Tampilkan postingan dengan label BRAVE STORY. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BRAVE STORY. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 September 2025

Kisah Keajaiban Naluri 20 Tahun Penelitian

 


Seekor elang yang terbang selama dua puluh tahun tanpa pernah menyentuh langit di atas laut ini bukan sekadar perjalanan, ini adalah kisah keajaiban naluri dan kebijaksanaan alam yang sunyi.


Dengan bantuan pelacak GPS dari Rusia, burung ini diawasi selama dua dekade, menjelajah ribuan kilometer melintasi stepa luas, padang pasir yang kejam, pegunungan tinggi, dan belasan negara. Tapi yang membuat para ilmuwan terdiam bukanlah jauhnya jarak yang ia tempuh, melainkan keputusan-keputusan yang diambil dalam diam. Saat dihadapkan pada pilihan untuk menyeberangi laut dan memangkas waktu tempuh, elang ini justru memilih rute darat yang jauh lebih panjang dan berliku. Bukan karena takut air, tapi karena memahami secara naluriah bagaimana dunia bekerja.


Elang bukan burung laut. Ia bergantung pada arus termal: kantung udara panas yang naik dari permukaan bumi dan mengangkat tubuhnya tinggi ke angkasa tanpa harus mengepakkan sayap terus-menerus. Arus ini adalah bahan bakar tak terlihat yang memungkinkan mereka meluncur jauh dengan energi yang minimum. Tapi di atas laut, arus itu nyaris tak ada. Laut tidak memanaskan udara seperti daratan. Maka, menyeberangi laut bukan sekadar menantang, tapi bisa jadi keputusan yang fatal.


Dan di sinilah letak keajaibannya: tanpa peta, tanpa satelit, tanpa pelatihan elang ini tahu. Ia tidak hanya membaca angin, tapi membaca bumi. Ia tahu mana yang layak dijelajahi dan mana yang harus dihindari. Dalam diamnya, ia menunjukkan bahwa naluri yang diwariskan oleh evolusi kadang lebih cerdas dari strategi buatan manusia.


Peta perjalanannya bukan sekadar garis-garis di atas peta. Itu adalah jejak kecermatan, pemahaman, dan harmoni antara makhluk dan alamnya. Dalam setiap belokan yang ia ambil, ada pelajaran tentang bertahan hidup, tentang memilih jalan yang lebih panjang demi keselamatan, dan tentang bagaimana hidup sering kali bukan soal cepat sampai tapi soal bagaimana sampai dengan selamat.


#HarmoniAlam #MigrasiBurung #KecerdasanEvolusi

Sumber:

BBC Earth – Tracked by GPS: The Eagle That Never Crossed the Sea

Jumat, 27 Juni 2025

Ketika Emosi Rakyat Mendidih di Tengah Tekanan Ekonomi

Oleh: Bang Ori Gagah

(Konsultanritel.id & GM GDR MART)


Kita sedang berada di masa yang tidak mudah. Sebagai pelaku ritel dan pengamat lapangan selama bertahun-tahun, saya menyaksikan sendiri betapa wajah rakyat kini berubah — tidak hanya letih secara fisik, tapi juga lelah secara batin. Tekanan hidup, terutama dari sisi ekonomi, sudah sedemikian kuat hingga banyak yang kehilangan ruang untuk sekadar bernapas lega.


Belakangan ini, kita sering mendengar atau menyaksikan langsung pertengkaran di lapangan: antara pedagang kaki lima dan petugas penertiban, antara sopir ojek online dan aparat, antara rakyat biasa dengan sesama rakyat yang mengenakan seragam tugas. Di permukaan tampak seperti konflik biasa. Tapi sesungguhnya, ini adalah ledakan dari tekanan ekonomi yang kian menyesakkan.


Pihak yang satu sedang menjalankan tugas—membawa amanat negara, aturan, dan kebijakan. Tapi pihak lainnya sedang menjalankan misi hidup paling dasar: bertahan hidup, memberi makan keluarga, dan menyambung hari esok. Sayangnya, pertemuan mereka tidak jarang justru berujung pada konfrontasi, karena keduanya berada di dua kutub yang sama-sama terhimpit sistem.


Masalah ini tidak bisa disederhanakan menjadi “rakyat yang emosional” atau “petugas yang tidak manusiawi.” Ini tentang sistem ekonomi yang belum memberi ruang cukup untuk hidup layak. Tentang lapangan kerja yang tak terbuka luas. Tentang penghasilan yang tak mampu mengimbangi kebutuhan pokok. Dan tentang absennya keadilan sosial yang dijanjikan sejak awal kemerdekaan.


Apa solusinya? Saya percaya kita butuh dua hal: kehadiran nyata negara di tengah rakyat, serta kesadaran kolektif untuk saling memahami. Pemerintah harus menyentuh langsung jantung ekonomi rakyat kecil, bukan sekadar menyalurkan bantuan sesaat, tapi menciptakan ekosistem hidup yang berkelanjutan — dari UMKM, lapangan kerja, sampai harga kebutuhan pokok yang terjangkau.


Di sisi lain, kita juga perlu memperkuat empati. Antara petugas dan rakyat, antara pelanggan dan pelayan toko, antara penjual dan pembeli — kita semua sesungguhnya adalah bagian dari rakyat yang ingin hidup damai. Jangan biarkan sistem yang timpang membuat kita saling memusuhi.


Saya percaya, krisis ini bisa menjadi peluang. Jika kita bisa saling mendengar, saling menahan diri, dan saling memperjuangkan keadilan bersama, maka dari titik terendah inilah kita bisa bangkit sebagai bangsa yang lebih kuat.


Wallahu A'lamu... ~@bangorigagah

Jumat, 20 Juni 2025

Satu Info saja dari Dia kepada Qurays, maka berakhirlah...

 



"Ia Belum Beriman, Tapi Ia Menyelamatkan Sang Nabi…"

(Sebuah kisah hijrah yang bukan sekadar perjalanan, tapi bukti bahwa amanah tidak mengenal agama.)

Malam itu, Mekkah terasa menyesakkan.

Langit seolah memendam rahasia besar.

Rumah Rasulullah SAW telah dikepung. Kaum Quraisy menyusun rencana: malam itu harus jadi malam kematian Muhammad.

Namun Allah selalu punya cara untuk menyelamatkan cahaya-Nya.

Diam-diam, Rasulullah keluar dari rumah. Abu Bakar setia menemani.

Tapi mereka tak langsung menuju Madinah.

Mereka justru menuju arah berlawanan, bersembunyi di Gua Tsur selama tiga hari berpuasa dalam sunyi, bertahan dalam takut, bertawakal dalam doa.

Namun inilah bagian paling tak disangka dalam perjalanan suci itu…

Penunjuk jalan mereka bukan seorang sahabat,

bukan orang dari kalangan Muhajirin,

bukan pula seorang Muslim.

Namanya Abdullah bin Uraiqith.

Ia masih musyrik. Ia belum masuk Islam.

Tapi justru dialah yang dipercaya oleh Rasulullah…

untuk menuntun jalan menuju Madinah.

Kenapa?

Karena ia jujur.

Karena ia amanah.

Karena ia tahu jalan-jalan tersembunyi padang pasir yang tidak diketahui oleh kaum Quraisy.

Rasulullah SAW mengajarkan, bahwa dalam keadaan genting,

yang dicari bukan status agama dulu tapi akhlak, profesionalitas, dan kesetiaan.

Bayangkan… betapa besar risikonya.

Satu kata dari Abdullah kepada Quraisy…

Dan sejarah Islam berakhir di malam itu.

Tapi ia tidak berkhianat.

Di saat banyak orang mengaku beriman tapi mudah tergoda dunia,

Seorang musyrik justru menjaga rahasia Nabi.

Dengan nyawanya.

Sumber: Sirah Nabawiyah

Rabu, 04 Juni 2025

Tak Perlu Pengakuan atau Untuk Diakui, Cheetah Sudah Pasti Lebih Unggul di Bidangnya

 


Anjing dimasukkan lomba untuk bersaing dengan Cheetah, tujuannya adalah untuk mencari tahu siapa yang lebih cepat.


Semua orang terkejut karena Cheetah tidak beranjak dari tempatnya.


Mereka bertanya kepada koordinator lomba tentang apa yang terjadi.


Tanggapannya setelah melihat gambar ini.


Kadang² mencoba untuk membuktikan bahwa kau adalah yang terbaik adalah sebuah penghinaan.


Kita tidak perlu turun ke level orang lain untuk membuatnya mengerti bahwa kita adalah yang paling kuat.


"Berpikir keras" dan "simpan energi Anda" untuk apa yang pantas Anda dapatkan.


Cheetah menggunakan kecepatannya untuk berburu.


Hanya untuk "berburu".


Bukan untuk membuktikan kepada Anjing tentang siapa yang lebih cepat dan kuat.


Jadi paham kenapa terkadang orang² cerdas memilih untuk diam saja daripada ribut membuktikan dirinya.


JANGAN SIA-SIAKAN WAKTUMU UNTUK MEMBUKTIKAN NILAIMU.

Senin, 19 Oktober 2020

LINGKUNGAN YANG TEPAT - SELF REMINDER

 

Seorang Anak Muda sedang membersihkan aquarium Paman nya, ia memandang ikan arwana agak kebiruan dengan takjub..
Tak sadar Pamannya sudah berada di belakangnya.. "Kamu tahu berapa harga ikan itu?". Tanya sang Paman..
.
"Tidak tahu". Jawab si Anak Muda..
.
"Coba tawarkan kepada tetangga sebelah!". Perintah sang Paman.

Ia memfoto ikan itu dan menawarkan ke tetangga..
Kemudian kembali menghadap sang Paman. .
"Ditawar berapa ?" tanya sang Paman. .
"50.000 Rupiah Paman". Jawab si Anak Muda dengan mantap.
.
"Coba kau tawarkan ke toko ikan hias!!". Perintah sang Paman lagi.
.
"Baiklah Paman". Jawab si Anak Muda. Kemudian ia beranjak ke toko ikan hias..
.
"Berapa ia tawar ikan itu?". Tanya sang Paman.
.
"800.000 Rupiah Paman". Jawab si Anak Muda dengan gembira, ia mengira sang Paman akan melepas ikan itu.
.
"Sekarang coba kau tawarkan ke Juragan Joni Rahman, bawa ini sebagai bukti bahwa ikan ini sudah pernah ikut lomba". Perintah sang Paman lagi. "Baik Paman". Jawab si Anak Muda. Kemudian ia pergi menemui Pak Joni yang dikatakan Pamannya. Setelah selesai, ia pulang menghadap sang Paman.
.
"Berapa ia menawar ikannya?".
.
"50 juta Rupiah Paman".
.
Ia terkejut sendiri menyaksikan harga satu ikan yang bisa berbeda-beda..
.
"Nak, aku sedang mengajarkan kepadamu bahwa kamu hanya akan dihargai dengan benar ketika kamu berada di lingkungan yang tepat". "Kita semua adalah orang biasa dalam pandangan orang-orang yang tidak mengenal kita". "Kita adalah orang yang menarik di mata orang yang memahami kita". "Kita istimewa dalam penglihatan orang-orang yang mencintai kita". "Kita adalah pribadi yang menjengkelkan bagi orang yang penuh kedengkian terhadap kita". "Kita adalah orang jahat di dalam tatapan orang-orang yang iri akan kita". Pada akhirnya, setiap orang memiliki pandangannya masing masing terhadap kita, maka tak usahlah bersusah payah supaya kelihatan baik dimata orang. Tapi berusahalah terus melakukan kebaikan dan menjalankan apapun dengan keikhlasan.

Jumat, 29 November 2019

Tanda Orang Berbudi di Minangkabau



1. MANGECEK BAHIKMAH
aratinyo bapikia apo nan patuik kadikatoan tapi pantang mangatoan,kecek lamak indak manggisai,kato boneh mamaliharo,kok bana indak tabandiang,kok kareh indak talosolang jadi panawa dek rang banyak..

2. BAKATO INDAK SOMBONG
aratinyo kok roda sadang diateh,kok tampuak sadang bagatah,sombong takabua bajauahan,sabab inyo sadar jo Sunnatullah,bumi baputa jo sumbunyo,alam baputa jo iradat kini basah,bisuak kok kariang,nan diateh musti kabawah,disinan rimah bapiliah juo..

3. MANOLONG INDAK RIYA
aratinyo suko baragiah basidakah,panyantun kurang indak,paibo bakeh sibansaik. kamambari karano ALLAH,bukan maharok pambalasan apolai pujian dapek sanjuang konon mambangkik jo maamun..

4. BABANTAH INDAK BADANDAM
aratinyo kok tumbuah basilang kato,salisiah paham dalam rapek,batuka paham samo gadang inyo bamuko manih juo rundiang babateh bainggoan,dapek dirimbo ilang disamak nan batin pantang kabaranggang..

5. NYAMPANG SUSAH INDAK TAGAMANG
aratinyo nyampang cobaan nan manimpo,awak bansaik panyakik ampia,dunsanak jadi rang lain nan sayang lah jajok pulo,nan inyo baiman taguah juo pantangnyo maupek upek manyasa manyadari untuang,atau iduik manyisiah nyisiah randah diri jo samo gadang,raso minder kato rang kini.

6. DISAPO INDAK PANYINGGUANG
aratinyo kok ado nan banasehat,datang kritik dari kawan tibo bandiangan dari kawan jo urang sayang disangko jajok,bukan kok talongsong inyo suruik,kok tadorong inyo kumbali rila jo maaf dipuhunkan..

7.  BAGAUA INDAK PAMBINGIK
aratinyo mancaliak kawan nan sadang jatuah asok,kawan nan sadang tagak tali,haram kok inyo raso bingik syukur taloncek dimuluiknyo mambayang suko diparoman gilo mamuji jo manyanjuang babagi raso caro haluihnyo...
Semoga apo nan tatuang di pituah nangko manjadi palajaran bagi kito basamo tarutamo bagi ambo pribadi.

Rabu, 27 November 2019

Yang Paling Dibutuhkan Palestina

Oleh : Ust. Dwi Condro Triono, Ph.D



Dulu pernah sewaktu kuliah di Malaysia, saya diminta berpidato dalam acara pengumpulan dana untuk membantu rakyat Palestina yang tengah dibombardir Israel. Semangat warga Malaysia untuk mengumpulkan dana sangat besar. Antusias sekali. Terkumpul dana yang lumayan banyak.

Setelah beberapa pembicara selesai, tiba giliran saya. Saya bertanya pada hadirin :
” Dana ini mau kita belikan apa ?.”

” Obat-obatan …!,” jawab hadirin.
” Tuan-tuan dan puan-puan, dengan mengirim obat-obatan ke Palestina, kita membantu atau mendzalimi rakyat Palestina ?,” tanya saya lagi.

” Membantuuuu …!,”

” Sekali lagi saya tanya, dengan mengirim obatan-obatan, kita membantu atau mendzalimi rakyat Palestina ?.”

” Membantuuu ..!,”

Terlihat wajah yang keheranan dengan pengulangan pertanyaan saya.

Sekali lagi saya bertanya :
” Dengan mengirim obat-obatan, kita membantu atau mendzalimi rakyat Palestina ???”

” Membantuuuu …!,” dijawab dengan agak kesal.

” Salah ..! Dengan mengirim obat-obatan, kita justru mendzalimi mereka.”

Semua terdiam kebingungan.

Kemudian saya menyampaikan satu analog.
” Jika ada seseorang yang didatangi orang jahat ke rumahnya dan kemudian memukuli dan menganiaya orang tersebut, dan kemudian kita mengobati luka-lukanya untuk kemudian kita tetap tinggalkan dia di dalam rumah dimana di dalamnya si penganiaya tetap ada dan kembali menganiayanya, dan kembali kita obati dan kita tinggalkan lagi dia dalam rumah dimana si penganiaya akan kembali menganiayanya, itu perbuatan membantu atau mendzalimi ???”

Hadirin terdiam.

” Tuan-tuan dan puan-puan, jika kita ingin membantu orang itu, yang pertama kita lakukan adalah mengusir si penganiaya dari dalam rumah. Percuma mengobatinya berkali-kali selama si penganiaya tetap ada di dalam rumah. Jadi jika ingin menolong rakyat Palestina, kita minta pada negara untuk mengerahkan militer untuk mengusir Israel dari bumi Palestina. Percuma mengirim obat-obatan jika bom-bom Israel tidak pernah berhenti melukai rakyat Palestina.”

Pertanyaanya Kenapa Negara Negara Arab tidak berani Menyerang Israel ???



Kita semua sering bertanya-tanya kenapa Negara-negara Arab hingga saat ini masih tetap tidak mau menyerang negara Israel, padahal Israel melakukan Extraordinary Crime (kekejaman yang luar biasa) kepada rakyat Palestina. Bahkan ada yang menganggap bahwa negara Israel akan melakukan Genosida (pemusnahan etnis) di Palestina.Sebut saja negara yang berada di kanan kiri Palestina seperti Turki, Arab Saudi, Mesir, mereka tidak pernah berani melanggar kedaulatan (baca: perang) terhadap negeri yahudi ini.

Ada apa gerangan dengan negara-negara arab? Semuanya hanya bisa mengecam tanpa bisa berbuat apa-apa. Seperti Mesir contohnya, di saat penduduk Palestina hendak menyelamatkan diri melalui perbatasan Mesir-Gaza, malah aparat keamanan Mesir dengan pasukan anti huru-haranya menghalau mereka dan menutup perbatasan.

Apa sebabnya?

Yang pertama dan menjadi penyebab utama adalah dikarenakan adanya kekhawatiran (baca: takut) jika sekutu Israel yakni Amerika Serikat marah terhadap negaranya. Mereka meyakini bahwa jika Amerika marah terhadap negaranya, maka negara mereka akan diboikot, diinvansi, atau bahkan diserang dengan nuklir, yang mana itu semua mengancam keselamatan diri mereka.

Coba kita buka pikiran kita. Kenapa Tank-tank Israel bisa berjalan, pesawat-pesawat tempur Israel bisa terbang, dan roket-roket Israel bisa meluncur? Itu karena minyak dari negara-negara Arab. Tanpa minyak, tank, pesawat tempur, dan roket Israel takkan bisa berjalan. Israel tidak punya ladang minyak. AS justru kekurangan minyak. Ada pun Arab Saudi, Mesir, Irak, dan negara-negara arab lainnya adalah eksportir minyak dan gas alam terbesar ke Israel. Tanpa minyak dari negara arab, Israel tak akan mampu membantai ummat Islam di Palestina. Padahal Tahun 1970-an negara-negara Arab bisa membuat AS dan Israel mundur dengan embargo minyak. Namun kini, negara-negara Arab dipimpin oleh mereka yang pro atau takut dengan kebijakan Amerika, tak berani melakukan apapun yang dapat merugikan Israel. Bahkan Palestina mengalami krisis energi dan minyak selama berpuluh-puluh tahun, tak seorangpun dari negara tersebut yang berani menyalurkan minyaknya ke Gaza.



Yang kedua, adalah terpecah belahnya kaum muslimin oleh perjanjian Sykes Pycot. Padahal dalam surat Ali ‘Imran ayat 103 Allah melarang ummat Islam bercerai-berai. Saat ini ummat Islam di seluruh dunia terkotak-kotak dalam banyak negara yang tidak jarang satu sama lain saling bermusuhan bahkan perang seperti Iraq, Kuwait, Arab Saudi, Mesir, dan sebagainya.

Padahal ketika ummat Islam bersatu, ummat Islam mampu mengalahkan musuhnya dengan mudah. Pada zaman Nabi Muhammad SAW, ummat Islam mampu menghalau kaum Yahudi serta menundukkan kerajaan Romawi dan Persia. Pada zaman Sultan Salahuddin Al ‘Ayubi, ummat Islam mampu mengalahkan negara-negara Eropa yang bersatu dalam perang merebut Yerusalem.

Negara-negara Islam seperti Mesir, Turki, dan Yordania selain berasaskan sekuler ciptaan Yahudi juga membina hubungan diplomatik dengan Israel. Selama puluhan tahun Presiden Mesir, dari Hosni Mobarak hingga Al Sisi, bahkan menutup perbatasan Gaza-Mesir sehingga rakyat Palestina tidak bisa melarikan diri ke sana. Makanan dan obat-obatan pun tidak bisa masuk hingga sebagian rakyat Gaza ada yang sampai memakan rumput karena lapar.

Dengan terpisah-pisahnya kaum muslimin dan mengakui batas-batas negara yang diciptakan Sykes Pycot, membuat umat muslim antar negara jadi tidak punya rasa persaudaraan Islam. Kaum muslimin bahkan diberi hambatan jika ingin membantu saudara-saudara mereka, seperti peraturan paspor, visa, ekspor impor, bahkan sampai keluar larangan untuk berjihad. _Bahkan yang paling parah adalah syubhat, yakni “lebih baik membantu dengan harta, obat-obatan, makanan, diplomasi, negosiasi” daripada mengerahkan aksi militer. Dimana itu semua telah dilakukan sejak 40 tahun, dan tidak pernah berhasil mengatasi kelaparan, krisis minyak, dan membebaskan palestina.

Kaum muslimin disana tidak memiliki tentara, pesawat tempur, dan tank-tank. Yang memiliki itu semua adalah negara, bukan individu. Yang mana mereka (tentara, tank, pesawat tempur) hanya bergerak sesuai instruksi negara.

Lalu apa jadinya jika negara-negara arab tersebut disetting sedemikian rupa, agar tunduk terhadap PBB yang diciptakan Yahudi, melalaikan kaum muslimin dengan hiburan-hiburan dan kesibukan duniawi, mengganti ukhuwah islamiyah dengan nasionalisme, dan pemimpin-pemimpin Arab yang pro palestina dikudeta. Maka Israel akan terus berjaya, dan setiap tahun kita hanya bisa menonton Gaza yang dibombardir, setiap tahun kita hanya bisa menggalang dana dan demonstrasi di jalan-jalan.

Maka benarlah perkataan para mujahidin, “Palestina tidak akan pernah bebas, selama negara-negara arab belum ditaklukkan” dan benarlah perkataan sang Al Haq, Rasulullah saat bernubuat.. “sesungguhnya kalian akan memerangi jazirah arab (terlebih dahulu)…………”, kita butuh sebuah umat, sebuah kepemimpinan, yang berani untuk tidak mengakui perjanjian sykes pycot, yang berani untuk melawan jazirah arab, yang berani untuk tidak bernegosiasi dengan kafir Amerika, yang berani melakukan itu semua tanpa takut ancaman nuklir, boikot, dan lain sebagainya, dan hanya takut kepada Allah.

*Adakah yang seperti itu ?????
In Sya Allah ada dan akan datang segera

Selasa, 28 Oktober 2014

RASIONALITAS AKAL MENCARI TUHAN

Pernah disampaikan oleh Ustad K. H. MAI
***
Tiada sikap yang baik dan mulia sebagai hamba Alloh yang bertahuid cepat atau lambat pasti berjumpa dengannya kecuali langkah takwa menyertai kita dimanapun kapanpun dan dalam kondisi bagaimana pun. Rasullaloh SAW adalah seorang utusan Alloh yang menjadi rahmatan lil alamin membawa rahmat untuk seluruh alam yang berhasil mendobrak dinding pemisah antara bangsa barat dengan bangsa timur, bangsa arab dengan bangsa ajam(diluar bangsa arab) antara kulit hitam dan kulit putih, islam adalah agama yang tidak terikat oleh territorial, geografis, suku, bangsa, rasis, etnis, nasionalisme. Islam adalah agama yang tidak terikat oleh ideology apapun apalagi ideology materialistis atau ideology kepentingan bahkan Islam adalah agama yang tidak terikat oleh sekedar darah keturunan, yang mengikat Islam hanya Alloh dan Rasulnya maka yang paling mulia diantara hamba-hamba Alloh bukan siapa yang bicara atau yang mendengar, bukan siapa yang tua atau yang muda tetapi siapa diantara kita yang paling pandai, paling cerdas, paling tekun mendekatkan diri pada-NYA. Inna akramakum, ‘Indallahiadzqookum” sesungguhnya yang paling mulia diantara hamba-hambaKu adalah siapa diantara mereka yang paling bertakwa  (QS Al Hujarat : 13)

Takwa adalah penilaian yang paling objektif. Rasulullahi Saw bersabda: akiyya summin ummatii aksarhum zikralmaut wa asyaddu isti’dadanlah, “yang paling cerdas, yang paling pintar yang paling mulia diantara umatku adalah siapa diantara mereka yang paling banyak ingat mati dan mempersiapkan hidup setelah mati”.

Rasionalitas Al Quran sebagai mukjizat

Prof Bernard berkata “semakin maju zaman semakin tinggi tingkat peradaban dan kebudayaan umat manusia, semakin luas otoritas intelektual manusia dan lambat laun tapi pasti  dengan pasti manusia berlomba- lomba meninggalkan agamanya masing masing”. Ada dua faktor yang melatarbelakangi fenomena yang agresif  ini.

Pertama mereka menganggap agama sudah tidak sanggup lagi menjawab kebutuhan umat manusia dan tidak lagi sesuai dengan zaman, akibatnya mereka mencari solusi dan alternative lain yang mampu menjawab problema tersebut. Sengaja atau tidak sengaja sadar atau tidak sadar lahirlah agama baru atau mereka sendiri yang melahirkan agama baru itu. Materialisme, skulerisme, hedonisme dan dalam konteks bahasa kenabian yaitu hubbu dunya wa karahatul akhirah. “terlalu cinta dunia yang sangat-sangat berlebihan dan akibatnya mereka takut mati”.

Disisi lain mereka menganggap agama hanyalah mitos-mitos lama, cerita-cerita sakral dan kalau pun yang dihidupkan dalam agama hanyalah ritual rutinitas bukan ritual yang berkualitas. Boleh jadi Allahuakbar di atas hamparan sejadah, Allahuakbar di musholla, Allahuakbar di masjid tetapi dilapangan, dikantor bahkan di hotel sekalipun nafsu Akbar. Dimulutnya bertasbih, bertahmid, bersholawat tapi dimulut ini lah juga ia berbohong, menipu, meng gibah, fitnah. Lagi sholat ia tutup auratnya sopan rapi, mulia sehingga mudah dikenal oleh para penghuni langit dan bumi, dan Alloh abadikan dalam surat Al Ahzab : 59 “…Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu..” . Seribu kali sayang walaupun berikral dalam sholatnya tunduk, patuh seusai sholat pakaian sopan santun mulia itu kembali ditanggalkan diganti dengan pakaian yang serba transparan.

Kedua mereka menyatakan “my brain is my god”, otak ku adalah tuhan ku, dengan olah otak, imajinasi otak, melahirkan pengetahuan, dari sains melahirkan teknologi dan dari teknologi semuanya dapat mempermudah manusia dalam mengelola segala urusannya. Maka disaat itu manusia tidak lagi membutuhkan agama bahkan titik kulminasinya “bukanlah Tuhan yang menciptakan manusia tetapi manusialah yang menciptakan Tuhan”.

Dengan alibi yang sangat nakal kemudian ia bertanya kalau memang tuhan itu ada, maka dimanakan adanya?, Kalau memang tuhan itu ada, kapan adanya? Telur ayam yang dulukah atau ayam yang dulukah?, kalau memang tuhan itu ada, bagaimana wujudnya? Maka tidak mustahil ada agama yang mewujudkan tuhan, dalam bentuk benda-benda, hewan-hewan, manusia. Sangat unik kan? Tuhan dipersonifikasikan dalam bentuk manusia. Kalau memang alam raya ini ciptaan tuhan dan itu yang menjadi alasan semua agama, lalu siapa yang menciptakan tuhan? Pertanyaan-pertanyaan sangat nakal ini akan kita jawab dalam pernyataan dibawah ini:

Dari dua pernyataan ini melahirkan dua pertanyaan,

Pertama apakah semua agama tidak sanggup menjawab kebutuhan umat manusia dan tidak lagi sesuai dengan zaman. Sebagai mana Karl Marx berkata ”semua agama adalah candu” padahal thesis Karl marx adalah pada satu agama dari kegagalan agama gerejani pada saat itu. masih ingat? Tirani intelektual Nicolaus capernicus, Galileo adalah tumbal dari tirani intelektual itu. Kaum gerejani kala itu beranggapan bahwa bumi itu sentries padahal dalam hasil penelitian bahwa matahari sentries, karena perbedaan antara ahli astronom ilmuan dan gerejani dikala itu karena gerejani berkuasa maka para ilmuan dihukum bahkan ada yang di bakar hidup-hidup.

Kemudian ada juga tirani ekonomi dimana para jemaat diharuskan membayar sebagian hartanya untuk kepentingan tuhan bapa diatas sana, tetapi malah digunakan untuk kepentingan pribadi kaum gerejani, dan yang paling menyakitkan adalah tirani kepercayaan dengan dogma lisensi pengampunan dosa oleh Paus. Sebesar apapun dosa manusia akan dapat diampuni asalkan mampu membayar surat pengampunan dosa tersebut. ”atas nama sipulan bin pulan”, bahwa semua dosanya diampuni baik dimasa lalu, dimasa kini dan yang akan datang kemudian akan duduk berdampingan dengan tuhan bapa disana”.

Justru doktrin yang terakhir inilah yang menjadi pangkal haloganisme kebrutalan, semakin berani orang melakukan pelanggaran-pelanggaran agama toh nanti diampuni oleh tuhan, semakin berani orang merampok toh juga tinggal di bayar, semakin berani orang korupsi toh akan beres dengan duit. Yang baik menjadi jahat dan yang jahat semakin menjadi-jadi jahatnya. Kemudian Karl Marx kecewa lalu menarik kesimpulan dengan emosional bahwa agama tak ubahnya seperti tirani. Penjara kehidupan dan lalu dengan tergopoh-gopoh mengatakan bahwa semua agama adalah candu. Baik kalau semua adalah candu, berarti Karl Marx berkata semua yang berkaki empat adalah kerbau, padahal tidak hanya kerbau yang berkaki empat ada anjing, kucing pun berkaki empat, berarti pasti ada satu kebenaran mutlak dari kebenaran nisbi.

Pertanyaan kedua manusia yang bagaimana yang harus memiliki agama, apakah manusia-manusia yang sudah cerdas tidak perlu agama, dalam artian lain agama hanyalah bagi orang-orang yang bodoh, orang-orang yang kampuangan, lalu agama terkesan keterbelakangan. Dalam menjawab pertanyaan semacam ini diperlukan pengkajian secara objektif bukan subjektif, rasional bukan emosional, bhasan otak bukan hati.

Mengapa demikian? Jika pengkajiannya secara subjektif, emosional atau hati maka hasilnya adalah nisbi, relative dan semu alias kebenaran yang terbatas. Semua agama benar menurut kepercayaan dan keyakinan masing-masing adalah benar tidak salah karena menurut kepercayaannya masing-masing hasilnya relative namun jika dikaji secara rasional objektif tidak mungkin semua agama benar pasti ada kebenaran mutlak diantara kebenaran nisbi, pasti ada kebenaran objektif/umum diantara kebenaran subjektif yang terbatas.

Kita mulai pengkajian objektifitas ini dengan mencari jawaban syarat-syarat tuhan, jika tuhannya benar maka agamanya benar.

1. Teori Relativitas
Einstein terbatas oleh 4 dimensi ruang, waktu, daya dan guna. selama terbatas oleh 4 hal ini maka disebut alam raya. Berati syarat tuhan yang pertama adalah mutlak tidak terbatas dan relativitas inilah menjawab pertanyaan-pertanyaan nakal tadi seperti dimana?, kapan?, siapa yang menciptakan tuhan? Kalau ada yang bertanya dimana? Berarti terbatas oleh dimensi tempat itu bagian dari alam, tuhan tidak terbatas oleh dimensi tempat, lalu pertanyaan kapan? itu terbatas dimensi waktu, bagaimana? berarti terbatas dimensi wujud dan guna. Lalu siapa yang mencipkan tuhan, teori ini mengjarkan bahwa jawabannya adalah tuhan, yang menciptakan tuhan?, tuhan,,, yang menciptakan tuhan?, tuhan,,, asalkan jawabannya tuhan pasti berhenti pada kata tuhan atau dihentikan oleh tuhan berarti teori relativitas menyatakan bahwa tuhan mutlak tidak terbatas hanya alamlah yang terbatas.

2. Teori Nonautomatic
Bahwa dimuka bumi ini tidak ada yang otomatis atau terjadi dengan sendirinya “bim salabim abraakadabraa” likes magic show David Copperfield. Di balik wayang pasti ada dalang, dibalik film pasti ada sutradara, dibalik permainan pasti ada pemain, dan di balik ciptaan pasti ada PENCIPTA. Maka mungkinkah rotasi evolusi alam yang menakjubkan para kosmolog sehingga melahirkan ilmu pasti ruang angkasa kosmos itu terjadi dengan sendirinya? Maka teori non otomatis ini menjelaskan bahwa adanya pencipta alam raya ini, berati tuhan sebagai pencipta maka dengan mudah teori non otomatis ini menggugurkan teori atheis yang menyatakan tuhan itu tidak ada, sebenarnya ia sudah bertuhan dengan akalnya takala ia menyatakan tuhan tidak ada itulah yang menjadi tuhannya.

3. Teori The Most
Paling tertinggi, terbesar, terkuat, terkuasa, termulia paling mulia itu “only one” satu dalam artian tuhan itu hanya satu tidak dua, atau tiga, apalagi multi tuhan. Satu dalam artinya kebenaran yang benar itu hanya satu semuanya salah, pasti ada satu kebenaran objektif diantara kebenaran yang subjektif, pasti ada emas diantara timah, tembaga dan besi. Pasti ada mutiara diselala lumpur, pasti ada Tuhan diantara hantu-hantu pasti ada agama diantara gama-gama.

4. Teori Super Nature Power
Adanya kekuatan dahsyat di balik nature, kekuatan metafisik yang luar biasa contohnya yang sederhana adalah ruh yang ada dalam diri kita dan ruh adalah bion yang hidup justru jasad ini adalah bion yang mati. Mayit bermata, bertelinga, berkaki tapi tidak dapat berbuat apa-apa karena ruhya sudah tidak ada. Berarti ruh adalah bion yang hidup dan sampai detik ini tidak seorang professor pun apalagi yang awam yang dapat berhasil mendeteksi bentuk dari pada ruh.

Dari ke empat teori ini silakan cari kitab yang dianggap suci oleh umatnya, jika kitab itu mengandung empat unsur teori ini berati kitab itu benar-benar tersuci. Mungkn kita akan kehabisan waktu untuk mencari kitab-kitab suci, jangankan kitab suci yang lain kitab suci sendiri saja jarang kita sentuh, kalau tidak percaya silakan saja datang kerumah-rumah setiap orang islam ketuk pintunya ucapkan salam kemudian mintalah Al-Qur’an yang berada dirumah orang islam itu pegang setelah diberikan ucapkan terima kasih lalu angkat telunjuk tangan sahabat hampir dapat di pastikan telunjuk tangan sahabat akan berdebu, mengapa? Karena mereka jarang menyentuh Al-Qur’an apalagi membacanya, apalagi mengamalkannya. Bukankah amalan itu lahir dari paham, lahir dari penghayatan, penghayatan itu lahir dari paham, paham itu lahir dari membaca dan membaca itu lahir dari menyentuhnya.

Professor Lurth seorang ahli filsafat, dari Rusia beliau pernah mencari kebenaran dari 12 agama, beliau masuk agama satu lalu pindah ke agama yang lain. Dan akhirnya beliau berhenti pada agama yang 12, agama yang ke 12 itu adalah agama Islam. Mungkin sahabat bertanya mengapa beliau memilih agama Islam sebagai agama yang ke 12. Karena beliau sungguh amat benci pada agama Islam, justru kebencian yang sangat luar biasa itulah yang membuat beliau jatuh cinta dengan Islam.

Dalam Al-Qur’an dikatakan pada surat Al Baqarah ayat 216 yang artinya; “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui”.
Al-Qur’anul Karim menjawab secara gamblang dan sempurna problem-problem kehidupan & bukti-bukti ilmiah yang paling mutakhir.

Kita buktikan bahwa 4 teori diatas tadi terjawab didalam Al Qur’annulkarim,

Yang Pertama
teori relativitas bahwa tuhan itu mutlak alam ini yang terbatas. Allah jawab dalam surat yang pendek, padat tapi mengandung bobot tauhid yang luar biasa yaitu surat Al-Ikhlas alias surat Qulhu. Mungkin diberi nama Al-Ikhlas karena kita paling ikhlas membacanya, bahkan kalau kita menjadi ma’mum rela menjadi menjadi ma’mum kalau imamnya membaca Al-Ikhlas. Baik bukan itu makna dari surat Al-Ikhlas, surat Al-Ikhlas itu kaitannya erat dengan Laa ikraha fi ad-din “Tidak dipaksa masuk agama Alloh dan agar ikhlas memeluk agama Alloh dalam melaksanakan perintah-perintah Alloh penuh dengan keikkhlasan-keikhslasan”.

Dibalik pendeknya surat Al-Ikhlas ini ternyata mengandung bobot tauhid yang luar biasa, kita buktikan dari teori relativitas dijawab oleh Allah Lam yalid wa lam yulad  Wa lam yakul lahu kufuwan ahad “Tidak beranak dan tidak diperanakkan dan tidak satu makhlukpun yang menyerupainya”. Dan ini juga Alloh jawab dalam surat Ar Rahman ayat 25-26 Kullu Man 'Alaiha Fan, Wa Yabqo Wajhu Robbika Dzul Jalaali Wal Ikrom “Semuanya pana kecuali Allah pengatur  alam semesta ini yang baqo atau kekal”.  Berarti manusia itu terbatas, alam ini terbatas dan hanya Alloh lah yang mutlak.

“Alloh ada sebelum kata ada itu ada, dan Alloh akan tetap ada sekalipun kata ada itu sudah tidak ada, adanya Alloh karena ketiadaan makhluknya”
Kalau soal di mana, kapan, bagaimana, dan siapa yang menciptakan tuhan. Fira’un saja pernah naik ke atas menara yang tinggi atas ide arsitek Bal’an.  Di atas menara yang tinggi itu Fira’un berteriak dengan lantang dan ini Allah abadikan dalam surat Al-Baqarah ayat 55 Wa idz qultum yaa muusaa lan nu mina laka hattaa naroo aloha jahrotan fa akhadzatkumu alshshaa’iqatu wa antum tanzhuruuna “Hai Musa aku tidak akan sekali kali beriman kepada mu sampai aku sanggup melihat tuhanmu dengan mata kepala ku”. Mata adalah instumen yang terbatas, sesuatu yang terbatas maka hasilnya akan terbatas pula tidak usah sombong mata melihat apa yang dilihat, melihat mata itu sendiripun mata tidak sanggup. Berarti teori yang pertama sudah dijawab dalam surat Al-Iklhas.

Yang Kedua
Teori Nonautomatic bahwa di muka bumi ini tidak ada yang automatis. Masih ingat cerita Nabi Ibrahim As ketika mencari tuhan sehingga beliau dikenal sebagai Khalilullah “Kekasih Alloh” karena tauhidnya yang amat sangat luar biasa. Inipun Alloh abadikan dalam surat Al-An’am, Ayat 75-79, ketika beliau melihat Kawakib “Bintang-bintang” haza robbi kata Nabi Ibrahim “Ini Tuhanku” ternyata menjelang subuh bintang-bintang itu tenggelam. Akhirnya Nabi Ibrahim itu berkata “La Uhibbul Afilin” aku tidak suka dengan tuhan yang terbatas. Kemudia ia melihat Al Qomar “Bulan”, haza robbi, ini tuhan ku, ternyata bulan pun menjelang subuh tenggelam, “La Uhibbul Afilin” aku tidak suka dengan tuhan yang terbatas. Kemudian melihat Asy syamsu “Matahari”, haza akbar, ini lebih besar ternyata yang di anggap lebih besarpun itu menjelang magrib tenggelam. Akhirnya Nabi Allah berkata ”La-illam yahdini Rabbi la akunannaminal qaumiddhollin” Ya Rabb seandainya engkau tidak memberi petunjuk kepada kami, niscaya kami akan menjadi kaum yang sesat. Bertuhan, waktu, tempat, daya dan guna bertuhan yang terbatas, matrialisme, sekularisme.

Beri petunjuk kami ya Rabb. Allah menjawab “Inni wahjahtu Wajhia lillazi patharassama watiwalardi” Nabi Ibrahim Wajahkan wajahmu kepadaku, akulah pencipta langit dan bumi, “Inni wahjahtu” terkenal sebagai do’a Iftitah dalam sholat sebelum Al-Fatihah.
Prolog sebelum bedialog “Al-Liqho qoblal liqho” kata imam Gozali, berjumpa sebelum berjuma. Berjumpa Allah saat sholat dan insyallah akan berjumpa setelah kita wafat.
Alladzina yadzunnuna annahum mulaqurabbihim wa annahum ilaihi rooojiuuun “Orang-orang khusuk itu adalah dalam shalatnya seakan-akan ia berjumpa dengan Allah sebagaimana ia akan wafat nanti akan berjumpa dengan Allah”. (Al Baqarah :46)

Yang Ketiga
teori The Most bahwa tuhan itu hanya satu, dan ini Allah jawab, lagi-lagi dalam surat Al-Ikhlas agar mengakui tuhan satu itu benar-benar ikhlas Qulhuwallohu ahad  “Katakanlah bahwa Alloh itu Ahad” dan tentu makna ahad itu berbeda dengan satu. Mengapa? Sebab satu itu berbilang, berjumlah, berkali, berbagi, 2:2=1, 1×1=1, 2-1=1 sementara Allah tidak berbilang, tidak berjumlah, tidak berkali, Ahad adalah esa, tunggal. Alloh ahad, kemudian satu artian dalam kebenaran, yang benar hanya satu, semuanya salah!!! Ini pun Allah jawab dalam surat Al-Fath, ayat 28  Huwa alladzi arsala rasuulahu bialhudaa wadiini alhaqqi liyuzhhirohu’alaa alddiini kullihi wakafaa biallohi syahiidaan “Dialah yang mengutus Rasulullah dengan hidayah dan agama yang benar agar ditampakkannya kebenaran terhadap semua agama dan cukuplah Allah yang menjadi saksi” Inilah yang pernah dikatakan oleh professor Lurth “Bila engkau berpikir dengan sungguh-sungguh niscaya ilmumu akan memaksa diri mu untuk mencari tuhan” iqra’ baca, iqra’ teliti, iqra’ observasi. Bismikalladzi kholak  kau akan menemukan Rab yang menciptakanmu. “Siapa yang tahu dirinya maka ia akan tahu siapa tuhannya”

Kemudian yang Terakhir
Teori “Super Nature Power” kaitannya dengan ruh, Allahuakbar. Allah jawab dengan indah dalam surat Al-Israa’ ayat 85 Wa yas-alunaka 'anir ruhi, qulir ruhu min amri rabbi wa ma utitum minal 'ilmi illa qalila “Hai manusia aku berikan kau ilmu qolila (yang sedikit sangat amat sedikit)”.  Imam Ali ra ditanya apakah yang dimaksud dengan “Qolila” Imam Ali ra menjawab dengan analogi “telunjuk tanganmu celupkan kelautan dan angkat setetes yang jatuh itulah ilmumu lautan adalah ilmu Al-Qur’an nur karim”. ditambah lautan lagi semisal, ditambah lautan lagi semisal, dan pohon dijadikan pensil tidak akan bisa menulis dan menjabarkan ilmu-ilmu Allah (QS Luqman:27). Lautan adalah gambaran luas dan dalam. Berarti secerdas-cerdasnya manusia ilmunya sungguh amat sedikit.

Lalu tidak ada tingkat banding dengan tetesan air laut itu yang amat sangat luasnya dan dalam. Kalaupun ada yang membandingkan itu adalah perbandingan yang bodoh dan naif. Qolila artinya ini, betapa lemahnya ilmu manusia betapa sedikitya ilmu manusia, karena itulah Allah menyatakan “Hai manusia kau bertanya soal Ruh, Ruh adalah urusanku, Kau takkan pernah tahu bentuk dan wadah Ruh sebagaimana kau tidak pernah tau kapan, dimana, bagaimana engkau mati yang pasti kau pasti akan mati”.

Ternyata 4 teori ini dijawab oleh Al-Qur’a nur karim berarti Al-Qur’an adalah ajaran, keyakinan yang sangat objektif, dapat diterima dengan akal yang sehat. Karena terbukti dengan melakukan pengkajian-pengkajian teori objektifitas berarti mereka yang melaksanakan apa yang ada di dalam Al-Qur’an adalah mereka yang cerdas dan pintar mereka yang bangun ditengah malam adalah orang yang cerdas, mereka berinfak karena mengamalkan Al-Qur’an adalah orang yang cerdas, mereka yang melaksanakan ibadah haji disaat mampu adalah mereka yang cerdas.

Berarti semakin maju zaman, semakin terjawab bukti-bukti kebenaran Al-Qur’an. Al-Qur’an tidak pernah ketinggalan zaman, bahkan Al-Qur’an menjaga zaman. Maka bila kita meninggalkan Al-Qur’an maka kita menjadi manusia-manusia yang tertinggal, alias manusia yang terbelakang. Nah saudara-saudari yang kucintai pegang teguh kitab suci Al-Qur’an, sentuhlah, bacalah, pahami, hayati, amalkan, belajar kemudian ajarkanlah Al-Qur’an itu. ***

Senin, 20 Oktober 2014

Heboh cerita Nenek, Cucu dan Daun Kelapa


Foto oleh: R Bagas Kara Arya P.P
Kok, anak bertanya terus, sih?
Mereka tengah berusaha memahami dunia yang cukup mengherankan di mata mereka, jelas Carol Faulkner, Ph.D., psikolog anak di Bradley Hospital di Providence, AS. “Anak kecil itu tak ubahnya orang dewasa di negara asing,” katanya. “Mereka punya berbagai pengalaman dan sensasi baru setiap hari. Terkadang menyenangkan, tapi kadang juga membingungkan.”
Pertanyaan yang terus-menerus mengalir menunjukkan bahwa anak Anda tengah berkembang. Jenis pertanyaan-pertanyaan yang kemungkinan ia ajukan juga berhubungan dengan usianya, salah satunya juga terlihat pada pembicaraan humor, lucu sekaligus menggelikan berikut ini, ini adalah pembicaraan antara Si Nenek dan Cucunya tentang Daun Kelapa yang digunakan untuk membuat ketupat, berikut petikan pembicaraan mereka:

Cucu: "Hai Nek..., Nenek lagi apa tuh?"
Nenek: "Nenek lagi nyari daun kelapa nih.."
Cucu: "Untuk apa daun kelapa Nek?"
Nenek: "Untuk dibuat ketupat, Sayang.."
Cucu: "Trus ketupat untuk apa Nek?"
Nenek: "Untuk dimakan nanti"
Cucu: "Ooh nanti. Kalo sekarang nenek lagi apa?"
Nenek: "Ngambil daun kelapa. Hih!"
Cucu: "Untuk apa?"
Nenek: "Untuk dibuat ketupat. Udah nenek bilang kan tadi?"
Cucu: "Ketupat itu untuk apa nek?"
Nenek: "Ya untuk dimakanlah. Masa untuk keramas."
Cucu: "Ohh gitu ya, Nek."
Nenek: "Iya. Sudah pergi main sana. Jangan ganggu nenek."
Cucu: "Kenapa?"
Nenek :"Nenek lagi sibuk."
Cucu: "Sibuk ngapain sih Nek?"
Nenek: "Nyari daun kelapa. Kan udah
dibilang tadiiiii....."
Cucu: "Daun kelapa untuk apa?"
Nenek: "Untuk buat KETUPAAAAT!!!"
Cucu: "Nenek bicara sama siapa?"
Nenek:"Sama kamu lah!!"
Cucu: "Kenapa teriak teriak? Saya kan di dekat nenek."
Nenek: "Karena kamu gak paham-paham. Nggak lihat apa nenek lagi kerja?"
Cucu: "Ooh. Kerja apa Nek?"
Nenek: "Arrrrrghhhhhhhh!!! NYARI DAUN KELAPAAAA!"
Cucu: "Daun kelapa untuk apa?"
Nenek: "Ya Alloohh... cucu aku Ini. Untuk dimakan!"
Cucu: "Kan ada beras di rumah. Kenapa nenek mau makan daun kelapa?"
Nenek: "Cucu nenek yang paling ganteng... Sebelum nenek dapet stroke, sebaiknya kamu pergi sana, biarkan nenek bekerja. Jangan ganggu yaaaaaaa...?"
Cucu: "Kok dapet stroke?! Jadi sebenarnya nenek nyari daun kelapa atau nyari stroke?
Stroke itu apa sih Nek? Apa dia hijau juga kayak daun kelapa?"
Nenek: AduhHHH..), aku stress! Aku stress stress stress!!
Cucu: "Kalo cari daun kelapa bikin stress, kenapa nenek masih nyari juga?
Nenek: "CUKUP!!! JANGAN TANYA LAGI..!! BAGUS KAU PULANG KE RUMAH SEKARANG!!!!>: CEPAT!!
Cucu: "Iya, Nek .Nenek nggak ikut pulang?"
Nenek: "Enggak! Nenek lagi kerja!"
Cucu: "Kerja apa Nek ?"
Nenek: "Cari daun kelapaaaaaaaa.....!" Dan si nenek pun terkulai tak sadarkan diri.
***
Pembaca yang budiman, saya berharap anda juga bersabar membaca tulisan ini, hehehe
#copas_anonymous

Sabtu, 18 Oktober 2014

Syarat Niat Hati Mesti Tanpa "Debu"


ditulis oleh: Bang Ori Gagah

***belum cukup satu tahun ini, ada 3 Posisi (Kepercayaan) "GM" yang ditawarkan kepada saya, dua posisi dari dua Kakak Senior di Pergerakan dan satu posisi dari rekan bisnis di Pas*man Bar*t. ke-dua posisi itu pun sampai saat ini belum bisa saya sanggupi, kita harus jujur dan mengakui kelemahan kita sebagai manusia, karena sampai saat ini niat hati saya masih "berdebu" mendengar posisi tsb. oleh sebab itu sampai detik ini saya masih membersihkan debu2 yang mungkin saja bisa merusak kepercayaan tsb.
Kemudian...
dua tahun sebelumnya ada Seorang Bapak (kenal dekat) tepatnya di Komplek Mua*a Pu*** di kota Padang, menawarkan (red-mengamanahkan-) Keponakannya yg baru mendapat gelar Kedokteran Spesialis di Medan, beliau kenal dan tau bahwa saya seumur hidup tidak pernah terlibat Pacaran, begitu juga dengan keponakannya tersebut, namun sore itu dengan hati-hati dan halus pula saya belum sanggupi tawaran si Bapak, karena ada hal-hal yg membuat niat hati saya "berdebu" mendengar paparan si Bapak.***

===
sahabat,
manusia, harta, jabatan dan jodoh adalah sebuah paket yang amat mudah terkena "debu", debu tersebut awalnya tidak nampak dan merusak, namun ketika ditiup secara sengaja atau tidak sengaja oleh ucapan manusia maka disanalah kekuatan "kehanifan hati" anda di Uji, masih ingatkah dengan cerita Ali bin Abi Thalib Ra diludahi dalam sebuah pertempuran, ketika itu Ali bin Abi Thalib Ra hendak menebas leher prajurit (musuh) yg telah tersungkur ketanah, tiba-tiba prajurit tersebut meludahi beliau, hal menakjubkan terjadi, Ali malah menurunkan pedangnya. Dan ia kemudian membalikan badan dan berkata, "Membunuhmu adalah perbuatan kurang bijaksana bagiku. Pergilah, aku tidak akan membunuhmu."
Si Prajurit kemudian bertanya, "Kenapa engkau tidak membunuhku? Bukankah aku ini musuhmu?"
Ali menjawab dengan mengatakan, "Ketika pedangku berada di lehermu, saya sangat berniat membunuhmu. Tetapi ketika engkau ludahi saya, saya tersadar, jika saya membunuhmu, itu bukan karena Allah, melainkan karena saya dalam keadaan marah."

sahabat...
sampai saat ini saya terus berusaha mengeksplorasi formula untuk membungkus hati dari serangan "debu dan kutu-kutu debu" tersebut.

pahamkah "debu" yg saya maksud ?
pada konteks kisah Ali bin Abi Thalib,
marah karena di ludahi itu berbeda dg marah karena-Nya.
marah karena diludahi itulah yg menjadi "men-debu-kan niat" yg harus dibersihkan bahkan harus tertundanya sebuah tindakan/ keputusan.

Sahabat... Berhatilah-hatilah dengan "debu" yang kasat mata itu.
kalau perlu... yukkk sama-sama bersihin debu, mulai dari debu karpet masjid hingga karpet "hatimu" ke pelaminan, hahahaha
‪#‎bawa_santai_usah_terlalu_serius‬
semoga bermanfaat, wallahu a`lam, 17102014

lihat juga:

Dilarang Pacaran BUKAN Dilarang Jatuh Cinta

Cari disini

Translate (Penterjemah)

Followers