Tampilkan postingan dengan label Software Toko. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Software Toko. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Oktober 2020

LINGKUNGAN YANG TEPAT - SELF REMINDER

 

Seorang Anak Muda sedang membersihkan aquarium Paman nya, ia memandang ikan arwana agak kebiruan dengan takjub..
Tak sadar Pamannya sudah berada di belakangnya.. "Kamu tahu berapa harga ikan itu?". Tanya sang Paman..
.
"Tidak tahu". Jawab si Anak Muda..
.
"Coba tawarkan kepada tetangga sebelah!". Perintah sang Paman.

Ia memfoto ikan itu dan menawarkan ke tetangga..
Kemudian kembali menghadap sang Paman. .
"Ditawar berapa ?" tanya sang Paman. .
"50.000 Rupiah Paman". Jawab si Anak Muda dengan mantap.
.
"Coba kau tawarkan ke toko ikan hias!!". Perintah sang Paman lagi.
.
"Baiklah Paman". Jawab si Anak Muda. Kemudian ia beranjak ke toko ikan hias..
.
"Berapa ia tawar ikan itu?". Tanya sang Paman.
.
"800.000 Rupiah Paman". Jawab si Anak Muda dengan gembira, ia mengira sang Paman akan melepas ikan itu.
.
"Sekarang coba kau tawarkan ke Juragan Joni Rahman, bawa ini sebagai bukti bahwa ikan ini sudah pernah ikut lomba". Perintah sang Paman lagi. "Baik Paman". Jawab si Anak Muda. Kemudian ia pergi menemui Pak Joni yang dikatakan Pamannya. Setelah selesai, ia pulang menghadap sang Paman.
.
"Berapa ia menawar ikannya?".
.
"50 juta Rupiah Paman".
.
Ia terkejut sendiri menyaksikan harga satu ikan yang bisa berbeda-beda..
.
"Nak, aku sedang mengajarkan kepadamu bahwa kamu hanya akan dihargai dengan benar ketika kamu berada di lingkungan yang tepat". "Kita semua adalah orang biasa dalam pandangan orang-orang yang tidak mengenal kita". "Kita adalah orang yang menarik di mata orang yang memahami kita". "Kita istimewa dalam penglihatan orang-orang yang mencintai kita". "Kita adalah pribadi yang menjengkelkan bagi orang yang penuh kedengkian terhadap kita". "Kita adalah orang jahat di dalam tatapan orang-orang yang iri akan kita". Pada akhirnya, setiap orang memiliki pandangannya masing masing terhadap kita, maka tak usahlah bersusah payah supaya kelihatan baik dimata orang. Tapi berusahalah terus melakukan kebaikan dan menjalankan apapun dengan keikhlasan.

Sabtu, 24 Mei 2014

Kisah Inspiratif Ibu dan Anak pada Sebuah ~ I Phone 5 ~ dan 18 Perjanjiannya


Seorang ibu bernama Janell Burley Hofmann memberikan hadiah ponsel berkelas yaitu iPhone 5 kepada anaknya Gregory. Meskipun iPhone 5 merupakan barang mewah, pemberian iphone 5 ini bukan untuk memanjakan anaknya, justru ia memberi aturan atau perjanjian yang sangat ketat kepada anaknya, dan ia harus mentaatinya. Jika tidak mau taat, maka iPhone tersebut akan di minta kembali. Perjanjian tersebut sangat positif untuk anaknya, juga sangat inspiratif untuk kita terapkan bagi anak-anak kita. Berikut Ini daftar perjanjian ibu kepada anaknya:

1. Ini (iPhone 5) adalah milik ibu. Ibu membelinya. Ibu yang membayarnya. Ibu meminjamkannya untukmu. Bukankah ibu yang terbaik?
2. Ibu harus selalu mengetahui password-nya
3. Jika teleponnya berdering, jawablah. Itu adalah sebuah telepon. Katakan halo, tunjukkan perilaku yang baik (sopan.) Jangan pernah abaikan panggilan telepon jika dilayarnya tertulis “Ibu” atau “Ayah”. Jangan pernah.
4. Berikan teleponnya kepada orang tua-mu tepat jam 7:30 malam setiap malam sekolah dan setiap akhir minggu pada jam 9 malam. Telepon tersebut akan dimatikan untuk satu malam dan akan dihidupkan kembali esok hari jam 7:30 pagi. Jika kamu tidak mau menelepon ke telepon rumah temanmu, karena takut jika orang tua-nya yang mengangkat terlebih dahulu, maka jangan menelepon atau SMS sama sekali. Dengarkan suara hatimu dan hormatilah keluarga orang lain seperti kamu ingin keluarga kita dihormati.
5. Kamu tidak akan membawa Ini (iPhone 5) ke sekolah. Ngobrol-lah secara langsung dengan orang-orang yang biasa kamu ajak chatting atau SMS. Ini adalah bekal atau skill untuk hidupmu kelak. Untuk sekolah setengah hari atau field trip sesudah sekolah akan kami pertimbangkan.
6. Jika ini (iPhone 5) jatuh kedalam toilet, terhempas ke tanah, atau menghilang di udara bebas, kamu bertanggung jawab untuk penggantian atau biaya perbaikan. Kamu bisa memotong rumput, menjaga bayi, atau menggunakan uang tabungan hadiah ulang tahun. Ini akan terjadi, kamu harus bersiap.
7. Jangan gunakan teknologi ini untuk berbohong, membodohi, atau menipu umat manusia lainnya. Jangan biarkan dirimu terlibat dalam pembicaraan yang akan menyakiti orang lain. Jadilah teman yang baik terlebih dahulu atau menjauhlah dari kemungkinan perseteruan.
8. Jangan mengirimkan SMS, email, atau mengatakan apapun yang tidak mau kamu ucapkan dalam kehidupan sehari-hari.
9. Jangan mengirimkan SMS, email, atau mengatakan apapun ke seseorang yang tidak mau kamu katakan dengan lantang ketika orang tua mereka sedang berada diruangan itu. Sensorlah dirimu sendiri.
10. Tidak boleh ada pornografi. Carilah informasi di internet yang hanya akan kamu bagikan ke Ibu secara langsung. Jika kamu memiliki pertanyaan tentang apapun, tanyalah seseorang – lebih baik lagi tanya ke Ibu atau ayahmu.
11. Matikan, diamkan, sembunyikan dari khalayak ramai. Terutama di restoran, didalam bioskop, atau ketika berbicara dengan umat manusia lain. Kamu bukanlah orang yang kejam; jangan biarkan iPhone merubah itu.
12. Jangan kirimkan atau menerima gambar/ foto dari bagian pribadi anggota tubuhmu atau orang lain. Jangan tertawa. Suatu saat kamu akan tergoda untuk melakukannya secerdas apapun dirimu. Ini sangat beresiko dan dapat menghancurkan masa muda/ kuliah/ atau masa dewasamu. Ini akan selalu jadi ide yang buruk. Dunia maya itu luas dan lebih kuat daripada dirimu. Sulit sekali menghilangkan jejak dalam skala sebesar ini – termasuk reputasi yang buruk.
13. Jangan mengambil jutaan foto dan video. Tidak perlu mendokumentasikan segalanya. Alamilah hidupmy sendiri.
Kenangan itu akan tersimpan dalam ingatanmu untuk selamanya.
14. Sesekali tinggalkan iPhone ini dirumah dan coba untuk merasa nyaman dan aman dengan keputusan itu. Ini (iPhone) bukanlah benda hidup ataupun perpanjangan dirimu. Belajarlah untuk hidup tanpanya.
Jadilah lebih besar dan lebih kuat daripada FOMO – Fear Of Missing Out (rasa takut kehilangan.)
15. Download lagu yang baru atau yang klasik atau yang berbeda dari yang didengarkan oleh jutaan orang lain yang mendengarkan hal yang sama. Generasimu memiliki akses musik yang belum pernah ada selama sejarah. Ambillah keuntungan dari hal tersebut. Perluas cakrawala-mu.
16. Sesekali mainkan permainan dengan kata-kata atau puzzles (teka-teki) atau permainan yang melatih otak.
17. Jaga matamu tetap menghadap kedepan. Lihat dunia disekelilingmu. Pandangilah jendela. Dengarkan kicauan burung. Jalan-jalan. Berbicaralah dengan orang asing. Berkelilinglah tanpa Googling.
18. Kamu pasti akan melakukan kesalahan. Ibu akan mengampil teleponmu. Kita akan duduk dan membicarakannya. Kita akan memulai dari awal lagi. Ibu dan kamu, kita selalu belajar. Ibu adalah bagian dari tim-mu. Kita melakukan ini bersama-sama.
Dan pada akhir daftar kontrak, sang ibu menulis “Kebanyakan pelajaran disini tidak hanya berlaku untuk iPhone, namun untuk kehidupan..”
Sungguh perjanjian yang sangat mendidik dan sangat bijak sana bagi anaknya. sangat cocok sekali dengan keadaan saat ini, zaman di mana kemudahan teknologi membuat kita jarang berinteraksi secara langsung kepada orang di sekitar kita.
Kita lebih suka berlama-lama sms-an, berlama lama melihat dinding facebook kita, lebih suka chating. Kita lebih suka menatap layar, dari pada harus bertemu langsung.
Padahal jika kita melakukan hal tersebut secara berlebihan, akan berdampak buruk bagi perkembangan psikologis kita, khususnya kemampuan untuk berinteraksi secara langsung dengan masyarakat.
Semoga kisah inspiratif ibu yang memberikan hadiah iPhone 5 kepada anaknya dengan perjanjian ketat di atas bisa bermanfaat bagi kita semua. (Sumber: mitrafm.com)

Jumat, 12 Juli 2013

INDONESIA KRISIS, (banyak) PENGUSAHA BUTUH ACOSYS !!!

Assalamualaikum... Sahabat 
beberapa waktu lalu saya (Bang Ori Gagah) melakukan perjalanan ke beberapa daerah, itupun dalam berbagai misi yang berbeda, namun yang menjadi inti perbincangan kita kali ini adalah betapa kagetnya saya ketika melihat Usaha Minimarket yang sudah mulai me"wabah" di beberapa tempat bahkan hingga ke daerah yang masih jauh dari pusat kota.

Mungkin sebagian besar orang Usaha seperti Minimarket/ Swalayan atau Mart merupakan Bisnis yang Prospektif, paradigma tersebut masuk akal,
Namun INGAT !!!



Usaha Seperti ini butuh "Pengawal" agar Srikulasi Keuangan dan Bisnis dapat di kontrol dengan aman.

nah... berbicara tentang "pengawal" yg mampu mebantu mengontrol Usaha atau Bisnis kita tersebut maka saya Menawarkan Software Manis bernama ACOSYS, 

Software ACOSYS menjadi Pusat Perhatian para Pebisnis dan Pengusaha di Indonesia bahkan jauh sebelum kemenangannya pada Kompetisisi Wirausaha Muda Mandiri di jakarta Convention Centre pada akhir tahun 2011 lalu.


Beberapa fitur unggul yang kami sediakan diantaranya pembuatan metode diskon, poin, hadiah, komisi salesman dan komisi pelaksana jasa yang sangat fleksibel, karena Anda bisa membuat rumus sendiri.

Acosys menyediakan 24 fitur unggul yang dapat dikombinasikan sesuai dengan kebutuhan Anda. Jika Anda ingin mandapatkan paket yang sesuai dengan kebutuhan Anda, silakan berkonsultasi dengan petugas kami untuk mendapatkan paket yang lebih sesuai di http://acosys.co.id/#!priceatau mengirimkan email ke marketing@acosys.co.id.

Software Acosys telah membantu ribuan perusahaan menjadi perusahaan yang lebih modern, efektif dan memacu pertumbuhan lebih cepat dari sebelumnya.

Acosys Sangat Sesuai Untuk Perdagangan Retail/Eceran & Grosir. Support Barcode Scanner, Printer Barcode, Cash Drawer, Pole Display! Modul Kasir, Stock, Hutang Piutang, Kas Bank, Laba Rugi, Nilai Persediaan Barang, Akunting, dll. Dapat Digunakan Pada Perusahaan Berskala Kecil Sampai Perusahaan Berskala Besar Dengan Banyak Cabang.
Termasuk Didalam Software Ini :
= Sofware TOKO (Distributor/ Dealer dan Maen Dealer)
= Software MINI MARKET
= Software BENGKEL (termasuk untuk Toko Part Mobil & Motor)
= Software SELULER
= Software APOTIK
= Software RUMAH SAKIT
= Software HOTEL
= Software Usaha LAUNDRY
= Software Usaha SPA/ Rumah Cantik
= Software Klinik
= Software RENTAL
= Dan Jenis Usaha lainnya.

Minggu, 30 Juni 2013

Ramadhan atau Ramadan ? (Salah tulis bisa salah Makna)


ditulis oleh: Akhmad Sekhu
Bulan suci Ramadhan disambut dengan penuh suka cita oleh umat Islam. Berbagai kesibukan untuk menyiapkan hidangan makanan sahur dan berbuka puasa turut serta mewarnainya. Tak ketinggalan mereka saling mengirimkan ucapan untuk menyambut Ramadhan, baik dengan hp lewat sms, maupun dengan memanfaatkan berbagai jejaring sosial, seperti facebook, twitter, plurk, dll.
Ada yang perlu diwaspadai dalam penulisan kata “Ramadhan,” yaitu jangan sampai kita menghilangkan huruf “h” sehingga kemudian menjadi “Ramadan” karena dengan begitu pengertiannya akan berubah total.
“Ramadhan” berarti panas yang menyengat atau kekeringan, khususnya pada tanah. Di Jazirah Arab memang menggunakan luni-solar calendar (penghitungan tahun berdasarkan bulan dan matahari sekaligus) dan bulan ke sembilan selalu jatuh pada musim panas yang sangat menyengat. Musim panas yang waktu siangnya lebih panjang daripada waktu malamnya. Hal itu terjadi berhari-hari, sehingga setelah beberapa pekan bisa terjadi akumulasi panas yang menghanguskan. Hari-hari itu disebut bulan Ramadhan, bulan dengan panas yang menghanguskan.
Setelah umat Islam mengembangkan kalender berbasis bulan (qomariyah), yang rata-rata sebelas hari lebih pendek dari kalender berbasis matahari, bulan Ramadhan tak lagi selalu bertepatan dengan musim panas. Orang lebih memahami ‘panas’nya Ramadhan secara metafora (kiasan). Karena di hari-hari Ramadhan orang berpuasa, tenggorokan terasa panas karena kehausan. Dari akar kata tersebut kata “Ramadhan” digunakan untuk mengindikasikan adanya sensasi panas saat seseorang kehausan.
Pendapat lain mengatakan bahwa kata “Ramadhan” digunakan karena pada bulan itu dosa-dosa dihapuskan oleh perbuatan baik sebagaimana matahari membakar tanah.
…Kata “Ramadan” (tanpa huruf h) dalam bahasa Arab berarti orang yang sakit mata mau buta, sehingga tak dapat disamakan dengan “Ramadhan”…
Namun kata “Ramadan” (tanpa huruf h) dalam bahasa Arab artinya orang yang sakit mata mau buta, sehingga tidak dapat disamakan artinya dengan “Ramadhan.”
Kecerobohan Kamus Besar Bahasa Indonesia
Sangat disayangkan penulisan ejaan “Ramadhan” dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dengan kata “Ramadan”. Entah mengapa para ahli bahasa yang menyusun KBBI sangat ceroboh menuliskannya begitu. Apakah mereka tidak sengaja atau apa? KBBI tentu menjadi rujukan masyarakat Indonesia dalam menggunakan bahasa Indonesia dengan benar dan baik (bukan baik dulu, baru kemudian benar). Jadi para ahli bahasa yang menyusun KBBI harus hati-hati dalam menyusun kata-kata dalam kamus pedoman itu. Apalagi kata “Ramadhan” adalah salah satu kata yang paling banyak digunakan oleh masyarakat. Terlebih lagi, penduduk Indonesia paling besar adalah memang beragam Islam. 
Bahasa Indonesia dalam perkembangannya mengakomodasi kata-kata dari banyak bahasa: Arab, Belanda, Inggris, Latin, Prancis, Sanskerta, Spanyol, Tionghoa, Yunani dan lain-lain. Dalam bidang agama, ratusan kata berasal dari Bahasa Arab, termasuk salah satunya kata “Ramadhan” yang sedang kita bicarakan. Kata-kata dalam Bahasa Indonesia yang ada hubungannya dengan bahasa negara lain, sangat dimungkinkan muncul gagasan, konsep, atau barang baru yang datang dari luar budaya negara itu. Tapi karena kata “Ramadhan” memang sangat berbeda artinya dengan kata “Ramadan” tentu harus tetap digunakan kata “Ramadhan”.
…Jangan dibiarkan kesalahan penggunaan kata “Ramadhan” dengan “Ramadan,” karena melahirkan salah kaprah…
Jangan dibiarkan kesalahan penggunaan kata “Ramadhan” dengan “Ramadan”. Karena kita tahu sendiri dalam menggunakan bahasa di tengah masyarakat kita sering terjadi salah kaprah, artinya menggunakan bahasa pada awalnya salah dan karena yang salah dibiarkan tetap salah maka masyarakat kemudian menganggapnya itu sebagai bahasa yang umum digunakan sehingga masyarakat akhirnya tidak merasa salah kalau menggunakannya. Padahal penggunaan bahasa itu keliru. Oleh karena itu juga yang salah akan tetap salah dan janganlah dilakukan yang nantinya akan berakibat menjadi lebih fatal lagi sehingga akhirnya kekeliruan itu walaupun salah sekalipun tapi karena umum dilakukan sehingga akan menjadi kebiasaan.

*) Penulis adalah pengamat bahasa alumnus Universitas Widya Mataram Yogyakarta, kini tinggal di Jakarta dan Tegal.
-> kunjugi juga situs voa-islam.com

Cari disini

Translate (Penterjemah)

Followers