Tampilkan postingan dengan label Kaos Batik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kaos Batik. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Mei 2014

Siswa ini membuat Gurunya Pingsan (Siswa baru dari Jepang)

Di sebuah Sekolah Menengah Atas di kota New York, lebih tepatnya pada saat kelas Sejarah,
Cerita berawal ketika kami kedatangan Siswa baru
dari Jepang yang bernama Suzuki Yamaguchi.
Pagi itu Bu Guru memulai pelajaran sejarah dengan beberapa pertanyaan...
(kebetulan sudah ditranslate, jadi ini versi translatenya, hahaha)

Ibu Guru : "Anak-anak, siapa yang terkenal dengan pernyataan "Kebebasan atau Kematian" ?

Suasana kelas hening 1 menit dan tiba-tiba Suzuki (si anak baru)  mengangkat tangannya dan menjawab:

"Patrick Henry, tahun 1775 di Philadelphia..."

Ibu Guru : "Bagus sekali, Suzuki! Dan siapa yg mengatakan "Negara ini dan Bangsa ini tidak akan pernah mati" ?

Suasana hening lagi. Suzuki angkat tangan lagi : "Abraham Lincoln, tahun 1863 di Washington."

Ibu guru memandang murid-muridnya:
"Kenapa kalian ini? Suzuki orang Jepang, tetapi tahu sejarah Amerika dari pada kalian."

Semua murid terdiam, tiba-tiba dari belakang ada yg teriak :
"Pergi kamu, Jepang sialan!!"

Ibu Guru : "Hey...siapa yang mengatakan itu?"

Kembali Suzuki langsung mengangkat tangannya :
"Jendral Mc Arthur, tahun 1942 di Guadalcanal..."

Suasana kelas semakin rame dan gaduh, tiba-tiba ada yang teriak :
"Suzuki sialan, brengsek!"

Bu Guru : "Hey....siapa yang mengatakan itu?!"
Eeh...Suzuki malahan menjawab : "Valentino Rossi di Rio de Janeiro, Brazil, pada Motor Grand Prix tahun 2002..."

Ibu Guru semakin gusar dan berkata : "Sekali lagi kalian berbicara, akan ku gantung kau di Monas...!!"

Suzuki menjawab : "Anas Urbaningrum, tahun 2012, pada kasus Hambalang di Indonesia!"

Ibu guru mengelus dada sambil geleng-geleng : "Waduuhh... Saya prihatin..."
Suzuki berteriak : "SBY presiden Indonesia ke 6!"

Ibu Guru semakin stress, lalu tepok jidat: "Wis aku ndak mikir rapopo..."
Suzuki berdiri dan berteriak : "Jokowi, Gubernur DKI Jakarta"

GUBRAAAK!! Bu Guru pingsan

cerita bersambung, tapi gak tau kapan, hahaha

Rabu, 29 Mei 2013

Liku Jalan Taubatku (The Amazing Hidayah)


oleh: Al Fajr Batik ( pada 3 Agustus 2012 pukul 0:55)

Sebut saja nama dunia hitam yang pernah kamu tahu, itu semua pernah kualami. Mulai dari dunia anak jalanan yang akrab dengan kekerasan, miras (minuman keras), hingga narkoba baik sebagai pecandu maupun pengedar telah pernah menjadi bagian hidupku. Dunia panggung yang sering membikin cewek-cewek ABG histeris juga pernah kulakoni sebagai vokalis band local yang sering manggung di kafe-kafe sekitar kota tempatku tinggal.

Satu hal yang benar-benar aku syukuri hingga saat ini adalah penjagaan Allah terhadapku bahkan ketika aku masih begitu jahiliyah adalah aku tak pernah terjerumus dalam pergaulan bebas. Histerianya cewek-cewek ABG itu bukan membuat aku merasa tersanjung dan melambung tapi malah membuatku muak. Perasaan seperti inilah yang terus melekat sehingga ke depannya aku merindukan sosok perempuan yang terjaga dan tidak kampungan seperti itu.

Aku lelah dengan jalan yang kutempuh selama ini. Dunia gemerlap tak membuatku bahagia. Aku pun lari ke gunung dan berusaha berkontemplasi disana sekaligus mengukir prestasi. Sembari menjadi instruktur pendakian yang memandu anak-anak kota yang manja, aku pun tenggelam dalam perenunganku sendiri ketika sampai di puncak. Di tengah dingin dan heningnya malam dan ditemani berbatang-batang rokok, aku mencari batu besar agar terlihat jelas semua yang ada di bawah sana.

Rumah-rumah dan bangunan megah terlihat begitu kecil dari puncak gunung. Lalu bagaimana lagi dengan diri manusia ini? Aku berusaha mencari jawaban atas pertanyaan besar tentang untuk apa aku hidup di dunia ini dan kemana aku nanti setelah semua ini berakhir. Siapa pula pengatur di balik semua ini yang memberikan kehidupan begitu pahit dan getir untuk kujalani? Pertanyaan-pertanyaan itu terus menggedor sudut hatiku untuk dipenuhi dengan jawaban memuaskan. Benakku begitu ramai di tengah kesepian ini, namun aku kesepian di tengah keramaian hingar-bingar panggung pertunjukan. Aku tersesat dalam pencarian yang belum kutemukan ujung pangkalnya.

Hingga di satu titik, aku memandang adik perempuan semata wayang. Tak mungkin aku begini terus. Aku harus bisa menjadi contoh yang baik untuknya. Aku pun tak lagi ingin memberinya makan dari uang haram hasil penjualan narkoba dan manggung di forum maksiat. Aku harus berubah. Tekad itu kupancangkan sedemikian kuat agar meresap ke seluruh nadi dan pori-poriku.

Aku bertarung melawan diriku sendiri. Aku bertarung melawan rasa sakaw yang teramat sangat. Aku berusaha lepas dari ketergantungan ini dulu sebelum aku menata kehidupanku. Sambil berproses untuk sembuh dari ketergantungan, aku pun mulai membiasakan sholat lima waktu sehari. Tidak mudah tapi bukan sesuatu yang mustahil. Aku pun menjauhi dunia panggung hiburan dan lingkungannya. Meskipun rasa rindu untuk bernyanyi itu ada, tapi rasa itu terkalahkan oleh rasa rinduku akan jalan taubat yang sedang kutapaki ini.

Aku pun mulai meniti jalan halal meskipun hasilnya sangat jauh bila dibandingkan dengan berjualan bubuk-bubuk maksiat itu. Tak jarang aku harus tidur di masjid karena tak berani pulang bila tak membawa uang. Malam-malam kulewati dengan mengisi perut dengan sebanyak mungkin air kran masjid karena seharian itu Allah menguji kesabaranku dengan minimnya materi yang kudapat di jalan halal ini. Kerasnya lantai ubin masjid terasa dingin dan akrab di punggungku yang tipis.

Hidup dari masjid ke masjid, itulah proses pencarianku. Aku bertanya pada banyak takmir masjid yang kusinggahi tentang hidup, kehidupan dan juga tentang Islam itu sendiri. Meskipun tak semua takmir masjid yang kutemui bisa menjawab kegelisahanku, tapi aku pantang menyerah. Kujaga terus sholat fardhu lima waktu agar bisa berjamaah di masjid. Langkah awal yang semula tak mudah buatku tapi kutekadkan untuk konsisten.

Pelan tapi pasti aku mulai merasakan manisnya iman meskipun hidup dalam kondisi serba kekurangan. Kemampuan mereparasi HP menjadi modal untuk mengais risky di jalan yang halal. Sesekali aku meminta diberi kepercayaan agar membawakan barang dagangan kenalan untuk kujualkan. Apa saja mau kulakukan asalkan halal. Aku pun sempat bekerja di toko HP milik orang Cina sebelum bertemu dengan teman SMP yang kemudian mengajakku bergabung di usaha yang baru dirintisnya.

Kurang lebih setahun aku bekerjasama dengan temanku ini. Sedikit banyak aku menimba wawasan keislaman juga padanya. Ia juga yang mengajakku mengaji Islam dengan lebih intensif. Mengaji Islam yang bukan sekadar sebagai ritual tapi juga sebagai way of life. Ia juga yang memperkenalkan kehidupan dakwah padaku. Meskipun sangat disayangkan, teman ini pula yang nantinya juga meninggalkan apa yang pernah diajarkannya padaku. Sungguh, Allah Maha pembolak-balik hati. Karena itu Ya Rabb, mantapkan hati ini di jalan-Mu.

Aku tak punya siapa pun yang bisa kupercaya di dunia ini. Ketika aku bertemu teman masa SMP yang mengajakku mengenal Islam lebih baik, kepercayaan itu mulai kusandarkan padanya. Ia pula yang meyakinkanku akan sunah Rasulullah untuk menikah ketika kuungkapkan padanya bahwa aku mungkin tidak akan menikah dalam waktu yang lama karena mengingat betapa miskinnya aku dan keluargaku. Ketika akhirnya Allah mempertemukan aku dengan jodohku, ternyata ia berbalik 180%. Ia berpaling dariku dan berkata hal-hal buruk tentangku kepada calon istriku saat itu dan juga teman-temanku yang lain.

Allah Mahabaik, itu kuyakini sekali. Teman yang mulai kupercaya berkhianat, Allah mengganti dengan yang lebih baik yaitu teman sejati dalam suka dan duka termasuk juga dunia dan akhirat, insya Allah. Kami pun menikah dalam kondisi sangat sederhana dan berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim dan fakir miskin.

Proses taubatku dimudahkan oleh-Nya. Saat ini ada istri yang selalu ada untuk mengingatkan di kala aku futur. Kesucian yang selalu kujaga tak peduli sekelam apa pun perjalanan hidupku di masa lalu, diberi balasan yang jauh lebih baik oleh Allah yaitu berupa istri yang juga terjaga kesuciannya. Manisnya iman ini sedemikian indah untuk dikecap. Allah, sungguh indah anugrah-Mu ini. Kan kugenggam hidayah ini erat-erat selamanya tanpa pernah kulepaskan lagi. Bantu hamba-Mu yang dhaif ini Ya Rabb…

(Surabaya, medio akhir April 2011)

Senin, 27 Mei 2013

Tergesa-gesa dalam Islam dibolehkan atas 5 hal

Dalam kitab Nashoihul ‘Ibad karya Syeikh Nawawi Al-Bantani, dikisahkan ada seorang sahabat yang bernama Hatim. Suatu saat ketika ia sedang melakukan transaksi jual beli dengan si fulan, fulan tersebut kentut namun sahabat Hatim diam saja tanpa memberi respon apa-apa. Anggapan si fulan, Hatim adalah orang tuli, koq ia kentut Hatim diam saja seperti tak mendengar. Seteleh berlalu, si fulan menceritakan kejadian tersebut kepada orang-orang yang berada di pasar. Orang-orang bertanya Hatim yang mana. Fulan menjawab: ”tuh, Hatim yang tuli (al-‘Ashom).” Sambil menunjuk kearah Hatim. Maka orang-orang menganggapnya Hatim al-‘Ashom (Hatim si tuli).  Lantas Hatim berkata: ”Jangan terburu-buru Kawan, mengatakan saya seperti itu. Tadi saya pura-pura tuli. Kalau saya jujur, saya takut membuat malu Anda.” Kemudian Hatim berkata lagi: “kita diajarkan untuk tidak tergesa-gesa (terburu-buru) dalam segala sesuatu kecuali dalam 5 (lima) hal yang disunnahkan Rasulullah SAW. yaitu:

  1. Menyuguhkan tamu. Kita harus segera menyuguhkan hidangan atau minuman ketika ada tamu menghampiri rumah kita. Suguhan ini harus segera malah kalau bisa sebelum tamu tersebut duduk di kursi.

  2. Mengurus mayyit. Jenazah orang mati harus segera diurus, tidak boleh ditunda-tunda lagi karena itu adalah hak mayyit juga untuk segera diurus. Dimandiakan, dikafani, disholati kemudian dikuburkan.

  3. Mengawinkan anak perempuan atau laki-laki bila sudah berumur dan sudah ketemu jodohnya. Sebagai orangtua memiliki kewajiban untuk segera menikahkan anak-anaknya yang sudah berumur dan ketemu jodohnya. Kalau anaknya ingin kawin jangan dicegah tapi kalau anaknya yang tidak mau kawin, suruhlah dengan segera.

  4. Membayar hutang kalau sudah jatuh tempo. Kalau sudah jatuh tempo, hutang kita harus segera dibayarkan. Begitu juga janji, kalau kita sudah janji harus segera kita tunaikan.

  5. Tobat dari setiap dosa yang telah diperbuat. Kita diperintahkan untuk segera bertobat atas dosa yang telah kita perbuat. Ketika kita berdosa, kita jangan santai, diam, slow atau apalah bahasanya sehingga kita lupa memohon ampun. Lama kelamaan, kalau dosa itu sudah menumpuk akan susah dihapus. Do’a kita tertolak karena ada himpitan dosa. Makanya dianjurkan segera bertobat tatkala kita melakukan perbuatan yang berdosa.

Cari disini

Translate (Penterjemah)

Followers