Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Oktober 2020

LINGKUNGAN YANG TEPAT - SELF REMINDER

 

Seorang Anak Muda sedang membersihkan aquarium Paman nya, ia memandang ikan arwana agak kebiruan dengan takjub..
Tak sadar Pamannya sudah berada di belakangnya.. "Kamu tahu berapa harga ikan itu?". Tanya sang Paman..
.
"Tidak tahu". Jawab si Anak Muda..
.
"Coba tawarkan kepada tetangga sebelah!". Perintah sang Paman.

Ia memfoto ikan itu dan menawarkan ke tetangga..
Kemudian kembali menghadap sang Paman. .
"Ditawar berapa ?" tanya sang Paman. .
"50.000 Rupiah Paman". Jawab si Anak Muda dengan mantap.
.
"Coba kau tawarkan ke toko ikan hias!!". Perintah sang Paman lagi.
.
"Baiklah Paman". Jawab si Anak Muda. Kemudian ia beranjak ke toko ikan hias..
.
"Berapa ia tawar ikan itu?". Tanya sang Paman.
.
"800.000 Rupiah Paman". Jawab si Anak Muda dengan gembira, ia mengira sang Paman akan melepas ikan itu.
.
"Sekarang coba kau tawarkan ke Juragan Joni Rahman, bawa ini sebagai bukti bahwa ikan ini sudah pernah ikut lomba". Perintah sang Paman lagi. "Baik Paman". Jawab si Anak Muda. Kemudian ia pergi menemui Pak Joni yang dikatakan Pamannya. Setelah selesai, ia pulang menghadap sang Paman.
.
"Berapa ia menawar ikannya?".
.
"50 juta Rupiah Paman".
.
Ia terkejut sendiri menyaksikan harga satu ikan yang bisa berbeda-beda..
.
"Nak, aku sedang mengajarkan kepadamu bahwa kamu hanya akan dihargai dengan benar ketika kamu berada di lingkungan yang tepat". "Kita semua adalah orang biasa dalam pandangan orang-orang yang tidak mengenal kita". "Kita adalah orang yang menarik di mata orang yang memahami kita". "Kita istimewa dalam penglihatan orang-orang yang mencintai kita". "Kita adalah pribadi yang menjengkelkan bagi orang yang penuh kedengkian terhadap kita". "Kita adalah orang jahat di dalam tatapan orang-orang yang iri akan kita". Pada akhirnya, setiap orang memiliki pandangannya masing masing terhadap kita, maka tak usahlah bersusah payah supaya kelihatan baik dimata orang. Tapi berusahalah terus melakukan kebaikan dan menjalankan apapun dengan keikhlasan.

Senin, 28 November 2016

Jomblo tiba tiba Menikah VS Pacaran tapi belum Menikah juga


Jomblo itu tidak enak tapi tidak enaknya cuma kadang-kadang, tidak enaknya pas lagi diledikin sama temen-teman dan ketika malam minggu karena semua yang punya pasangan pada keluar buat kencan, selebihnya semuanya nyama-nyaman aja menjadi jomblo.

Kalaupun boleh diberi pilihan, kamu pasti memilih untuk lama menjomblo tidak terdengar pacaran tapi langsung nikah. Daripada pacaran tapi tak juga nikah-nikah.

Dengar Kabar Temenmu Yang Jomblo Mau Nikah Kamu Pasti Kagetkan? Tapi Denger Kabar Temanmu Yang Gak Jomblo Mau Nikah Pasti Biasa-Biasa

Kamu pasti tidak akan kaget kalau dengar kabar temenmu yang tidak jomblo nyebar undangan. Tapi kamu pasti akan kaget begitu dengar kabar atau dapat undangat dari temenmu yang gak jomblo mau nikah?
Buat Kamu Yang Udah Punya Pasangan Jangan Sibuk Nanyain Kapan Punya Pasangan Sama Si Jomblo
Kamu gak tau kalau nantinya kamu bakalan didului sama si jomblo untuk nikah duluan. Karenanya jangan ikut-ikutan kepoin si jomblo kapan mau punya gebetan atau menyebut mereka tidak laku. Entar giliran dia ‘laku’ nemu pasangan dia akan duluan ke pelaminan.

Jangan Terlalu Bangga Pamer-Pamer Bahagianya Punya Pasangan di Hadapan Mereka Yang Jomblo Karena Memang Bikin Iri.

Saat kamu pamer punya pasangan itu enak, jomblo itu memang merasa iri tapi kadang-kadang tidak selalu. Mereka tidak akan iri sama kamu ketika kamu ribet harus bertengkar dulu sama pacarmu hanya karen ingin main atau kumpul sama teman-temanmu.

Bukankah Antara Jomblo Sama Yang Sudah Punya Pasangan Itu Memiliki Kesamaan?

Ada kesamaan antara kamu yang sudah punya pasangan sama mereka yang masih jomblo. Kesamaannya sama-sama masih belum menikah, dia yang saat ini sama kamu juga belum tentu bakalan jadi jodohmu, bisa saja pacarmu yang sekarang jodohnya temenmu yang sekarang sedang jomblo.

Bukankah Lebih Baik Jomblo Tau-Tau Nikah Daripada Pacaran Gak Nikah-Nikah.

Bukankah lebih baik sendiri aja dulu kalau memang tidak mau cepat-cepat menikah? daripada membuang-buang waktu pacaran kesana kemari, iya kalau ujung-ujungnya jadi jodoh kalau pada akhirnya putus? ngenes juga akhirnya, malah bakalan lebih ngenes dari yang sekarang ini dirasakan oleh para jomblo.

sumber: duapah

Kamis, 13 Februari 2014

SEJARAH VALENTINE DAY, MAKSIAT BERBUNGKUS KASIH SAYANG


Oleh: Hj. Irene Handono

Meski nasihat-nasihat, imbauan-imbauan para ulama, ustadz-ustadzah tentang Valentine selalu didengungkan tiap bulan Februari, tapi ternyata masih banyak orang tua para remaja yang masih berpemahaman salah tentang Valentine’s Day. Valentine hanya dianggap sebagai budaya remaja modern saja. Padahal ada bahaya besar di balik Valentine yang siap menerkam para remaja. Ini yang tidak disadari para orang tua.

Tiap bulan Pebruari remaja yang notabene mengaku beragama Islam ikut-ikutan sibuk mempersiapkan perayaan Valentine. Walau banyak ustad-ustazah memperingatkan nilai-nilai akidah Kristen yang dikandung dalam peringatan tersebut, namun hal itu tidak terlalu dipusingkan mereka. "Aku ngerayain Valentine kan buat fun-fun aja...." begitu kata mereka.

Tanggal 14 Pebruari dikatakan sebagai ‘Hari Kasih Sayang’. Apa benar? Mari kita tilik sejarahnya.

Siapakah Valentine?

Tidak ada kejelasan, siapakah sesungguhnya yang bernama Valentine. Beragam kisah dan semuanya hanyalah dongeng tentang sosok Valentine ini. Tetapi setidaknya ada tiga dongeng yang umum tentang siapa Valentine.

Pertama, St Valentine adalah seorang pemuda bernama Valentino yang kematiannya pada 14 Pebruari 269 M karena eksekusi oleh Raja Romawi, Claudius II (265-270). Eksekusi yang didapatnya ini karena perbuatannya yang menentang ketetapan raja, memimpin gerakan yang menolak wajib militer dan menikahkan pasangan muda-mudi, yang hal tersebut justru dilarang. Karena pada saat itu aturan yang ditetapkan adalah boleh menikah jika sudah mengikuti wajib militer.

Kedua, Valentine seorang pastor di Roma yang berani menentang Raja Claudius II dengan menyatakan bahwa Yesus adalah Tuhan dan menolak menyembah dewa-dewa Romawi. Ia kemudian meninggal karena dibunuh dan oleh gereja dianggap sebagai orang suci.

Ketiga, seorang yang meninggal dan dianggap sebagai martir, terjadi di Afrika di sebuah provinsi Romawi. Meninggal pada pertengahan abad ke-3 Masehi. Dia juga bernama Valentine.

Ucapan ”Be My Valentine”

Ken Sweiger dalam artikel “Should Biblical Christians Observe It?” mengatakan kata “Valentine” berasal dari Latin yang berarti : “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa”. Kata ini ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi. Maka disadari atau tidak, -tulis Ken Sweiger- jika kita meminta orang menjadi “to be my Valentine”, hal itu berarti melakukan perbuatan yang dimurkai Tuhan (karena memintanya menjadi “Sang Maha Kuasa”) dan menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala. Dalam Islam hal ini disebut syirik, artinya menyekutukan Allah Subhannahu wa Ta’ala. Adapun Cupid (berarti: the desire), si bayi bersayap dengan panah adalah putra Nimrod “the hunter” dewa Matahari. Disebut Tuhan Cinta, karena ia rupawan sehingga diburu wanita bahkan ia pun berzina dengan ibunya sendiri!

Tradisi penyembah berhala

Sebelum masa kekristenan, masyarakat Yunani dan Romawi beragama pagan yakni menyembah banyak Tuhan atau Paganis-polytheisme. Mereka memiliki perayaan/pesta yang dilakukan pada pertengahan bulan Pebruari yang sudah menjadi tradisi budaya mereka. Dan gereja menyebut mereka sebagai kaum kafir.

Di zaman Athena Kuno, tersebut disebut sebagai bulan GAMELION. Yakni masa menikahnya ZEUS dan HERA. Sedangkan di zaman Romawi Kuno, disebut hari raya LUPERCALIA sebagai peringatan terhadap Dewa LUPERCUS, dewa kesuburan yang digambarkan setengah telanjang dengan pakaian dari kulit domba.

Perayaan ini berlangsung dari 13 hingga 18 Pebruari, yang berpuncak pada tanggal 15. Dua hari pertama (13-14 Februari) dipersembahkan untuk Dewi Cinta (Queen of Feverish Love) Juno Februata. Di masa ini ada kebiasaan yang digandrungi yang disebut sebagai Love Lottery/Lotre pasangan, di mana para wanita muda memasukkan nama mereka dalam sebuah bejana kemudian para pria mengambil satu nama dalam bejana tersebut yang kemudian menjadi kekasihnya selama festival berlangsung. Seiring dengan invasi tentara Roma, tradisi ini menyebar dengan cepat ke hampir seluruh Eropa.

Hal ini menjadi penyebab sulitnya penyebaran agama Kristen yang saat itu tergolong sebagai agama baru di Eropa. Sehingga untuk menarik jemaat masuk ke Gereja maka diadopsilah perayaan kafir pagan ini dengan memberi kemasan kekristenan. Maka Paus Gelasius I pada tahun 469 M mengubah upacara Roma Kuno Lupercalia ini menjadi Saint Valentine's Day.

Ini adalah upaya Gelasius menyebarkan agama kristen melalui budaya setempat. Menggantikan posisi dewa-dewa pagan dan mengambil St Valentine sebagai sosok suci lambang cinta. Ini adalah bentuk sinkretisme agama, mencampuradukkan budaya pagan dalam tradisi Kristen. Dan akhirnya diresmikanlah Hari Valentine oleh Paus Gelasius pada 14 Pebruari di tahun 498.

Bagaimanapun juga lebih mudah mengubah keyakinan masyarakat setempat jika mereka dibiarkan merayakan perayaan di hari yang sama hanya saja diubah ideologinya. Umat Kristen meyakini St Valentino sebagai pejuang cinta kasih. Melalui kelihaian misionaris, Valentine’s Day dimasyarakatkan secara internasional.

Jelas sudah, Hari Valentine sesungguhnya berasal dari tradisi masyarakat di zaman Romawi Kuno, masyarakat kafir yang menyembah banyak Tuhan juga berhala. Dan hingga kini Gereja Katholik sendiri tidak bisa menyepakati siapa sesungguhnya St Valentine. Meskipun demikian perayaan ini juga dirayakan secara resmi di Gereja Whitefriar Street Carmelite di Dublin-Irlandia.

Valentin di Indonesia

Valentine’s Day disebut ‘Hari Kasih Sayang’, disimbolkan dengan kata ‘LOVE’. Padahal kalau kita mau jeli, kata ‘kasih sayang’ dalam bahasa inggris bukan ‘love’ tetapi ‘Affection’. Tapi mengapa di negeri-negeri muslim seperti Indonesia dan Malaysia, menggunakan istilah Hari Kasih Sayang. Ini penyesatan.

Makna ‘love’ sesungguhnya adalah sebagaimana sejarah GAMELION dan LUPERCALIA pada masa masyarakat penyembah berhala, yakni sebuah ritual seks/perkawinan. Jadi Valentine’s Day memang tidak memperingati kasih sayang tapi memperingati love/cinta dalam arti seks. Atau dengan bahasa lain, Valentine’s Day adalah HARI SEKS BEBAS.

Dan pada kenyataannya tradisi seks bebas inilah yang berkembang saat ini di Indonesia. Padahal di Eropa sendiri tradisi ini mulai ditinggalkan. Maka, semua ini adalah upaya pendangkalan akidah generasi muda Islam.


Inilah yang dikatakan Samuel Zweimer dalam konferensi gereja di Quds (1935): “Misi utama kita bukan menghancurkan kaum Muslim. Sebagai seorang Kristen tujuan kalian adalah mempersiapkan generasi baru yang jauh dari Islam, generasi yang sesuai dengan kehendak kaum penjajah, generasi malas yang hanya mengejar kepuasan hawa nafsu”.

Rabu, 27 November 2013

10 KISAH CINTA MENGGUGAH JIWA


1. Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az-Zahra
Cinta Ali dan Fatimah luar biasa indah, terjaga kerahasiaanya dalam sikap, ekspresi, dan kata, hingga akhirnya Allah menyatukan mereka dalam suatu pernikahan. Konon saking rahasianya, setan saja tidak tahu menahu soal cinta di antara mereka. Subhanallah.

Ali terpesona pada Fatimah sejak lama, disebabkan oleh kesantunan, ibadah, kecekatan kerja, dan paras putri kesayangan Rasulullah Saw. itu. Ia pernah tertohok dua kali saat Abu Bakar dan Umar ibn Khattab melamar Fatimah sementara dirinya belum siap untuk melakukannya. Namun kesabarannya berbuah manis,lamaran kedua orang sahabat yang tak diragukan lagi kesholehannya tersebut ternyata ditolak Rasulullah Saw. Akhirnya Ali memberanikan diri. Dan ternyata lamarannya kepada Fatimah yang hanya bermodal baju besi diterima.

Di sisi lain, Fatimah ternyata telah memendam cintanya kepada Ali sejak lama. Dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa suatu hari setelah kedua menikah, Fatimah berkata kepada Ali: “Maafkan aku, karena sebelum menikah denganmu. Aku pernah satu kali merasakan jatuh cinta pada seorang pemuda dan aku ingin menikah dengannya”. Ali pun bertanya mengapa ia tetap mau menikah dengannya, dan apakah Fatimah menyesal menikah dengannya. Sambil tersenyum Fathimah menjawab, “Pemuda itu adalah dirimu”

2. Umar bin Abdul Aziz
Umar bin Abdul Aziz, khalifah termasyhur dalam Bani Umayyah, suatu kali jatuh cinta pada seorang gadis, namun istrinya, Fatimah binti Abdul Malik tak pernah mengizinkannya menikah lagi. Suatu saat dikisahkan bahwa Umar mengalami sakit akibat kelelahan dalam mengatur urusan pemerintahan. Fatimah pun datang membawa kejutan untuk menghibur suaminya. Ia menghadiahkan gadis yang telah lama dicintai Umar, begitu pun si gadis mencintai Umar. Namun Umar malah berkata: "Tidak! Ini tidak boleh terjadi. Saya benar-benar tidak merubah diri saya kalau saya kembali kepada dunia perasaan semacam itu,"

Umar memenangkan cinta yang lain, karena memang ada cinta di atas cinta. Akhirnya ia menikahkan gadis itu dengan pemuda lain. Tidak ada cinta yang mati di sini. Karena sebelum meninggalkan rumah Umar, gadis itu bertanya, "Umar, dulu kamu pernah mencintaiku. Tapi kemanakah cinta itu sekarang?" Umar bergetar haru, tapi ia kemudian menjawab, "Cinta itu masih tetap ada, bahkan kini rasanya lebih dalam!"

3. Abdurrahman ibn Abu Bakar
Abdurrahman bin Abu Bakar Ash Shiddiq dan istrinya, Atika, amat saling mencintai satu sama lain sehingga Abu Bakar merasa khawatir dan pada akhirnya meminta Abdurrahman menceraikan istrinya karena takut cinta mereka berdua melalaikan dari jihad dan ibadah. Abdurrahman pun menuruti perintah ayahnya, meski cintanya pada sang istri begitu besar.

Namun tentu saja Abdurrahman tak pernah bisa melupakan istrinya. Berhari-hari ia larut dalam duka meski ia telah berusaha sebaik mungkin untuk tegar. Perasaan Abdurrahman itu pun melahirkan syair cinta indah sepanjang masa:

Demi Allah, tidaklah aku melupakanmu
Walau mentari tak terbit meninggi
Dan tidaklah terurai air mata merpati itu
Kecuali berbagi hati
Tak pernah kudapati orang sepertiku
Menceraikan orang seperti dia
Dan tidaklah orang seperti dia dithalaq karena dosanya
Dia berakhlaq mulia, beragama, dan bernabikan Muhammad
Berbudi pekerti tinggi, bersifat pemalu dan halus tutur katanya

Akhirnya hati sang ayah pun luluh. Mereka diizinkan untuk rujuk kembali. Abdurrahman pun membuktikan bahwa cintanya suci dan takkan mengorbankan ibadah dan jihadnya di jalan Allah. Terbukti ia syahid tak berapa lama kemudian.

4. Rasulullah Saw. dan Khadijah binti Khuwailid

Teladan dalam kisah cinta terbaik tentunya datang dari insan terbaik sepanjang masa: Rasulullah Saw. Cintanya kepada Khadijah tetap abadi walaupun Khadijah telah meninggal. Alkisah ternyata Rasulullah telah memendam cintanya pada Khadijah sebelum mereka menikah. Saat sahabat Khadijah, Nafisah binti Muniyah, menanyakan kesedian Nabi Saw. untuk menikahi Khadijah, maka Beliau menjawab: “Bagaimana caranya?” Ya, seolah-olah Beliau memang telah menantikannya sejak lama.

Setahun setelah Khadijah meninggal, ada seorang wanita shahabiyah yang menemui Rasulullah Saw. Wanita ini bertanya, "Ya Rasulullah, mengapa engkau tidak menikah? Engkau memiliki 9 keluarga dan harus menjalankan seruan besar."

Sambil menangis Rasulullah Saw menjawab, "Masih adakah orang lain setelah Khadijah?"

Kalau saja Allah tidak memerintahkan Muhammad Saw untuk menikah, maka pastilah Beliau tidak akan menikah untuk selama-lamanya. Nabi Muhammad Saw menikah dengan Khadijah layaknya para lelaki. Sedangkan pernikahan-pernikahan setelah itu hanya karena tuntutan risalah Nabi Saw, Beliau tidak pernah dapat melupakan istri Beliau ini walaupun setelah 14 tahun Khadijah meninggal.

Masih banyak lagi bukti-bukti cinta dahsyat nan luar biasa islami Rasulullah Saw. kepada Khadijah. Subhanallah.

5. Rasulullah Saw. dan Aisyah
Jika Rasulullah SAW ditanya siapa istri yang paling dicintainya, Rasul menjawab, ”Aisyah”. Tapi ketika ditanya tentang cintanya pada Khadijah, beliau menjawab, “cinta itu Allah karuniakan kepadaku”. Cinta Rasulullah pada keduanya berbeda, tapi keduanya lahir dari satu yang sama: pesona kematangan.

Pesona Khadijah adalah pesona kematangan jiwa. Pesona ini melahirkan cinta sejati yang Allah kirimkan kepada jiwa Nabi Saw. Cinta ini pula yang masih menyertai nama Khadijah tatkala nama tersebut disebut-sebut setelah Khadijah tiada, sehingga Aisyah cemburu padanya.

Sedangkan Aisyah adalah gabungan dari pesona kecantikan, kecerdasan, dan kematangan dini. Ummu Salamah berkata, “Rasul tidak dapat menahan diri jika bertemu dengan Aisyah.”

Banyak kisah-kisah romantis yang menghiasi kehidupan Nabi Muhammad dan istrinya, Aisyah. Rasul pernah berlomba lari dengan Aisyah. Rasul pernah bermanja diri kepada Aisyah. Rasul memanggil Aisyah dengan panggilan kesayangan ‘Humaira’. Rasul pernah disisirkan rambutnya, dan masih banyak lagi kisah serupa tentang romantika suami-istri.

6. Thalhah ibn ‘Ubaidillah
Berikut ini kutipan kisah Thalhah ibn ‘Ubaidillah.

Satu hari ia berbincang dengan ‘Aisyah, isteri sang Nabi, yang masih terhitung sepupunya. Rasulullah datang, dan wajah beliau pias tak suka. Dengan isyarat, beliau Shallallaahu ‘Alaihi wa Sallam meminta ‘Aisyah masuk ke dalam bilik. Wajah Thalhah memerah. Ia undur diri bersama gumam dalam hati, “Beliau melarangku berbincang dengan ‘Aisyah. Tunggu saja, jika beliau telah diwafatkan Allah, takkan kubiarkan orang lain mendahuluiku melamar ‘Aisyah.”

Satu saat dibisikannya maksud itu pada seorang kawan, “Ya, akan kunikahi ‘Aisyah jika Nabi telah wafat.”

Gumam hati dan ucapan Thalhah disambut wahyu. Allah menurunkan firmanNya kepada Sang Nabi dalam ayat kelimapuluhtiga surat Al Ahzab, “Dan apabila kalian meminta suatu hajat kepada isteri Nabi itu, maka mintalah pada mereka dari balik hijab. Demikian itu lebih suci bagi hati kalian dan hati mereka. Kalian tiada boleh menyakiti Rasulullah dan tidak boleh menikahi isteri-isterinya sesudah wafatnya selama-lamanya.”

Ketika ayat itu dibacakan padanya, Thalhah menangis. Ia lalu memerdekakan budaknya, menyumbangkan kesepuluh untanya untuk jalan Allah, dan menunaikan haji dengan berjalan kaki sebagai taubat dari ucapannya. Kelak, tetap dengan penuh cinta dinamainya putri kecil yang disayanginya dengan asma ‘Aisyah. ‘Aisyah binti Thalhah. Wanita jelita yang kelak menjadi permata zamannya dengan kecantikan, kecerdasan, dan kecemerlangannya. Persis seperti ‘Aisyah binti Abi Bakr yang pernah dicintai Thalhah.

Subhanallah. Mantab.

7. Kisah cinta yang membawa surga
Al-Mubarrid menyebutkan dari Abu Kamil dari Ishaq bin Ibrahim dari Raja' bin Amr An-Nakha'i, ia berkata, "Adalah di Kufah, terdapat pemuda tampan, dia sangat rajin dan taat. Suatu waktu dia berkunjung ke kampung dari Bani An-Nakha'.

Dia melihat seorang wanita cantik dari mereka sehingga dia jatuh cinta dan kasmaran. Dan ternyata cintanya pada si wanita cantik tak bertepuk sebelah tangan.

Karena sudah jatuh cinta, akhirnya pemuda itu mengutus seseorang untuk melamar gadis tersebut. Tetapi si ayah mengabarkan bahwa putrinya telah dojodohkan dengan sepupunya. Walau demikian, cinta keduanya tak bisa padam bahkan semakin berkobar. Si wanita akhirnya mengirim pesan lewat seseorang untuk si pemuda, bunyinya, 'Aku telah tahu betapa besar cintamu kepadaku, dan betapa besar pula aku diuji dengan kamu. Bila kamu setuju, aku akan mengunjungimu atau aku akan mempermudah jalan bagimu untuk datang menemuiku di rumahku.'

Dijawab oleh pemuda tadi melalui orang suruhannya, 'Aku tidak setuju dengan dua alternatif itu, sesungguhnya aku merasa takut bila aku berbuat maksiat pada Rabbku akan adzab yang akan menimpaku pada hari yang besar. Aku takut pada api yang tidak pernah mengecil nyalanya dan tidak pernah padam kobaranya.'

Ketika disampaikan pesan tadi kepada si wanita, dia berkata, "Walau demikian, rupanya dia masih takut kepada Allah? Demi Allah, tak ada seseorang yang lebih berhak untuk bertaqwa kepada Allah dari orang lain. Semua hamba sama-sama berhak untuk itu." Kemudian dia meninggalkan urusan dunia dan menyingkirkan perbuatan-perbuatan buruknya serta mulai beribadah mendekatkan diri kepada Allah. Akan tetapi, dia masih menyimpan perasaan cinta dan rindu pada sang pemuda. Tubuhnya mulai kurus karena menahan rindunya, sampai akhirnya dia meninggal dunia karenanya. Dan pemuda itu seringkali berziarah ke kuburnya, Dia menangis dan mendo'akanya. Suatu waktu dia tertidur di atas kuburannya. Dia bermimpi berjumpa dengan kekasihnya dengan penampilan yang sangat baik. Dalam mimpi dia sempat bertanya, "Bagaimana keadaanmu? Dan apa yang kau dapatkan setelah meninggal?"

Dia menjawab, "Sebaik-baik cinta wahai orang yang bertanya, adalah cintamu. Sebuah cinta yang dapat mengiring menuju kebaikan."

Pemuda itu bertanya, "Jika demikian, kemanakah kau menuju?" Dia jawab, "Aku sekarang menuju pada kenikmatan dan kehidupan yang tak berakhir. Di Surga kekekalan yang dapat kumiliki dan tidak akan pernah rusak."

Pemuda itu berkata, "Aku harap kau selalu ingat padaku di sana, sebab aku di sini juga tidak melupakanmu." Dia jawab, "Demi Allah, aku juga tidak melupakanmu. Dan aku meminta kepada Tuhanku dan Tuhanmu (Allah SWT) agar kita nanti bisa dikumpulkan. Maka, bantulah aku dalam hal ini dengan kesungguhanmu dalam ibadah."

Si pemuda bertanya, "Kapan aku bisa melihatmu?" Jawab si wanita: "Tak lama lagi kau akan datang melihat kami." Tujuh hari setelah mimpi itu berlalu, si pemuda dipanggil oleh Allah menuju kehadiratNya, meninggal dunia.

Hmm, sebuah kisah cinta yang agung dengan berdasarkan janji bertemu di surga. Luar biasa. AllahuAkbar.

8. Ummu Sulaim dan Abu Thalhah
Ummu Sulaim merupakan janda dari Malik bin Nadhir. Abu Thalhah yang memendam rasa cinta dan kagum akhirnya memutuskan untuk menikahi Ummu Sulaim tanpa banyak pertimbangan. Namun di luar dugaan, jawaban Ummu Sulaim membuat lidahnya menjadi kelu dan rasa kecewanya begitu menyesakkan dada, meski Ummu Sulaim berkata dengan sopan dan rasa hormat,

"Sesungguhnya saya tidak pantas menolak orang yang seperti engkau, wahai Abu Thalhah. Hanya sayang engkau seorang kafir dan saya seorang muslimah. Maka tak pantas bagiku menikah denganmu. Coba Anda tebak apa keinginan saya?"

"Engkau menginginkan dinar dan kenikmatan," kata Abu Thalhah.

"Sedikitpun saya tidak menginginkan dinar dan kenikmatan. Yang saya inginkan hanya engkau segera memeluk agama Islam," tukas Ummu Sualim tandas.

"Tetapi saya tidak mengerti siapa yang akan menjadi pembimbingku?" tanya Abu Thalhah.

"Tentu saja pembimbingmu adalah Rasululah sendiri," tegas Ummu Sulaim.

Maka Abu Thalhah pun bergegas pergi menjumpai Rasulullah Saw. yang mana saat itu tengah duduk bersama para sahabatnya. Melihat kedatangan Abu Thalhah, Rasulullah Saw. berseru, "Abu Thalhah telah datang kepada kalian, dan cahaya Islam tampak pada kedua bola matanya."

Ketulusan hati Ummu Sulaim benar-benar terasa mengharukan relung-relung hati Abu Thalhah. Ummu Sulaim hanya akan mau dinikahi dengan keislamannya tanpa sedikitpun tegiur oleh kenikmatan yang dia janjikan. Wanita mana lagi yang lebih pantas menjadi istri dan ibu asuh anak-anaknya selain Ummu Sulaim? Hingga tanpa terasa di hadapan Rasulullah Saw. lisan Abu Thalhah basah mengulang-ulang kalimat, "Saya mengikuti ajaran Anda, wahai Rasulullah. Saya bersaksi, bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi kecuali Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusanNya."

Menikahlah Ummu Sulaim dengan Abu Thalhah, sedangkan maharnya adalah keislaman suaminya. Hingga Tsabit –seorang perawi hadits- meriwayatkan dari Anas, "Sama sekali aku belum pernah mendengar seorang wanita yang maharnya lebih mulia dari Ummu Sulaim, yaitu keislaman suaminya." Selanjutnya mereka menjalani kehidupan rumah tangga yang damai dan sejahtera dalam naungan cahaya Islam.

9. Kisah seorang pemuda yang menemukan apel
Alkisah ada seorang pemuda yang ingin pergi menuntut ilmu. Dictengah perjalanan dia haus dan singgah sebentar di sungai yang airnya jernih. dia langsung mengambil air dan meminumnya. tak berapa lama kemudian dia melihat ada sebuah apel yang terbawa arus sungai, dia pun mengambilnya dan segera memakannya. setelah dia memakan segigit apel itu dia segera berkata "Astagfirullah"

Dia merasa bersalah karena telah memakan apel milik orang lain tanpa meminta izin terlebih dahulu. "Apel ini pasti punya pemiliknya, lancang sekali aku sudah memakannya. Aku harus menemui pemiliknya dan menebus apel ini".

Akhirnya dia menunda perjalanannya menuntut ilmu dan pergi menemui sang pemilik apel dengan menyusuri bantaran sungai untuk sampai kerumah pemilik apel. Tak lama kemudian dia sudah sampai ke rumah pemilik apel. Dia melihat kebun apel yang apelnya tumbuh dengan lebat.

"Assalamualaikum...."

"Waalaikumsalam wr.wb.". Jawab seorang lelaki tua dari dalam rumahnya.

Pemuda itu dipersilahkan duduk dan dia pun langsung mengatakan segala sesuatunya tanpa ada yang ditambahi dan dikurangi. Bahwa dia telah lancang memakan apel yang terbawa arus sungai.

"Berapa harus kutebus harga apel ini agar kau ridha apel ini aku makan pak tua". tanya pemuda itu.

Lalu pak tua itu menjawab. "Tak usah kau bayar apel itu, tapi kau harus bekerja di kebunku selama 3 tahun tanpa dibayar, apakah kau mau?"

Pemuda itu tampak berfikir, karena untuk segigit apel dia harus membayar dengan bekerja di rumah bapak itu selama tiga tahun dan itupun tanpa digaji, tapi hanya itu satu-satunya pilihan yang harus diambilnya agar bapak itu ridha apelnya ia makan."Baiklah pak, saya mau."

Alhasil pemuda itu bekerja di kebun sang pemilik apel tanpa dibayar. Hari berganti hari, minggu, bulan dan tahun pun berlalu. Tak terasa sudah tiga tahun dia bekerja dikebun itu. Dan hari terakhir dia ingin pamit kepada pemilik kebun.

"Pak tua, sekarang waktuku bekerja di tempatmu sudah berakhir, apakah sekarang kau ridha kalau apelmu sudah aku makan?"

Pak tua itu diam sejenak. "Belum."

Pemuda itu terhenyak. "Kenapa pak tua, bukankah aku sudah bekerja selama tiga tahun di kebunmu."

"Ya, tapi aku tetap tidak ridha jika kau belum melakukan satu permintaanku lagi."

"Apa itu pak tua?"

"Kau harus menikahi putriku, apakah kau mau?"

"Ya, aku mau." jawab pemuda itu.

Bapak tua itu mengatakan lebih lanjut. "Tapi, putriku buta, tuli, bisu dan lumpuh, apakah kau mau?"

Pemuda itu tampak berfikir, bagaimana tidak...dia akan menikahi gadis yang tidak pernah dikenalnya dan gadis itu cacat, dia buta, tuli, dan lumpuh. Bagaimana dia bisa berkomunikasi nantinya? Tapi diap un ingat kembali dengan segigit apel yang telah dimakannya. Dan dia pun menyetujui untuk menikah dengan anak pemilik kebun apel itu untuk mencari ridha atas apel yang sudah dimakannya.

"Baiklah pak, aku mau."

Segera pernikahan pun dilaksanakan. Setelah ijab kabul sang pemuda itupun masuk kamar pengantin. Dia mengucapkan salam dan betapa kagetnya dia ketika dia mendengar salamnya dibalas dari dalam kamarnya. Seketika itupun dia berlari mencari sang bapak pemilik apel yang sudah menjadi mertuanya.

"Ayahanda...siapakah wanita yang ada didalam kamar pengantinku? Kenapa aku tidak menemukan istriku?"

Pak tua itu tersenyum dan menjawab. "Masuklah nak, itu kamarmu dan yang di dalam sana adalah istimu."

Pemuda itu tampak bingung. "Tapi ayahanda, bukankah istriku buta, tuli tapi kenapa dia bisa mendengar salamku?

Bukankah dia bisu tapi kenapa dia bisa menjawab salamku?"

Pak tua itu tersenyum lagi dan menjelaskan. "Ya, memang dia buta, buta dari segala hal yang dilarang Allah. Dia tuli, tuli dari hal-hal yang tidak pantas didengarnya dan dilarang Allah. Dia memang bisu, bisu dari hal yang sifatnya sia-sia dan dilarang Allah, dan dia lumpuh, karena tidak bisa berjalan ke tempat-tempat yang maksiat."

Pemuda itu hanya terdiam dan mengucap lirih: "Subhanallah....."

Dan merekapun hidup berbahagia dengan cinta dari Allah.

10. Zulaikha dan Yusuf As. 

Cinta Zulaikha kepada Yusuf As. konon begitu dalam hingga Zulaikha takut cintanya kepada Yusuf merusak cintanya kepada Allah Swt. Berikut sedikit ulasan tentang cinta mereka

Zulaikha adalah seorang puteri raja sebuah kerajaan di barat (Maghrib) negeri Mesir. Beliau seorang puteri yang cantik menarik. Beliau bermimpi bertemu seorang pemuda yang menarik rupa parasnya dengan peribadi yang amanah dan mulia. Zulaikha pun jatuh hati padanya. Kemudian beliau bermimpi lagi bertemu dengannya tetapi tidak tahu namanya.

Kali berikutnya beliau bermimpi lagi, lelaki tersebut memperkenalkannya sebagai Wazir kerajaan Mesir. Kecintaan dan kasih sayang Zulaikha kepada pemuda tersebut terus berputik menjadi rindu dan rawan sehingga beliau menolak semua pinangan putera raja yang lain. Setelah bapanya mengetahui isihati puterinya, bapanya pun mengatur risikan ke negeri Mesir sehingga mengasilkan majlis pernikahan dengan Wazir negri Mesir.

Memandang Wazir tersebut atau al Aziz bagi kali pertama, hancur luluh dan kecewalah hati Zulaikha. Hatinya hampa dan amat terkejut, bukan wajah tersebut yang beliau temui di dalam mimpi dahulu. Bagaimanapun ada suara ghaib berbisik padanya: “Benar, ini bukan pujaan hati kamu. Tetapi hasrat kamu kepada kekasih kamu yang sebenarnya akan tercapai melaluinya. Janganlah kamu takut kepadanya. Mutiara kehormatan engkau sebagai perawan selamat bersama-sama dengannya.”

Perlu diingat sejarah Mesir menyebut, Wazir diraja Mesir tersebut adalah seorang kasi, yang dikehendaki berkhidmat sepenuh masa kepada baginda raja. Oleh yang demikian Zulaikha terus bertekat untuk terus taat kepada suaminya kerana ia percaya ia selamat bersamnya.

Demikian masa berlalu, sehingga suatu hari al-Aziz membawa pulang Yusuf a.s. yang dibelinya di pasar. Sekali lagi Zulaikha terkejut besar, itulah Yusuf a.s yang dikenalinya didalam mimpi. Tampan, menarik dan menawan.

Sabda Nabi Saw. yang diriwayatkan oleh Hammad dari Tsabit bin Anas memperjelasnya: "Yusuf dan ibunya telah diberi oleh Allah separuh kecantikan dunia."

Kisah Zulaikha dan Yusuf direkam di dalam Al Quran pada Surah Yusuf ayat 21 sampai 36 dan ayat 51. Selepas ayat tersebut Al Quran tidak menceritakan kelanjutan hubungan Zulaikha dengan Yusuf a.s. Namun Ibn Katsir di dalam Tafsir Surah Yusuf memetik bahwa Muhammad bin Ishak berkata bahawa kedudukan yang diberikan kepada Yusuf a.s oleh raja Mesir adalah kedudukan yang dulunya dimiliki oleh suami Zulaikha yang telah dipecat. Juga disebut-sebut bahwa Yusuf telah beristrikan Zulaikha sesudah suaminya meninggal dunia, dan diceritakan bahwa pada suatu ketika berkatalah Yusuf kepada Zulaikha setelah ia menjadi isterinya, “Tidakkah keadaan dan hubungan kita se¬karang ini lebih baik dari apa yang pernah engkau inginkan?”

Zulaikha menjawab, “Janganlah engkau menyalahkan aku, hai kekasihku, aku sebagai wanita yang cantik, muda belia bersuamikan seorang pemuda yang berketerampilan dingin, menemuimu sebagai pemuda yang tampan, gagah perkasa bertubuh indah, apakah salah bila aku jatuh cinta kepadamu dan lupa akan kedudukanku sebagai wanita yang bersuami?”

Dikisahkan bahwa Yusuf menikahi Zulaikha dalam keadaan gadis (perawan) dan dari perkawinan itu memperoleh dua orang putra: Ifraitsim bin Yusuf dan Misya bin Yusuf.

Demikianlah kisah-kisah cinta yang menggugah hati saya baru-baru ini. Semoga kisah cinta kita sekalian –saya dan anda, wahai para pembaca- seindah cinta mereka. Wallahu wa Rasulullahu bisshowab.
lihat juga: http://nurfarhana930.blogspot.com
Ini sumber-sumber bacaan dan kutipan:
1. Buku-buku Salim A Fillah
2. http://aburedza.wordpress.com/2009/06/25/371/
3. http://canzie.multiply.com/journal/item/17
4. http://planetaqidah.blogspot.com/2010/07/janji-bertemu-di-surga.html
5. http://abuthalhah.wordpress.com/2011/03/02/thalhah-sebuah-kenangan-atas-cinta/

Sabtu, 14 September 2013

CARI LAWAN (Datangi Ayahnya BUKAN Puterinya)


Mohon dibaca ya, bagi yang merasa Lelaki Sejati ^_^
01. nilai sendiri | lelaki yang cari pacar biasanya sudah mapan atau jauh dari mapan?

02. faktanya | lelaki yang cari pacar hampir semua yang belum mapan | karena pacaran memang nggak perlu mapan

03. karena lelaki belum mapan, dan jauh dari tanggung jawab | nikah? mana mampu | maka pacaran adalah yang paling cocok baginya

04. buktikan aja | tanya lelaki yang pacaran, "kenapa nggak langsung nikah?"
 | anda temukan jawabannya cerminkan ketidakmapanan

05. masih sekolah-lah, belum cukup penghasilan-lah, belum siap-lah, ortu belum setuju-lah | itu tandanya dia belum mapan kan?

06. jadi jelas ya | kalau ada lelaki macam ini alasan "pacaran penjajakan pra nikah" | jelas bohong | dia nggak niat nikah

07. pertanyaannya | bila pacaran itu bukan penjajakan pra nikah karena lelaki belum mapan | terus pacaran itu apa?

08. yang jelas banget | bagi lelaki dan wanita | pacaran arena baku syahwat | nikmat memang, enak memang | namanya juga syahwat

09. dan yang namanya syahwat nggak pernah cukup | awalnya minta yang biasa, akhirnya bikin binasa

10. yuk kita pikir jernih | kamu masih SMP atau SMA | lalu berencana menikah setelah lulus kuliah dan kerja | itu berarti 9-12 tahun lagi

11. yakin pacarmu setia 9-12 tahun? | nggak bakal bosen 9-12 tahun? | yakin kamu nggak bakal ketemu yang lebih salih?

12. yang lebih penting lagi | yakin 9-12 tahun kamu nggak bakal hilang kehormatan?

13. bicara 9-12 tahun | fiuhh~ | yang ada, dalam waktu 6 bulan biasanya wanita sudah 'dihabisi' pacarnya 

14. modal nomad 15 ribuan, dan sekotak popcorn | modus mesum dilancarkan | pertama-tama kamu merasa aneh | lama-lama kamu izinkan maksiat

15. kapan perempuan baru sadar jadi korban? | ketika sudah diserahkan semuanya

16. kamu pikir itu cinta? | cinta nggak pernah seujung kuku bahayain orang yang dicintai | bahkan kepikir pun nggak

17. dalam pacaran, bukan lagi membahayakan | tapi bikin aib dan malu | yang mungkin lebih parah daripada bahaya fisik

18. jujur deh | ada nggak lelaki yang pacaran hanya cukupkan pada pegangan tangan? | kalo ada, -maaf- sepertinya bukan lelaki normal

19. normal lelaki punya nafsu, normal lelaki punya syahwat | karenanya Islam menjaga agar jangan khalwat (bedua-duaan) bukan mahram

20. kadang kedua pihak udah menyadari sama-sama salah | banyak maksiat dalam pacaran | hanya sama-sama 'terlanjur' | susah mutusin

21. makanya, harus ada yang berpikir jernih untuk kebaikan berdua | bila memang sudah siap, besok2 segera datangi walinya aja

22. mau anggap tweet2 barusan berlebih silahkan | anda sendiri yang menilai | anda lebih tau apa yang terjadi saat pacaran

23. tugas kami cuma menyampaikan | jadi pertimbangan | baik secara logika ataupun secara dalil | nggak ada manfaat pacaran, mudharat iya

24. banyak diantara wanita yang hanya berani sampaikan kepada kami di mail tentang "pengalaman pacaran" | nggak mungkin frontal di TL

25. ini yang berusaha kami sampaikan pada Muslimah yang lainnya | agar jangan terulang hal yang sama | penyesalan di akhir derita.

***
Kompilasi Tweet Ust. FELIX SIAUW tentang LELAKI SEJATI ITU.

Sabtu, 01 Juni 2013

Suamiku Seorang Penjahat?


Jakarta (31 Mei 2013)
 Nyonya Karimah, lima bulan sebelumnya, ibunya meninggal dunia, sesudah itu mendapatkan surat cerai dari suaminya. Rasanya seperti berada diantara puing-puing reruntuhan bangunan lantai 27. Nyonya Karimah tidak siap menghadapi kehidupan baru. Dengan situasi itu.

Peristiwa kematian ibunya dan perceraian dengan suaminya itu, benar-benar membuat kondisi psychologisnya begitu labil, harus berpisah dengan suaminya yang sudah menikahinya selama 27 tahun, dan mengaruniai 3 orang anak. Peristiwa perceraian itu, bagaikan hantaman badai yang sangat dahsyat.

Betapa Nyonya Karimah menghadapi kehidupan yang begitu  bahagia bersama suaminya. Sepuluh tahun pertama ia habiskan bersama dengan penuh kebahagiaan. Penuh cinta kasih. Melahirkan dua orang putera dan seorang puteri. Tidak pernah terbetik sedikitpun dalam angan dan pikiran, jika suatu hari kelak Nyonya Karimah akan berpisah dengan suaminya, dan suaminya menceraikannya.

Di suatu pagi, Nyonya Karimah harus dengan berat hati, menyiapkan kamera untuk rekaman acara yang diasuhnya,"Ar-Ridha wa An-Nur" (Kerelaan dan Binar Cahaya) bersama dengan Ustadz Abdul Halim Khafaqi, sesudah beliau berkunjung ke Mesir.

Sambil menyusuri sungai Nil dengan perahu, Nyonya Karimah mewancarainya Ustadz Abdul Halim Khafaqi, dan pikiran-pikirannya sangat baru, progressif, menarik dan inklusif, meskipun dibarengi dengan ta'shil Islami yang kuat.

Sosok Ustad Abdul Halim Khafaqi sangat layak diteladani, dihormati, dan dikagumi. Sungguh suatu anugerah pertemuan bersamanya. Ustadz Abdul Halim Khafaqi sangat gemuk, dan rambutnya kemerah-merahan. Berbeda dengan sosok pemuda yang berdiri di  halaman penjara dengan sorot mata yang lepas, da perawakan yang diliputi kesedihan.

Beberapa hari kemudian, Ustadz Abdul Halim Kafaqi kembali mengunjungi Nyonya Karimah, di Ma'adi, bersama dengan keluarganya. Sebelum pamitan, Ustadz Kafaqi membisikkan kalimat pendek, "Anda harus berkenalan dengan Kamal Abdurrazzzaq. "Saya nominasikan ia kepada anda, agar anda dapat menyerap ilmu, intelektualitas, kemahirannya", kata Ustad Kafaqi.

Tidak ada keraguan sedikitpun Nyonya Karimah terhadap Kamal Abdurrazzaq yang telah direkomendasikan oleh Ustadz Abdul Halim Khafaqi, dan tentu sosok Islami, yang bisa diundang dalam acara Ar-Ridha wa An-Nur.

Sampai suatu hari, Nyonya Karimah berada di Multazam, merasakan kenikmatan bersimpuh di Multazam, dan Nyonya Karimah meletakkan dadanya menempel di Ka'bah, serta sangat luar biasa kenikmatan yang dirasakannya.

Isak tangis menggantung. Nyonya Karimah larut dalam linangan air mata   cinta Ilahi, dan tiba-tiba Nyonya Karimah mendengar suara laki-laki  yang sopan,  lirih, mengalunkan doa yang belum pernah Nyonya Karimah mendengar dengan sangat khusyuk diatas kepalanya. "Ilahi, shafarat yadayya fatrubhuma" (Tuhan, tanganku hampa, tanpa pendamping, pertemukan jodohku). Laki-laki itu terus berdo'a.

Saat Nyonya Karimah berjalan menuju Shafa dan Marwa, sepintas Nyonya Karimah melihat laki-laki itu lagi. Laki-laki itu terus mengumandangkan tahlil dan tahmid, dan menuju ke arah Nyonya Karimah. "Ahlan wa sahlan!", Nyonya Karimah. "Saya Kamal Abdurrazzaq", ujarnya memperkenalkan diri.

Sekembalinya dari umroh, Nyonya Karimah, melakukan kegiatannya lagi, sebagai direktur program siaran dakwah di telivisi swasta Mesir. Pagi itu, Nyonya Karimah, menuju ke Pustaka Az-Zahra di Nasr City, bertemu dengan Ustadz Ahmad Ra'if, serta berdiskusi mengenai mukjizat al-Qur'an dengan Dr.Muhammad Ali Barr dan Sheikh Abdul Majid Az-Zindani.

"Maaf. Saya harus pulang bertemu dengan Kamal Abdul Razzaq. Beliau diusulkan oleh Ustadz Abdul Halim Khafaqi", ujarnya. Tetapi, sangat mengejutkan jawaban Ustad Ahmad Ra'if, "Ala barakatillah. Kita semua memang mengusulkannya untuk menjadi suami anda. Dengan izin Allah, anda akan berbahgia dengannya", ungkap Ustadz Ahmad Raf'if.

Nyonya Karimah bukan seorang anggota Ikhwanul Muslimin, tetapi memiliki kecenderungan pada Islam yang baik. Nyonya Karimah, masih diliputi kesedihan yang mendalam sejak ditinggalkan suaminya. Nyonya Karimah belum tertarik menikah, selain masa idahnya belum selesai.

Namun, Ustad Khafaqi mengatakan, "Kamal Abdurrazzaq itu laki-laki yang penuh dengan kasih dan cinta. Ia seperti cinta yang berjalan, penyayang, berhati lembut, dan romantis. Saya berani jamin dua hal pada anda, "Istiqomah dan kemurahan", ujar Ustadz Khafaqi.

Sampai suatu hari Nyonya Karimah bertemu dengan Kamal Abdurrazzaq, dan kesan Nyonya Karimah, "bagaimana pendapatmu dengan laki-laki itu?", tanya Ustadz Kafaqi. "Ustadz, dia sungguh sosok laki-laki yang terhormat. Saya kagum dengan logika bicaranya, gaya bicaranya, dan kemampuan bahasa arab fusfhah", ujar Nyonya Karimah. Tetapi, Nyonya Karimah mengatakan, bahwa dirinya memendam pernderitaan, setelah bercerai dengan suaminya, yang sudah menikahinya selama 27 tahun.

"Tidak ada yang lebih manfaat bagi anda dalam kondisi seperti sekarang ini, selain menikah lagi. Menikah dengan Kamal Abdurrazzaq. Dialah orang yang menjadi hadiah Allah pada anda", tegas Ustadz Abdul Halim Khafaqi.

Siapa Kamal Abdurrazzaq? Tiba-tiba berdering telepon dari seberang. "Hajjah Karimah, anda akan menikah dengan Kamal Abdurrazzaq?", tanya seorang doktor. "Kamal Abdurrazzaq adalah seorang penjahat Ikhwanul Muslimin yang dipenjara oleh Gamal Abdul Nasser, selama 25 tahun", ujar doktor yang menilpunnya.

Nyonya Karimah, kemudian balik bertanya, "Dia termasuk penjahat Ikhwan kelas kakap? Sehingga, harus dipenjara oleh Gamal Abdul Nasser selama 25 tahun? Namun, siapa yang sesungguhnya menjadi penjahat?, sergah Nyonya Karimah.

Datanglah hari kebahagiaan itu, Nyonya Karimah menikah dengan Kamal Abdurrazzaq, yang memang sudah direkomendasikan oleh para tokoh Ikhwan, dan sejumlah tokoh Islam, seperti Dr.Suhair al-Qalmawi, Dr.Syauqi Dhaif,
Dr. Binti Syathhi, Dr.Amin al-Khuli, Dr.Thaha Husain, Dr.Lathifah Az-Zayyat, dan Dr.Rasyad Rasyidi.

Kemudian, Nyonya Karimah menikah dengan Kamal Abdurrazzaq, dan penuh dengan kebahagiaan, di mana  hadir sejumlah tokoh Ikhwan, dan pernikahan yang bersih dan penuh dengan kebahagiaan.

Sepengetahuan Nyonya Karimah, para tokoh Ikhwan itu, selalu mereka memiliki obsesi bagaimana menerapkan al-Qur'an, dan mereka percaya bahwa syariah Allah mengangkat harkat dan martabat masyarakat, mencegah kebobrokan, dan menebarkan keadilan.

Terlintas kembali kenangan Nyonya Karimah dengan ibunya ketika masih kanak, dan ibunya menjelaskna tentang Jamaah Ikhwan. Kemudian Nyonya Karimah, menanyakan, "Mengapa mereka memenjarakan tokoh dan anggota Ikhwan", tukas Karimah kepada ibunya. "Mereka memenjarakannya, karena mereka ingin mererapkan hukum al-Qur'an, dan mengaplikasikan Islam", terang ibunya dengan nada sedih kala itu. "Mengapa mereka ingin menerapkan hukum al-Qur'an", tanya Karimah. "Agar manusia masuk surga manakala mendengan Kalam Tuhan", tambah ibunya.

Nyonya Karimah sekarang mendampingi Kamal Abdurrazzaq yang menjadi suaminya. Tokoh yang dianggap sebagai penjahat kelas kakap. Karena pernah dipenjara oleh Gamal Abdul Nasser selama 25 tahun.

Kamal Abdurrazzaq, seperti tokoh-tokoh Ikhwan lainnya, yang mengalami siksaan yang sangat berat di penjara militer Mesir. Pernah digantung  kakinya, dan dicambuk dengan kawat baja, diadu dengan anjing, dan segala macam siksaan pernah dialami. Tetapi, Nyonya Karimah tidak melihat wajah suaminya, mengguratkan kekecawaan, dan kesedihan, serta putus asa. Semuanya yang pernah dialaminya penuh dengan rasa syukur dan sabar.

Kamal Abdurrazzaq menyaksikan bagaimana penderitaan yang dialami oleh para tokoh Ikhwan dan kader Ikhwan selama mereka dipenjara, tetapi tetap sabar, dan bahkan penjara-penjara menjadi tempat ibadah, dan setiap usai Shubuh penjara bergema doa ma'syurat yang sebagai dzikir yang terus mereka lakukan.

Tetapi, Nyonya Karimah sesudah menikah dengan Kamal Abdurrazzaq, tak melihat diri Kamal Abdurrazzaq itu, seperti yang digambarkan dalam buku Indama Ghabat Asy-Syam, yang dipenjara selama 25 tahun.

Kamal Abdurrazzaq, seorang laki-laki yang sangat santun, penuh kasih sayang, mencintai, menjaga kebersihan  hatinya, zuhud, wara', dan selalu menjaga iffah. Nyonya Karimah, tak pernah melihat suaminya Kamal Abdurrazzaq, menyentuh hal-hal yang dilarang oleh Allah Rabbul Alamin.

Pernikahannya, di malam pertamanya, dipenuhi dengan ramhat-Nya, dipenuhi dengan kasih-Nya, dijaganya kebersihan hati, saat memenuhi kewajibannya, serta selalu diawali dengan do'a. Tak ada limpahan nafsu birahi, dan selalu diingatnya bahwa melakukan kewajiban berhubungan suami-isterinya sebagai ibadah.

Suatu ketika, ketika Nyonya Karimah bersama dengan Kamal Abdurrazzaq, pergi ke kota Kairo, dan menumpangi mobilnya, tiba-tiba menyeberang, seorang perempuan tua, dan seketika Kamal Abdurrazzaq, menghentikan mobilnya, dan membantu perempuan tua itu menuntun menyeberang jalan.

Nyonya Karimah dan Kamal Abdurrazzaq sering pergi bersama mengelilingi pinggiran kota Kairo, dan selalu memberikan sedekah kepada fakir miskin yang hidup dalam penderitaan. Mengeluarkan uangnya bagi mereka yang sangat membutuhkan. Keduanya hidup dengan sangat sederhana. Sepanjang waktunya digunakan ibadah dan membantu Muslim yang sedang kesulitan.

Nyonya Karimah mengatakan, bahwa setiap kali sholat selalu berada di belakang suaminya Kamal Abdurrazzaq, dan "bacaan al-Qur'annya begitu khusyuk dan syahdu", ungkap Nyonya Karimah. Karena itu, setiap kali shalat bersama dengan Kamal Abdurrazzaq, hanya merasakan adanya kebahagiaan yang bertambah, karena merasa semakin dekat dengan Allah Azza Wa Jalla.

"Mata dan perasaan  saya dihibur dengan kelemah-lembutannya, ketawadu'an yang begitu indah. Saya baru tersadar bahwa ia belum menyentuh seorang perempuan pun sebelum saya. Dan inilah takwil mimpi-mimpi saya sebelumnya, ranjang bersih tanpa noda, dan tidak pernah ditiduri seorang pun", ungkap Nyonya Karimah tentang Kamal Abdurrazzaq.

Adakah suamiku yang pernah dipenjara selama 25 tahun oleh Presiden Gamal Abdul Nasser seorang penjahat? Wallahu'alam.
sumber: voa-islam.com

Cari disini

Translate (Penterjemah)

Followers