami murka, Kami menghukum mereka lalu Kami tenggelamkan mereka semuanya (di laut). “

Secara gamblang, historitas pergerakan mereka seperti yang diendus Al Qur’an berkembang dengan tujuan gerakan Freemasonry secara umum memiliki empat visi yakni, Menghapus semua agama. Menghapus sistem keluarga. Mengkucarkacirkan sistem politik dunia. Selalu bekerja untuk menghancurkan kesejahteraan manusia.

Perdebatan Pscyhe dalam Teologi Kristen

Yang menarik adalah bahwa istilah ideology Kaballah dalam Psyche Plato sebelumnya sudah menjadi perdebatan sengit dalam teologi Kristen. Dalam sebuah catatan dari Wisma Gembala, dikisahkan bahwa Pada 300 tahun sebelum kelahiran Kristus, Alexander Agung (Iskandar Agung), merambah dan menjajah banyak negeri. Dari Yunani dia bergerak menaklukkan seluruh Asia Barat, lalu menaklukkan Afghanistan, bahkan sempat memasuki India, sebelum penjelajahannya berakhir.

Selama ratusan tahun, negeri Israel berada di bawah penjajahan Yunani (sebelum penjajahan Romawi), sehingga pada masa Yesus, bahasa Yunani menjadi bahasa sehari-hari di Israel. Masuk jugalah budaya dan ajaran Yunani ke dalam pemahaman para pengajar Israel di kala itu.

Selanjutnya di catatan itu dijelaskan bahwasanya Guru-guru bangsa Yunani adalah ahli-ahli filsafat yang dihormati kendati mereka tidak mengenal dan tidak mengakui Tuhannya orang Yahudi. Mereka hanya mengakui dewa-dewi. Yang Maha Tinggi, dan mereka beri sebutan ‘Theos’.

Pada esensinya, Filosof Yunani menganut paham bahwa manusia terdiri atas dua bagian saja atau biasa disebut teori Manusia-2-unsur. Pertama, unsur yang kasat mata (baca: tubuh) dan unsur yang tidak-kasat-mata yang dalam filosofi Yunani kemudian disebut ‘psyche’ dan dalam bahsa Indonesia dikenal dengan aksioma jiwa. Paham filsafat Yunani ini mengajarkan lebih jauh bahwa ‘psyche’ adalah sesuatu yang abadi dan pasti tidak dapat binasa. Hal ini tertuang dalam buku “Memperkenalkan Theologia Perjanjian Baru” hlm.72 karangan A.M.Hunter yang menjelaskan bahwa:

“Berikutnya, Kebangkitan itu menunjukkan kekalahan maut. Ini memerlukan pendefinisian yang hati-hati. Mari kita menjelaskannya dengan mengatakan, bahwa orang Kristen pertama tidak mengatakan bahwa Kebangkitan itu suatu pembuktian dramatis kebenaran bahwa manusia tinggal hidup sesudah kematian: seolah-olah suatu bukti lagi yang ditambahkan kepada serentetan bukti-bukti tentang keabadian jiwa (suatu doktrin yang bukan Yahudi, melainkan Yunani).”

Dari sini kita menjadi paham bahwa dari pemikiran filsafat Socrates dan Plato (dua orang filosof Yunani) berkembanglah apa yang kita kenal selama ini, yakni Ilmu Psikologi! Wisma gembala menjelaskan bahwa sejatinya psikologi bukanlah sbeuah ilmu yang kita bayangkan sebelumnya. Selama ini kita mencicipi definisi psikologi sebagai sebuah disiplin ilmu yang mempelajari perilaku dengan metode ilmiah. Namun sejatinya psikologi tak bisa berkelit ketika tertangkap tangan tengah mencoba melenyapkan Tuhan di dalam seluruh pengajarannya dan menjalankan nilai-nilai kebadian khas Kabbalis! Baik teori intelegensi, teori kepribadian, teori sosial, atau praktik konseling.

Itu memang menjadi keniscayaan hingga kini. Bayangkan Calvin Hall dan Gardner Lindzey saja dalam tiga jilid bukunya tak satupun merumuskan tiga aliran Psikologi yang menyertakan Tuhan dalam tampilan yang sebetulnya. Setali tiga uang, John Nevid dalam Psikologi Abnormal-nya pun demikian. Ivan Pavlov lebih gila lagi mencoba menyebut manusia sebagai binatang. Sigmund Freud? jangan ditanya, orang shalat saja dibilang sakit. Ini semua bermula dari gagasan materialisme dan humanisme yang dipelajari dan dipraktekan para psikolog terhadap pasien-nya dan konselor kepada anak didiknya.

Selanjutnya, dari fakta penjajahan Yunani ini serta fakta bahwa Perjanjian Baru awalnya di tuliskan di dalam bahasa Yunani, terjadilah perembesan paham. Menurut teologi Kristen inilah rupanya yang mengakibatkan masuknya istilah ‘psyche’ (Indonesia: ‘jiwa’) ke dalam Perjanjian Baru. Di dalam Perjanjian Baru, istilah ‘jiwa’ ditemukan dalam 34-ayat, tetapi yang paling tersohor adalah yang dianggap menopang Teori Manusia yang terdiri dari 3 unsur. Pertama dalam Matius .10:28

“Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.”

Dan kedua dalam Ibrani.4:12,

“Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.”

Selanjutnya dapat diuraikan bahwa dalam waktu yang bersamaan, di Israel masih terpelihara pengajaran dari filsafat agama Yahudi, yang mengajarkan bahwa manusia terdiri atas dua bagian juga: bagian yang kasat mata (Indonesia: tubuh) dan yang tidak-kasat-mata (Ibrani: ‘ruach’; Indonesia: ‘roh’ atau ‘nafas-kehidupan’). Ini adalah Teori Manusia 2 unsur yang berasal dari Filosof Yunani, yang tidak mengakui hadirnya roh-roh. Dengan tidak mengakui adanya roh, ajaran ini juga tidak mengakui adanya Tuhan. Sebab Roh adaah bagian dari Tuhan.

Apa yang menjadi kekhawatiran para penganut Kristiani dalam melihat Psikologi sebenarnya tidak lepas dari andil ideologi humanisme yang mengklaim bahwa manusia bertanggung jawab besar terhadap keberadaannya. Kaum Kabbalis menolak intervensi Tuhan dan turut serta menyanjung Iblis sebagai alam yang membawa pencerahan atau akrab disebut dengan istilah Lucifer.

Kaum Kabbbalis mempercayai bahwa kekuasaan yang berasal dari cahaya, api dan matahari merupakan simbolisasi dari iblis. Namun tentunya mereka tampil tidak dengan rupa yang menakutkan, karena Lucifer kemudian melahirkan Illuminati yang berjalan dengan baju indah tapi bernama ideologi sains tanpa Tuhan.

Kesemuanya hadir atas nama ilmiah, demi sebuah objektifitas. Dan kita semakin mengerti bahwa istilah ilmu itu objektif dan mestilah empiric, lahir dari gagasan ini, termasuk psikotes yang sarat positivistik. Seperti yang sudah penulis uraikan, bahwa kesemua itu pada dasarnya adalah tipuan semata dan taktik bagaimana Barat ingin membunuh Tuhan tanpa meninggalkan jejak.

Dialektika Psyche dalam perdebatan teologi Kristen menjadi semakin menarik untuk diungkap, karena pada dasarnya Psyche ini memiliki andil terbesar untuk menjerumuskan kaum Kristiani dalam rimba sains minus Tuhan yang sebelumnya tidak pernah dibayangkan oleh Gereja.

Jika kita teliti mendalam, kekhawatiran itu sebenarnya tidak saja mendera Gereja. Kita bisa menyimpulkan bahwa Istilah Psyche inilah yang memiliki pengaruh besar dalam perjalanan Psikologi. Studi ilmu yang hakikatnya dalam Islam dinilai sebagai upaya mendekatkan kita kepada jalan takwa, diubah sedemkian rupa untuk menjatuhkan umat muslim pada lubang yang ditutupi daun bernama misi menghapus agama. Korbannya adalah kita-kita semua, murid kita, anak kita, dan lebih bahaya lagi masa depan serta akidah kita

Jalan terang dari Islam untuk melawan Hegemoni Yahudi

David Livingstone melihat doktrin Kabbala kepada hal yang lebih mendalam lagi. Bahwa filsafat yang kadung kita sebut sebagai pucuk ilmu, ternyata semata-mata merupakan perampasan ide-ide dari orang Majus Babel, yang pada gilirannya dipengaruhi oleh ide-ide Kabbalistik Yahudi awal.

Tanpa dinyana thesa Livingstone telah merasuk ke puluhan ribu fakultas dan jurusan Psikologi yang ada di dunia, termasuk seratusannya bercokol di Negara penduduk Muslim ini. Adnin Armas MA dalam sebuah kesempatan pada kajian keislaman di INSIST mengungkapkan sebuah fakta. Ia mengungkapkan sebuah perjalanan ilmu yang coba disangkutkan kepada Sistem Peradaban Yunani. Isitah-isitlah ilmu yang mestinya menjadi domain yang khas Islam, tak bisa dielakkan selalu dibenturkan kepada peradaban Yunani. Kita ketahui bersama bahwa isitlah segala ilmu dan peradaban kerap diacarikan akarnya dari peradaban Yunani, seperti contoh Demokrasi, dari kata Yunani Demos Kratos. Antropologi, anthropos dan logos. Padahal secara jujur filosofi yunani tidak menyumbangkan makna “Tuhan” bagi umat Islam. Cenderung merusak dan jauh dari harapan.

Ditambahkan oleh Armas, mengutip atas apa yang diteliti oleh Adi Setia dalam Thesisnya di ISTAC, Malaysia, bahwa peradaban Yunani ternyata tidak berdiri tunggal. Corak filsafat Yunani memiliki rumpun yang muaranya bisa “diprovokasi” pada pengaruh kuat peradaban Mesir Kuno. Sebuah peradaban yang sebelumnya telah eksis.

Balik kepada perdebatan awal, istilah Psyche yang diungkapkan oleh Plato, memang tidak hanya mengalami kecacatan ilmiah dalam literature saintifika, tapi juga menjadi semakin terang kekeliruannya ketika Islam ikut bermain untuk menjawab dalam carut marut ini. Dalam warisan epistemologi Islam, gagasan Psyche tidaklah menegasikan tentang arti Tuhan.

Pak Sukanto Mulyomartono dalam bukunya Nafsiologi Suatu Pendekatan Alternatif atas Psikologi, lebih khusus menampik aksara psyche dan menyebut psikologi dengan istilah baru, yakni “Nafsiologi.” Penggunaan istilah ini disebabkan objek kajian psikologi dalam Islam adalah al-nafs, yaitu aspek psikopisik pada diri manusia. Term al-nafs tidak dapat disamakan dengan term soul atau psyche dalam psikologi kontemporer Barat dan Plato, sebab al-nafs merupakan gabungan antara substansi jasmani dan substansi ruhani, sedangkan soul atau psyche hanya berkaitan dengan aspek psikis manusia.

Sukanto melanjutkan bahwa jika Psyche adalah simbiosa hasil pikiran manusia, maka nafsiologi membahas nafs yang pengertiannya diambil dari Al Qur’an. Abdul Mujib, Profesor Psikologi Islam dari UIN Jakarta, melihat bahwa nafs dalam konteks ini berarti psikofisik manusia, yang mana komponen jasad dan ruh telah bersinergi, tidak terpisah seperti apa kata Plato. Apabila ia berorientasi pada jasad, maka perilakunya akan buruk, tetapi apabila mengacu pada natur ruh kehidupannya akan menjadi baik. Pada momen ini manusia memiliki kebebasan berkehendak yang memungkinkan manusia secara sadar mengarahkan dirinya ke arah keluhuran dan kesesatan.

Berbeda dengan Psikologi modern saat ini, Islam membicarakan aspek-aspek dan perilaku kejiwaan manusia. Aspek-aspek kejiwaan dalam Islam berupa al-ruh, al-nafs, al-kalb, al-`aql, al-dhamir, al-lubb, al-fu’ad, al-sirr, al-fithrah, dan sebagainya. Masing-masing aspek tersebut memiliki eksistensi, dinamisme, proses, fungsi, dan perilaku yang perlu dikaji melalui al-Qur’an, al-Sunnah, serta dari khazanah pemikiran Islam.

Sejatinya, Islam tidak hanya menekankan perilaku kejiwaan, melainkan juga apa hakekat jiwa sesungguhnya. Sebagai satu organisasi permanen, jiwa manusia bersifat potensial yang aktualisasinya dalam bentuk perilaku sangat tergantung pada daya upaya (ikhtiyar)-nya. Dari sini nampak bahwa Islam mengakui adanya kesadaran dan kebebasan manusia untuk berkreasi, berpikir, berkehendak, dan bersikap secara sadar, walaupun dalam kebebasan tersebut tetap dalam koredor sunnah-sunnah Allah SWT. Gagasan seperti ini tidak ada dalam literature Barat.

Mujib menambahkan bahwa nafs mempunyai potensi gharizah yang dalam arti etimologi berarti insting, naluri, tabiat, perangai, kejadian laten, ciptaan, dan dapat dipecah menuju tiga bagian, yakni (a) qalb yang berkaitan dengan rasa atau emosi. (b) Akal yang berkaitan dengan cipta dan kognisi, dan (c) nafsu yang berhubungan dengan karsa atau konasi.

Satu hal yang membantah konsep psikologi saat ini, bahwa dalam Islam jiwa selalu mengakui adanya kebenaran dari Allah. Konsep fitrah yang menjadi trademark Islam dengan jelas disebut oleh al-Ghazali ketika mengurai nafs. Al-Ghazali menyatakan bahwa kalbu memiliki jiwa ruhani yang disebut kalbu ruhani. Karakteristiknya menurut al-Ghazali menarik untuk disimak:

1. Ia memiliki insting yang disebut annur al ilahi (cahaya ketuhanan) dan al bashirah al bathiniah (mata batin) yang memancarkan keimanan dan keyakinan.

2. Ia diciptakan oleh Allah sesuai dengan fitrah asalnya dan berkecendrungan menerima kebenaranNya.

Dengan konsep fitrah, Islam memandang bahwa semua manusia adalah baik dan manusia selalu ingin kembali kepada Kebenaran Sejati (Allah). Ini dipertegas dalam al-Qur’an, surat al A’raaf/7: 172.

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku Ini Tuhanmu?” mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuban kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap Ini (keesaan Tuhan)”,

Plato juga tidak bisa menampik bahwa Ruh adalah elemen yang penting dalam skala jiwa manusia. Dimana Ruh adalah nyata sesuai yang tertuang dalam Al Qur’an.

“Dan Maryam puteri Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) Kami; dan dia membenarkan kalimat Tuhannya dan Kitab-kitab-Nya; dan adalah dia termasuk orang-orang yang taat.”(Surat At Tahrim ayat 12)

Para ulama klasik juga menyusuri gagsan tentang Ruh dalam struktur kehidupan manusia. Ibnu Taimiyyah, misalnya menyatakan bahwa kata al-ruh juga digunakan untuk pengertian jiwa (nafs). Ruh yang mengatur badan yang ditinggalkan setelah kematian adalah ruh yang dihembuskan ke dalamnya (badan) dan jiwalah yang meninggalkan badan melalui proses kematian. Ruh yang dicabut pada saat kematian dan saat tidur disebut ruh dan jiwa (nafs). Begitu pula yang diangkat ke langit disebut ruh dan nafs. Ia disebut nafs karena sifatnya yang mengatur badan, dan disebut ruh karena sifat lembutnya. Kata ruh sendiri identik dengan kelembutan, sehingga angin juga disebut ruh.

Sedangkan Ibnu Qayyim al-Jauziyah menggunakan istilah ruh dan nafs untuk pengertian yang sama. Nafs (jiwa) adalah substansi yang bersifat nurani ‘alawi khafif hayy mutaharrik atau jism yang mengandung nur, berada di tempat yang tinggi, lembut, hidup dan bersifat dinamis. Jizm ini menembus substansi anggota tubuh dan mengalir bagaikan air atau minyak zaitun atau api di dalam kayu bakar. Selama anggota badan dalam keadaan baik untuk menerima pengaruh yang melimpah di atasnya dari jism yang lembut ini, maka ia akan tetap membuat jaringan dengan bagian-bagian tubuh. Kemudian pengaruh ini akan memberinya manfaat berupa rasa, gerak dan keinginan.

Di dalam ayat yang lain, Allah menyebut Al-Qur’an dengan ruh, dan salah satu makna ruh di sini adalah segala yang menjadikan hati hidup penuh dengan makna. Sebagaimana halnya tubuh, jika di dalamnya ada ruh maka dia akan hidup dan jika ruh keluar dari badan maka dia akan mati. Allah SWT berfirman, yang artinya:

Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu ruh (wahyu/Al-Qur’an) dengan perintah Kami.Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al-Kitab (Al-Qur’an) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al-Qur’an itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.،¨ (QS. Asy-Syuraa: 52)

Sayyid Quthb juga mendelegasikan pandangannya tentang penamaan Al-Qur’an dengan ruh berdasarkan firman Allah: “(Dialah) Yang Maha Tinggi derajat-Nya, Yang mempunyai ‘Arsy, Yang memberi ruh dengan (membawa) perintahNya kepada siapa yang dikehendakiNya di antara hamba-hambaNya, supaya dia memperingatkan (manusia) tentang hari pertemuan (hari kiamat).” (QS. Ghafir: 15) Redaksi yang digunakan dalam ayat ini mengisyaratkan dua hal: pertama, bahwa wahyu (Al-Qur’an) adalah ruh dan kehidupan bagi manusia, tanpa ruh ini manusia tidak akan bisa hidup dengan baik dan benar.

Kedua, bahwa wahyu itu turun dari tempat yang tinggi kepada siapa yang dipilih dari hamba-hamba-Nya. Redaksi ini bertepatan dengan sifat Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.

Dengan begini gagasan Plato tentang Psyche dan Psikologi jelmaan Kaballah saat ini menjadi terbantahkan. Hegemoni kaballah dalam epistemology Psikologi mengalami dua problem vital yang harus menjadi pusat perhatian para ilmuwan Muslim. Pertama karena gagasan psyche Plato dan derivate psikologi saat ini menggiring opini kita untuk mengingkari keberadaan Tuhan, dan lebih-lebih tidak hanya itu psikologi saat ini mencoba membunuh Tuhan serta mempromosikan nilai-nilai Kaballah.

Kedua, warisan Kaballah mencoba melanggengkan determenisme materi asbolut yang tidak diciptakan dari ketiadaan, tapi sudah ada. Ini berbenturan dari konsep manusia dalam Islam bahwa manusia diciptakan dari ketiaadaan. Al Ghazali dalam Kitab Kimiatus Sa’adahnya sampai harus mengingatkan perkara seperti ini dalam Bab Marifatullah-nya dengan sebuah ayat,

Tidakkah manusia tahu bahwa sebelumnya ia bukan apa-apa (76: 1)

Dengan melihat persekongkolan jilid awal dalam psikologi ini, tentunya hegemoni Yahudi belumlah usai, masih banyak derivate dari nilainya yang berkamuflase dalam psikologi dan konseling kedepannya. Semangat untuk melawannya haruslah menjadi ijtihad semua umat muslim, baik mahasiswa, dosen, akademisi, ulama, dan sebagainya. voa-islam.com

Sabtu, 09 Maret 2013

War On Terrorisme: antara FAKTA & PROPAGANDA

War On Terrorisme : Antra Fakta dan Propaganda


Bom Misterius, dunia bungkam, IRONIC


  • Perang melawan teroris di Indonesia terkait   dengan kampanye The Global War on Terrorism yang dilakukan Bush sesaat setelah tragedi 911 (penghancuran WTC dan Pentagon September 2001)

  • Bush menyatakan: “either you are with us or with terrorist” “If you are not with us, you are againts us”

  • Tragedi 911 diklaim Bush dilakukan oleh jaringan teroris al Qaida pimpinan Osama bin Laden

Pertanyaan Penting: Benarkah Tragedi 911 dilakukan al Qaida????



Keanehan Penghancuran WTC (The Real Truth – Hard Evidence Exposed (Jerry D. Gray, 2003)

  • Mengapa CNN bisa siaran langsung?

  • Tidak ada penumpang Arab dalam manifes

  • Sembilan (9) Orang yang dituduh membajak ternyata masih hidup dan hari itu tidak di AS

  • Marc Bernback, staf Fox News yang menayangkan langsung adegan ini mengatakan, pesawat yang menyerang tower selatan itu tidak memiliki jendela. Berarti, itu bukan pesawat penumpang, tapi pesawat kargo. Marc menggambarkan pesawat itu berwarna biru dengan logo bulat di depan pesawat. “Sepertinya pesawat itu bukan berasal dari bandara umum,” tambahnya sambil berspekulasi, bahwa “Pesawat itu mungkin berasal dari bandara militer.”

  • Ada Rudal menempel di perut bagian bawah pesawat.

  • Para saksi menyebut ada demolisi sengaja.

  • Dalam  “The Film makers Commemorative Edition”,  yang mengisahkan tentang para petugas pemadam kebakaran New York yang dibuat oleh Gedeon dan Jules Naudet, ada petugas PMK yang membeberkan analisa tentang adanya bahan peledak dalam jumlah besar yang ditanam di Menara Utara dan Selatan. “Lantai demi lantai satu persatu rontok, ini biasanya terjadi jika bom itu dipasang dengan tujuan merontokkan bangunan itu

  • Para reporter memberikan laporan pandangan mata. “Kami mendengar bunyi ledakan keras, dan kini kami melaporkan ledakan kedua.“, “Oh kini nampaknya ada empat ledakan, atap menara itu baru saja runtuh. “

Gedung Pentagon, ditabrak Boeing 757?

  • Tidak ada kerusakan rumput.

  • Dimensi kerusakan gedung lebih kecil daripada dimensi pesawat.

  • Kerusakan hanya pada bangunan lapis luar dan sedikit bangunan lapis kedua.

  • Komputer, kertas, buku, meja dan sebagainya di sisi bangunan yang hancur masih utuh. Bagaimana mungkin?.

  • Tidak ada bangkai pesawat, kursi, mayat manusia, barang-barang bagasi.

  • Apa yang sesungguhnya telah terjadi? Apa yang telah menimbulkan ledakan?.

Jadi Siapa Sebenarnya Pelaku Tragedi 991 ??? Osama atau mala Bush ???

Dave von Kleist (editor In Plane  Site, 2004) menyatakan: Bush telah membohongi Amerika dan dunia. Tragedi 911 tidak mungkin dihancurkan oleh terorisAda keterlibatan militer AS dalam Tragedi 911 berkonspirasi dengan media massa (CNN, NBC, Fox News dll).

The Global War on Terrorism adalah Propaganda Hitam (Black Propaganda):

Kedok untuk menutupi maksud sesungguhnya: (yaitu) Perang Melawan Islam !!!

BUKTI:

  • Lebih 90% dari daftar Foreign Terrorist Organization (FTO) yang mereka buat adalah orang dan kelompok Islam;

  • Definisi terorisme hanya ditujukan kepada kelompok Islam. AS, Inggeris, Australia, Israel serta Bush, Blair, Howard, Ariel Sharon yang melakukan kekerasan di Irak, Afganistan, Palestina tidak disebut teroris.

  • Bila Imam Samudra yang telah membom sepenggal jalan di Legian – Bali, mengakibatkan ratusan orang tewas, ratusan luka-luka, ratusan bangunan hancur disebut teroris. Lantas apa sebutan yang layak untuk Bush yang bukan hanya menghancurkan sepenggal jalan di Baghdad tapi seluruh kota. Bahkan bukan hanya Baghdad tapi seluruh Irak, yang menimbulkan bukan  hanya ratusan tapi puluhan ribu tewas?

  • Imam Samudra mengaku keliru sasaran, dan untuk kekeliruannya itu ia dihukum mati. Bush menyerang Irak katanya untuk menghancurkan WMD, tapi nyatanya tidak ada. Jadi Bush keliru. Dan apa hukuman untuk kekeluran itu? Tidak ada!!!



War on Terrorism: War on Islamic Ideology (kampanye Perang melawan Terrorisme sebenarnya adalah Perang melawan Ideologi Islam)

  • Presiden AS, George W Bush, 6/10/2005 menyamakan perang melawan terorisme saat ini dengan perang melawan komunisme. Baginya, ideologi pembunuh Islam radikal adalah tantangan terbesar dari abad baru kita.

  • Deputi Menhan AS, Paul Wolfowitz, ”Saat ini, kita sedang bertempur melawan teror-perang yang akan kita menangkan. Perang yang lebih besar yang kita hadapi adalah perang pemikiran. Jelas suatu tantangan, tapi juga harus kita menangkan.’‘ (sumber: Bridging the Dangerous Gap between the West and the Muslim world, U.S. Defense: 2002)

  • Donald Rumsfeld, Menhan AS, ‘‘Jika tentara AS keluar dari Irak segera, Irak akan menjadi surga bagi teroris dan menjadi basis penyebaran Negara adidaya Islam yang akan mengancam dunia…. Irak akan menjadi basis negara Khilafah yang baru yang akan meluas ke Timur Te-ngah…(sumber: Washingtonpost.com, 5 Desem-ber 2005)



Mereka menyebut ISLAM sebagai Ideologi Setan.

  • Islam  disebut PM Inggeris, Tony Blair, di hadapan Konggres Partai Buruh, sebagai ideologi iblis (BBC News, 16 Juli 2005).

Ada 4 kriteria ideologi Iblis:

1.      Ingin mengeliminasi Israel;

2.      Mengenyahkan dominasi Barat dari Dunia Islam;

3.      Menjadikan syariat Islam sebagai sumber hukum, di bawah satu kekhilafahan untuk seluruh dunia;

4.      Bertentangan dengan nilai-nilai liberal (Barat)



  • Dalam The Clash of Civilization (1996) Huntington menyatakan, “Bagi Barat, yang menjadi musuh utama bukanlah fundamentalisme Islam, tapi Islam itu sendiri.

Barat Membidik Islam:

  • Presiden Israel Herzog di depan Knesset menyatakan, “Penyakit (Islam fundamentalis) sedang menyebar secara cepat dan merupakan sebuah bahaya tidak hanya untuk masyarakat Yahudi, tapi juga bagi kemanusiaan secara umum” (The Guardian, 19 Juni 1992).

  • PM Simon Peres, “Setelah tumbangnya komunisme, fundamentalisme telah menjadi bahaya paling besar bagi kita”.

  • Samuel P Huntington, dalam bukunya Who Are We? (2004): Islam militan telah menggantikan posisi Uni Soviet sebagai musuh utama AS.



Allah berfirman:  “Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup.” (Q.s. al-Baqarah [02]: 217)



Bukti Lain: Dokumen Penting AS Pasca 11 September

  • 17 September 2002, setahun pasca peristiwa 11 September 2001, Gedung Putih mengeluarkan dokumen penting setebal 31 halaman, The National Security Strategy of the United States of America (Sumber: Foreign Affairs, September-Oktober 2002).Isinya AS ingin menjadi polisi dunia dan akan bertindak unilateral dalam menghadapi ancaman teroris serta senjata pemusnah massal, bila negara- negara lain tidak bersedia diajak serta. AS juga akan menggunakan kekuatan militernya untuk mengatur tatanan global.

Grand strategy baru AS yang dicanangkan sejak berakhirnya Perang Dingin ini memiliki tujuh elemen. Lima dari tujuh elemen itu adalah:

Pertama, mempertahankan dunia unipolar, dan harus mencegah munculnya kompetitor baru di Eropa dan Asia.

Kedua, terorisme merupakan ancaman baru.

Ketiga, mengganti konsep pencegahan (deterrence) Perang Dingin. Saat ini, pencegahan, kedaulatan, dan perimbangan kekuatan harus berjalan bersama. Karena ancaman saat ini bukan negara adikuasa, tapi jaringan teroris transnasional.

Keempat, memaknai ulang arti kedaulatan. Karena kelompok-kelompok teroris tidak dapat ditangkal. AS harus disiapkan untuk melakukan intervensi di mana-mana, kapan saja bertindak lebih dahulu menghancurkan ancaman.

Kelima, AS perlu memainkan peran langsung dan leluasa untuk memusnahkan ancaman.

George W Bush sendiri sudah menyatakan, serangan 11 September 2001 telah memaksa AS mengeluarkan konsep keamanan nasional baru, yang dikenal dengan Preemptive strike.

Jadi, Peristiwa 11 September sengaja direka untuk menjadi justifikasi lahirnya doktrin politik luar negeri baru AS, yaitu  Preemptive Strike. Sebagai alat untuk menekan Dunia Islam, Guna melanggengkan dominasi Barat.

Mengapa Barat MembidikIslam?

  • Negeri Islam adalah wilayah yang kaya sumber daya alam dan strategis secara geopolitis.

  • Lebih 70% cadangan minyak dunia yang sangat vital itu ada di dunia Islam.

  • Belum lagi sumber daya alam lain (emas, timah, tembaga, batubara, dan sebaganya).

  • Posisi negeri Islam (wilayah timur tengah, Asia Tenggara, Asia Tengah, Asia Selatan) berada pada titik-titik penting secara geografis, ekonomi dan militer.

  • Menguasai dunia Islam berarti menguasai pasokan energi dan SDA lain serta menguasi posisi strategis dunia.

  • Karenanya harus terus dikuasai!



Mengapa Islam Dibidik?

  • Islam juga adalah peradaban (hadharah) yang lebih unggul (Samuel P Huntington, the Clash of Civilization: 1996);

  • Peradaban Islam mempunyai konsepsi kehidupan yang khas dan unik; berbeda dengan Sosialisme maupun Kapitalisme, baik  di bidang politik, pemerintahan, ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, pertahanan, keamanan, maupun yang lain.

  • Islam adalah satu-satunya agama dan ideologi yang sesuai dengan fitrah ma-nusia, memuaskan akal dan menente-ramkan jiwa. Karena diturunkan oleh Dzat yang Maha Tahu akan fitrah, akal dan jiwa ciptaan-Nya.

  • Dengan sumber daya manusia yang sangat besar (lebih dari 1,4 milyar), lebih besar dari pemeluk agama manapun

  • Dengan sumberdaya alam yang sangat melimpah lebih dari wilayah manapun

  • Dengan posisi geografis yang sangat strategis secara ekonomi, politik dan militer

  • Dengan Islam sebagai pandangan hidup yang sempurna dan basis ideologi serta sistem politik yang khas

  • Maka Islam dan Dunia Islam bakal menjadi rival potensial yang akan mengancam dominasi Barat di masa mendatang pasca era perang dingin

“Maka sebelum membesar harus dipukul dulu. Dengan cara melemahkan dunia Islam:

  • Kekayaan sumberdaya alam dihisap (minyak didikuasai, emas diangkut, dan sebagainya)

  • Wilayah Islam diduduki atau dipasang penguasa yang mau tunduk kepada mereka

  • Umat Islam diadudomba dengan politik belah bambu (dikotomi Islam radikal – Islam moderat, dsb)

  • Pemikiran disimpangkan, disesatkan, diracuni melalui penyebaran virus pemikiran sekularisme, liberalisme, dan pluralisme.

  • Semua tindakan mereka dilegitimasi atas nama demokratisasi, penegakan HAM, kebebasan (liberalisme) dan perang melawan teroris.

  • Islam didiskreditkan.



Aksi Terorisme di Indonesia: Jihad melawan AS?

  • Semakin banyak bom, semakin aneh. Bila itu dikatakan sebagai perlawanan terhadap AS, tapi tak satupun bom yang mengenai instalasi penting AS di Indonesia.

Ada operasi besar yang melakukan 5 i (infiltrasi, radikalisasi, provokasi, aksi dan stigmatisasi)

1.      Infiltrasi ke dalam kelompok  Islam yang memiliki semangat perlawanan

2.      Dibuat radikal atau lebih radikal dengan doktrin jihad yang diselewengkan

3.      Diprovokasi untuk melakukan Aksi disertai pengelabuhan informasi (tentang Bali, hotel Marriot dsb)

4.      Sehingga tercipta stigmatisasi negatif (ada terorisme di Indonesia, terkait dengan Islam, khususnya Jihad, alumni pesantren dsb)

5.      Semua diperlukan sebagai alat justifikasi untuk membuat UU Antiteroris, UU Intelijen, pengawasan pesantren, perubahan kurikulum, penekanan terhadap kelompok yang dianggap radikal dsb.

Guna melemahkan umat Islam.

Apa Ideologi Setan Sebenarnya?

Ideologi Barat, Kapitalisme, ideologi setan, penebar perang, penghisap kekayaan, penjajah.. (Sumber:  Jamil Salmi, violence and democatic society, p. 71-72).

  • Intervensi Barat ke negara lain antara 1798-1895 M sebanyak 103 kali; 1896-1945 sebanyak 57 kali; 1945-2001 sebanyak 218 kali.

  • Sebagai Otak Kudeta Berdarah di: Iran (1953), Guatemala (1954), Kuba (1961 dan 1971), Brazil (1964), Indonesia (1965), Yunani (1967), Chili (1973), Angola (1974-1975), Jamaika (1975), Grenada (1983), Nikaragua (sejak 1984).

  • Sebagai Pendukung Pemerintahan Represif di: Honduras (1954), Libanon (1958), Thailand (1959), Laos (1959-1969), Ethopia (1960), Korsel (1960), Guyana (1963), Vietnam (1964), Republik Dominika (1962), Kambodia (1970), Elsavador (sejak 1980).

Ideologi setan, Kapitalisme, menghisap keka-yaan penduduk dunia, sehingga menghasilkan (Sumber:  Jamil Salmi, violence and democatic society, p. 131-141):

  • 1 Milyar orang miskin di Dunia Ketiga;

  • 650 Juta orang di dunia berada dalam kondisi kelaparan;

  • 250.000 anak meninggal dunia/minggu, atau 1 juta jiwa anak meninggal/bulan akibat kurang gizi atau gizi buruk (malnutrisi);

  • Tahun 1955: Pendapatan perkapita Negara Industri USD 4940, sedangkan Dunia Ketiga hanya USD 340. Tahun 1980: Pendapatan perkapita Negara Industri USD 17,080 sementara Dunia Ketiga hanya USD 750.

  • Tahun 2003: AS mengeruk minyak dunia sebanyak 360 Juta barel/bulan untuk menutupi kebutuhan-nya (sumber: US Department of Energy: 1999).

Islam Rahmat Bagi Sekalian Alam, Bukan Ideologi Setan

  • Islam agama yang kaffah; berisi akidah dan syariah. Darinya, lahir peradaban yang agung dan mulia, dengan tatanan politik, pemerintahan, hukum, ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, pertahanan dan keamanan yang unik dan khas.

  • Dunia penuh kedamaian di bawah naungan peradaban yang agung ini sepanjang 14 abad, setelah peradaban ini membebaskan dunia dari perbudakan, eksploitasi dan penindasan sepan-jang berabad-abad..

  • Terorisme dan Terorisme Negara sama-sama di-haramkan Islam. Terorisme bukan jihad, dan jihad juga bukan terorisme. Islam mengajarkan jihad —bahkan menetapkannya sebagai mahkota Islam (dzarwah sanam)— dan mengharamkan teroris-me.

  • Jihad, menurut syariat Islam, adalah Qital al-Kuffar fi sabilillah li I’lai kalimati-Llah, yang memiliki hukum dan akhlak yang mulia (sumber: al-Jazairi, al-Fiqih ‘ala al-Madzahib al-Arba’ah).

  • Jihad adalah perang di jalan Allah; sasarannya orang Kafir yang memusuhi dan menghalangi Islam; motivasinya untuk menjunjung kalimah Allah.

  • Jihad merupakan langkah terakhir setelah:

ü  Dakwah untuk memeluk Islam yang disampaikan kepada mereka ditolak;

ü  Dakwah untuk bersedia hidup dalam naungan Islam, dengan tetap memeluk agama dan keyakinannya mereka tolak;

ü  Jika kedua alternatif tadi mereka terima, maka mereka haram diperangi;

ü  Atau ketika umat Islam diperangi secara fisik, seperti di Palestina, Afganistan, dan Irak

  • Islam tidak mengajarkan umatnya memusuhi bangsa atau etnis, karena semuanya merupakan fitrah yang diciptakan oleh Allah (Q.s. al-Hujurat [49]: 13).

  • Islam hanya memusuhi pandangan Kufur yang dipaksakan kepada umatnya, dan umat lain, sehingga menolak kebenaran ilahi (Islam). Maka, penolakan umat Islam pada ideologi setan dan nilai-nilai Barat adalah aspirasi intelektual dan politik yang sah dari setiap Muslim, karena bertentangan dengan identitas dan peradaban Islam. Sebagaimana mereka sendiri juga menolak penjajahan, globalisasi dan perang, karena bertentangan dengan nilai kemanusiaan.

Dalam berjihad, diharamkan membunuh anak-anak, wanita, orang tua, merusak bangunan, rumah ibadah, pohon, dll…

Bandingkan dengan invasi AS, Inggeris dan sekutunya. Di Irak:

ü  Ratusan ribu anak-anak, wanita, orang tua dan penduduk sipil lain tewas;

ü  Ribuan anak-anak lahir cacat, akibat radiasi senjata pemusnah masal yang mereka gunakan;

ü  Ribuan bangunan hancur dan porak-poranda; kesucian al-Qur’an dan masjid diinjak-injak, kehormatan wanita dicabuli..

Inikah peradaban sampah yang mereka agung-agungkan, dan hendak dijual di negeri kaum MUslim?

Jadi, siapa Teroris Sebenarnya? (jawab sendiri dengan jujur)

Lantas,

Apa Yang Harus Dilakukan Umat Islam Sekarang ?

Ø Mewujudkan persatuan dan kesatuan umat yang solid: Jangan sampai dipecah belah. Islam hanya satu; Islam is Islam.

Ø Umat Islam harus memiliki kesadaran yang sahih tentang Islam (Aqidah, Syariah, Ibadah, Mua`malah), dan kesadaran politik yang tinggi (Khilafah).

Ø Metode dakwah untuk melakukan perubahan adalah:

ü Fikriyah (intelektual),

ü Siyasiyyah (politis),

ü Laa madiyah (non-kekerasan) dalam jamaah yang solid…

Alhamdulillahi rabbil al-’alamin, wallahu a`lam.

(di sunting dari Power Point: War On Terrorisme : Antra Fakta dan Propaganda, Ust. Muhammad Ismail Yusanto)

Cari disini

Translate (Penterjemah)

Followers